Mangrove Stamp, Mangrove in China and How Avicennia marina Got Its Name

Semarang - KeSEMaTBLOG. We find an interesting thing about mangrove in the book of Peter Saenger (2002) called Mangrove Ecology, Silviculture and Conservation. Let’s check this out!

1. Mangrove stamp
Did you know that in the Pacific Ocean Islands of Palau, there are mangrove stamp which featuring an artistic version of the mangroves and their associated fauna. Each individual stamp features one species of which the scientific name appears on the back of the sheet.

Mendidik Masyarakat dengan Film Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Film dokumenter Mangrove Movie: Di Bawah Akar Bakau (MMDBAB), yang mengisahkan tentang kehidupan sembilan spesies binatang mangrove Teluk Awur Jepara, telah berhasil diproduksi dan dilaunching oleh KeSEMaT bekerjasama dengan Wetlands International Indonesia Programme (WI-IP) di tahun 2004. Kini, film ini telah beredar luas di jaringan LSM lingkungan (terutama mangrove) dan berbagai dinas di dalam dan luar Semarang.

Asyiknya, Membuat Film Dokumenter Fauna Mangrove

Jepara - KeSEMaTBLOG. Ada banyak binatang lucu dan unik di hutan mangrove Teluk Awur Jepara. Namun sayang, habitat mereka terancam karena ulah penduduk setempat yang merusak dan menebangi pohon mangrove. Padahal hutan mangrove digunakan sebagai tempat berteduh sekaligus beranak-pinak bagi binatang-binatang mangrove itu. Penduduk sekitar tak menyadari, dibalik hutan mangrove, ada kehidupan lain layaknya kehidupan mereka.

How Does The Result of Mangrove REpLaNT?

Jepara - KeSEMaTBLOG. This photo has shown the result of MR. It was done successfully. Both of it taken by KeSEMaT in the same location and position but differ in year. The left was taken in 2003, after participant re-planted seeds. Meanwhile, the right was taken in 2005.

Ini Dia, Cara Mengatasi Hama Mangrove!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Hama mangrove bermacam-macam. Seperti tumbuhan darat lainnya, mangrove juga punya hama yang bisa mengancam keberadaannya. Di Arboretum KeSEMaT Teluk Awur Jepara, bibit-bibit mangrove berusia kurang dari tiga bulan adalah makanan lezat bagi hama seperti gastropoda dan kepiting. Gastropoda (keong) biasanya melekat dan memangsa daun (seperti terlihat pada foto di samping). Selanjutnya, kepiting jenis Metopograpsus sp dan Episesarma sp, sering terlihat memangsa batang bibit hingga putus. Kepiting “tergiur” dengan rasa manis yang dimiliki batang bibit mangrove.

Buku Mangrove, Langka!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Usaha publikasi untuk mempopulerkan mangrove kepada masyarakat sudah banyak dilakukan oleh rekan-rekan dari organisasi-organisasi lingkungan seperti Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Departemen Kehutanan (DEPHUT), Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), World Wildlife Fund (WWF) - Indonesia, Conservation International (CI) - Indonesia, The Nature Conservancy (TNC) - Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Wetlands International Indonesia Program (WI-IP), KeSEMaT dan seterusnya. Namun sampai dengan detik ini, sepertinya gaungnya mem-blunder, hanya menggema di sekitar organisasi-organisasi lingkungan tersebut saja. Seolah-olah, publikasi itu tak mau/bisa keluar meluas ke masyarakat umum. Ada apa gerangan?

Waspada. NUKLIR di Jepara!

Malam hari, pukul 19.00 WIB, tanggal 30 Maret 2007 yang lalu, saya dan Anak-anak KeSEMaT, diundang untuk menghadiri diskusi lingkungan dan pemutaran film tentang rencana pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jepara. Diskusi berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Semarang (POLINES). Acara ini merupakan salah satu rangkaian acara Pameran Lingkungan Hidup yang diadakan oleh Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (WAPALHI), POLINES. Selain KeSEMaT, banyak rekan-rekan dari organisasi lingkungan se-Semarang yang hadir, diantaranya Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jateng dan LSM Marem.

Selamatkan Bibit Mangrove Kami!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Ini adalah foto Anak-anak KeSEMaT, saat melakukan pengecekan terhadap bibit-bibit mangrove di Arboretum KeSEMaT. Ya, memang. Pada tanggal 28 Maret 2007, KeSEMaT Jepara mengadakan KeSEMaT Goes To Arboretum (KGTA) untuk melakukan penghitungan dan penyulaman terhadap bibit-bibit mangrove yang telah dibibitkan pada saat Mangrove Cultivation (MC) 2007, tanggal 26 - 28 Januari 2007. Acara dimulai pada pukul 06.30 WIB - 08.00 WIB, bertempat di Arboretum KeSEMaT, Teluk Awur Jepara. Sebanyak 11 orang KeSEMaTers, melakukan penyulaman dan penghitungan terhadap kelulushidupan bibit MC 2007.

Kisah Sedih Mangrove Bedono, Demak

Demak - KeSEMaT. Tanggal 18 Februari 2007, saya dan Anak-anak KeSEMaT diundang Tim 1 KKN UNDIP ke sebuah desa bernama Bedono di Demak. Mereka meminta kami untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan mengenai ekosistem mangrove kepada masyarakat sana. Acara yang diadakan di sebuah gedung SD setempat, berjalan meriah karena dihadiri tak kurang dari 50 peserta. Acara semakin meriah, karena peserta sangat antusias dalam mendengarkan dan memberikan pertanyaan mangrove kepada kami. Peserta terdiri dari masyarakat, LSM, perangkat desa dan kalangan pemuda setempat. Acara dimulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB.

Reportase Penyuluhan Mangrove di Jepara

Jepara - KeSEMaTBLOG. Dalam setiap melakukan penyuluhan mangrove, modal saya sederhana saja, cuma dua keping VCD mangrove. Satu dari KeSEMaT, satu lagi dari Mangrove Information Center (MIC), Bali. Dua buah VCD tersebut, yang satu bercerita tentang binatang-binatang mangrove sedangkan yang lainnya, bertutur tentang spesies-spesies mangrove. Jadi klop. Berkali-kali saya memutar dua keping VCD itu, sebelum memulai penyuluhan mangrove. Ditemani dengan beberapa buah awetan kepiting dan herbarium daun-daun Rhizophora spp, saya memberikan pendidikan mangrove kepada murid-murid SD hingga mahasiswa dan masyarakat pesisir.

Konsep Pengembangan Mangrove KeSEMaT

Jepara - KeSEMaTBLOG. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada KeSEMaT, mengapa selama ini kegiatan konservasi mangrovenya selalu berkutat di Jepara. Kenapa KeSEMaT tidak mencoba untuk menerapkan program-program mangrove-nya semisal Mangrove REpLaNT (MR) ke daerah lainnya. KeSEMaT keluar dari Jepara? Boleh-boleh saja, tapi kami sepertinya tidak mau gegabah.Lha wong di Jepara itu, yang notabene adalah tempat kami lahir, besar dan tinggal, abrasinya sangat parah, kok. Bahkan paling parah apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di pesisir utara Jawa (lihatlah foto disamping ini. Inilah pantai Teluk Awur itu.

Dimanakah Letak Teluk Awur, Area Konservasi Mangrove KeSEMaT?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Banyak pertanyaan yang dikirimkan lewat email KeSEMaT (kesemat@yahoo.com), tentang letak dari Teluk Awur Jepara dan seberapa parahkah abrasi dan kondisi pesisir pantai Jepara. Gambar di samping ini merupakan peta Jepara. Apabila dicermati, garis-garis berwarna merah, menunjukkan tujuh buah titik abrasi. Mengingat begitu banyaknya titik abrasi, hal ini menunjukkan bahwa daerah abrasi sudah sedemikian parahnya di Jepara.

Apa dan Siapakah Mat Kesem?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mat Kesem. Nama yang aneh? Ini sebenarnya tokoh kartun resmi KeSEMaT. Saya menciptakannya 9 Oktober 2001, tepat saat KeSEMaT didirikan. Tujuan penciptaan Mat Kesem sebenarnya sederhana, hanya untuk mengepopkan mangrove (begitu istilah saya) sehingga kampanye mangrove tidak terkesan berat, menggurui dan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Tujuan itu, Alhamdulillah tercapai. Setiap publikasi KeSEMaT, dengan adanya gambar Mat Kesem, membuat banyak orang tertarik dan akhirnya mengikuti kegiatan-kegiatan mangrove yang diadakan oleh KeSEMaT.

Apakah Arboretum Mangrove?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Arboretum mangrove adalah hutan percontohan mangrove yang berisi berbagai macam spesies mangrove yang berguna sebagai tempat pendidikan dan pengenalan jenis-jenis mangrove kepada masyarakat. Contoh arboretum mangrove ada di Teluk Awur Jepara, yang sekarang ini mulai dirintis pembangunannya oleh KeSEMaT. Cikal bakal arboretum mangrove KeSEMaT adalah lahan gundul di belakang Kampus Ilmu Kelautan UNDIP Jepara, yang dulunya (lima tahun lalu) dianggap sebagai tempat sampah dan sarang nyamuk.

Mangrover, Mangrovewan dan Mangrovewati!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Foto di samping ini adalah para mangrover (baca: mangrovewati) KeSEMaT yang sedang melakukan pembibitan mangrove di Arboretum KeSEMaT Teluk Awur Jepara. Di KeSEMaT, sebutan mangrover memang sudah menjadi icon. KeSEMaT-lah yang pertama kali memperkenalkannya ke publik dan menyebut anggotanya sebagai mangrover. Alhamdulillah, kini kata ini telah banyak digunakan orang dan artinya bergeser menjadi orang yang peduli dan cinta mangrove. Tentu saja kami bangga.

Yuk, Tanamkan Cinta Mangrove Sejak Dini!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Foto ini diambil tahun 2003, pada saat Anak-anak KeSEMaT mengadakan penyuluhan dan sosialisasi Mangrove REpLaNT 2003. Sekitar enam buah SD dan MI di sekitar Teluk Awur Jepara, menjadi sasaran kami dalam memperkenalkan ekosistem mangrove ke generasi penerus bangsa tersebut. Setelah foto ini dipublikasikan di KeSEMaT BLOG, banyak pertanyaan yang masuk ke email KeSEMaT (kesemat@yahoo.com), yang menanyakan untuk apa kami mengadakan sosialisasi ke murid-murid SD, toh mereka juga belum banyak mengerti tentang ekosistem mangrove tersebut. Dimana sisi edukasinya. Apa tidak salah sasaran? Bagaimana teknis pengenalannya?

Dicari, Pers untuk Kegiatan-kegiatan Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Foto di samping ini adalah foto yang diambil pada saat Mangrove Cultivation (MC) 2007 KeSEMaT, 26 – 28 Januari 2007. Lebih dari 50 orang mahasiswa se-Jawa Tengah, ikut andil bagian dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari di belakang kampus Ilmu Kelautan UNDIP Teluk Awur Jepara. Tujuan MC sangat mulia, yaitu untuk memberikan penyuluhan akan arti pentingnya ekosistem mangrove kepada masyarakat sekitar dan peserta yang hadir. Selain itu, MC juga membibitkan benih mangrove, yang akan ditanam tiga bulan kemudian di pesisir Teluk Awur, untuk menyelamatkan pantai ini dari abrasi yang semakin mengganas.

Mengapa Kegiatan Mangrove (Mahasiswa), Minim Dukungan?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Setidaknya itulah yang sekarang ini mulai kami rasakan, setelah lima tahun berupaya dengan sekuat tenaga, untuk mengkonservasi kawasan mangrove Teluk Awur Jepara, yang dulunya gersang dan gundul. Semakin sedikitnya dukungan dan semakin banyaknya apriori terhadap kegiatan mangrove kami, (jujur) sempat membuat semangat kami dalam merehabilitasi kawasan mangrove Teluk Awur mulai mengendur. Tentunya, hal ini sangat disayangkan. Sayang memang. Namun dengan sisa-sisa kekuatan kami, kami mencoba untuk terus mengobarkan jiwa dan semangat konservasi di dada setiap anggota kami. Insya Allah, tak akan pernah padam sampai akhir zaman. Amin.

Duh, Sulitnya Mencari Sponsor untuk Kegiatan Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kami tidak main-main memilih judul ini. Memang sulit. Bahkan sangat sulit untuk mencari sponsor kegiatan mangrove kami. Padahal di Semarang, Jepara dan sekitarnya, ada ratusan perusahaan yang letaknya di pesisir pantai. Bagaikan mencari jarum di atas tumpukan jerami! Entah ada apa dengan perusahaan-perusahaan itu? Sudah puluhan proposal mangrove yang kami tawarkan ke mereka, namun tak satupun yang tembus alias diterima. Mau tahu alasannya? Mereka menganggap, kegiatan penyuluhan, pembibitan dan penanaman mangrove kami sangat tidak komersil dan tidak mendatangkan keuntungan (baca: uang) bagi mereka.

Pak Yadi, Pahlawan Mangrove dari Rembang

Rembang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 15-16 Oktober 2005, saya dan rekan-rekan di KeSEMaT berkunjung ke hutan mangrove Desa Pasar Banggi di Rembang Jawa Tengah. Saya mengikuti kegiatan KeSEMaT bernama KeSEMaTour, yaitu suatu kegiatan pelantikan Kabinet KeSEMaT. Namun tidak hanya pelantikan, KeSEMaTour juga dibarengi dengan sarasehan dengan Pak Yadi dan kelompok tani mangrovenya. Malam itu, pukul 20.00 WIB, acara sarasehan diadakan di rumah kecilnya. Selain anggota KeSEMaT, acara ini juga dihadiri oleh kelompok tani mangrove Pak Yadi yang bernama Kelompok Tani Sidodadi Maju (KTSM).

Apakah Tambak Bisa Merusak Mangrove?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Tambak bisa mengancam keberadaan ekosistem mangrove. Setiap kali tambak dibuka oleh perusahaan-perusahaan budidaya udang dan kepiting, misalnya, maka saat itu jugalah luasan mangrove semakin berkurang. Padahal Anda tahu sendiri, betapa pentingnya fungsi ekosistem ini bagi kehidupan umat manusia. Setiap satu hektar saja, lahan mangrove dibuka untuk tambak, maka kita sudah kehilangan sekian persen zat karbon, yang berguna untuk menjaga bumi kita dari pemanasan global. Itu kalau fungsi mangrove dilihat dari pelindung bumi dari pemanasan global, belum lagi kalau kita melihat fungsi mangrove dari segi ekologi, ekonomi, siosial budaya dan lain sebagainya.

Apakah Pneumatophore, Kriptovivipari dan Vivipari?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pneumatophore adalah nama lain untuk menyebut tipe akar mangrove yaitu akar nafas. Jenis akar ini tumbuhnya tegak, muncul dari dalam tanah, dan pada kulitnya terdapat celah-celah kecil yang berguna untuk pernafasan. Contoh spesies mangrove yang memiliki tipe akar seperti ini adalah dari jenis Sonneratia spp dan Avicennia spp.

Adakah Jenis Mangrove yang Bernilai Ekonomis?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Jenis-jenis mangrove yang bermanfaat, ada banyak sekali. Beberapa diantaranya, seperti Rhizophora spp dan Bruguiera spp digunakan untuk bantalan rel KA dan kayu tiang. Buah Nypa fruticans digunakan untuk alkohol dan gula. Lumnitzera spp berguna untuk pengawetan kulit. Avicennia marina dicampurkan untuk berbagai produk kertas. Biji Terminalia catappa bisa diolah untuk minyak goreng, dan masih banyak lagi. Sementara itu, produk-produk ekonomis lainnya seperti produk-produk makanan dan minuman, juga mulai gencar dibuat dan dipasarkan, terutama oleh Ibu-ibu PKK di daerah pesisir.

Apakah Mangrove Bisa Terus Lestari?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada dasarnya, kalau kita ingin ekosistem mangrove kita tetap lestari dan terus ada sepanjang masa, kita harus terus menjaga dan menyeimbangkan sistem yang ada di dalamnya. Kita tidak boleh mengganggu rantai-rantai makanan yang ada didalamnya. Sebagai contoh, pemanfaatan mangrove sebagai kayu bakar, dengan menebang mangrove secara serampangan dan tak bertanggung jawab, akan mengganggu stabilitas ekosistem mangrove. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan (1) akan mematikan daya regenerasi mangrove (2) akan menghilangkan habitat binatang-binatang mangrove yang ada di dalamnya.

Ini Dia, Buku Identifikasi Mangrove!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Bagi pemula, cara termudah untuk mengenali jenis-jenis mangrove adalah dengan mengidentifikasinya secara visual, kamu harus melihat minimal tiga dari lima karakteristik utama mangrove, yaitu bentuk pohon, akar, daun, buah dan bunga. Bagi pemula dan sama sekali belum mengenal spesies mangrove, pada saat ke lapangan (untuk mulai melakukan identifikasi), Anda bisa membawa dan menggunakan buku-buku identifikasi rujukan mangrove yang sudah sangat lengkap dan memudahkan.

Apakah Plasma Tech Mangrove?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kebetulan pada tanggal 27 November 2006, kemarin KeSEMaT baru saja mengadakan acara seminar tentang hal ini. Plasma Tech adalah teknologi terbaru dalam mempercepat pertumbuhan benih mangrove menjadi bibit. Secara sederhana, dapat dijelaskan bahwa, metode plasma tech pada dasarnya adalah metode penyinaran (pelepasan) ion-ion Nitrogen ke benih mangrove sehingga merubah susunan ion-ion yang ada di dalam benih mangrove tersebut.

Apa Saja yang Hidup di Mangrove?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Secara garis besar, di mangrove itu hidup banyak flora, fauna dan jasad renik (bakteri) yang terkandung di dalam substratnya. Semua bagian yang ada di dalam ekosistem ini membentuk satu sistem yang rumit dan sangat kompleks. Secara umum, flora mangrove terdiri dari bemacam-macam jenis tumbuhan yang besar dibagi menjadi tiga bagian yaitu mangrove mayor, minor dan asosiasi (ikutan).

Apakah Ada Jenis Mangrove yang Merugikan?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Sebenarnya tergantung penggunaannya dan dari sisi mana kita melihat fungsinya. Sebenarnya, tidak ada jenis mangrove yang merugikan. Excoecaria agallocha, misalnya, memang merugikan kalau getah yang tersimpan dalam batangnya sampai masuk ke mata manusia. Namun, tentu saja kita tidak mau kalau getah itu masuk ke mata kita, bukan?

Tips dan Trik Rehabilitasi Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Waktu yang tepat untuk pembibitan mangrove biasanya menyesuaikan dengan musim berbuah dari masing-masing spesies mangrove, karena musim benih/buah hingga matang, sangat bervariasi dari tahun ke tahun tergantung kondisi cuaca pada tahun itu. Nah, setelah buah matang itulah, biasanya masa pembibitan mangrove dimulai. Dengan kata lain, masa pembibitan untuk spesies mangrove sangat bervariasi, menunggu buah matang. Namun secara umum, biasanya dilakukan dari awal bulan September sampai dengan Januari (seperti yang dilakukan KeSEMaT). Ada juga untuk spesies tertentu, pembibitan dilakukan di luar bulan tersebut bahkan bisa sepanjang tahun.

Bisakah Mangrove Dicangkok?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Bisa. Berikut ini saya cuplik-kan artikel hasil penelitian rekan saya, Sumedi yang merupakan Alumni KeSEMaT. Penelitiannya berjudul Perbanyakan Mangrove Dengan Sistem Cangkok Dalam Upaya Regenerasi Mangrove. Hutan mangrove memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem pantai. Fungsinya antara lain sebagai penahan abrasi/erosi pantai, pencegah intrusi, tempat berkembang biak ikan dan udang, bahkan hutan mangrove memiliki peluang untuk dijadikan sebagai alternatif perlindungan pantai dari bahaya tsunami.

Ada Berapa Jeniskah Mangrove, Itu?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Ada banyak sekali jenis-jenis mangrove. Dari kurang lebih 70-an jenis mangrove yang tersebar di seluruh dunia, mangrove digolongkan menjadi tiga bagian yaitu 1. Mangrove Mayor (komponen utama), 2. Mangrove Minor (komponen tambahan), 3. Mangrove Associates (asosiasi mangrove). Menurut Kitamura, S., et al (1997), mangrove dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Mangrove Mayor, Mangrove Minor dan Mangrove Asosiasi. Berikut ini adalah penjelasan dari tiga bagian tersebut:

Bisakah Mangrove Dibudidayakan?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Bisa. Bahkan sangat bisa. Saat ini, program penanaman mangrove untuk merehabilitasi kawasan pesisir yang diadakan oleh pemerintah dan swasta, sedang gencar-gencarnya dilakukan, seiring dengan berkembangnya wacana pemerintah Indonesia, untuk mulai melirik daerah pesisir pantai dan laut, sebagai salah satu tujuan pembangunan. Program rehabilitasi ini tentunya membutuhkan banyak bibit mangrove untuk ditanam. Pembudidayaan biji mangrove menjadi bibit yang siap jual, tentunya menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan.

Apakah Buah Mangrove Bisa Dimakan Langsung?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Banyak sekali pertanyaan mengenai hal ini yang masuk ke email KeSEMaT. Buah mangrove, kecuali Sonneratia spp, tidak bisa langsung dimakan. Harus diberikan perlakuan sedemikian rupa untuk menghilangkan kadar racunnya, sehingga bisa diolah menjadi bahan makanan dan siap dikonsumsi. Avicennia spp, misalnya (lihat foto. Foto diambil pada saat Ibu-ibu dan peserta Mangrove REpLaNT 2007 memasak Avicennia spp). Buahnya bulat dan runcing seperti kacang. Buah Avicennia ini tidak bisa langsung dimakan tetapi harus direbus dulu, diberi abu gosok, dan direndam, baru layak konsumsi.

Ini Dia, Habitat dan Perbedaan Mangrove dengan Bakau

Semarang - KeSEMaTBLOG. Dua pertanyaan yang sering diajukan masyarakat kepada KeSEMaT adalah dimanakah habitat mangrove dan apa benar, mangrove sama dengan bakau? Untuk jawaban pertama, kiranya perlu saya sampaikan bahwa mangrove hidup di rawa payau terlindung yang tenang, tak terlalu banyak gelombang.

Apakah Fungsi Mangrove?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Banyak sekali! Salah satu yang paling penting dan terkenal adalah sebagai pencegah abrasi pantai. Akar-akar mangrove yang unik dan menarik (ada yang berbentuk cakar ayam, pensil, dan lain-lain), mampu menjebak sedimen, sehingga membentuk dataran baru. Fungsi lain yang tak kalah pentingnya adalah sebagai peredam gelombang tsunami. Fakta di NAD membuktikan bahwa perumahan penduduk yang terlindung oleh mangrove tidak banyak mengalami kerusakan, apabila dibandingkan dengan perumahan yang tak terlindung. Hal ini karena gelombang tsunami mampu diredam hingga sekian persen (oleh mangrove), sehingga kekuatannya saat menerpa perumahan bisa tereduksi dan tak terlalu besar lagi.

Apakah Mangrove Itu?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mangrove merupakan sebutan bagi berbagai jenis tumbuhan (darat) yang hidup di rawa payau, terpengaruh pasang surut dan memiliki tegakan murni. Kalau di Indonesia, biasanya disebut dengan bakau. Namun sebutan bakau ini sebenarnya salah kaprah, karena arti bakau sendiri lebih merujuk pada salah satu jenis mangrove yaitu Rhizophora spp.

Mari Belajar Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kami percaya, sebagian besar dari Anda sudah tahu bahkan memahami tentang mangrove. Tapi kami juga yakin, tidak sedikit pula dari Anda yang masih belum tahu banyak mengenai mangrove. Baru-baru ini, kami sempat membaca testimonial Friendsternya KeSEMaT. Salah satu Kawan KeSEMaT mengirimkan testinya begini: mangrove = tusuk gigi dan kayu bakar. Gimana dunk? Miris, itulah kata yang tepat untuk melukiskan perasaan kami. Ternyata, walaupun di Friendsternya KeSEMaT sudah banyak memuat foto mengenai mangrove dan kegiatan-kegiatan penyelamatan mangrove, Kawan KeSEMaT yang satu ini, belum mengerti secara mendalam mengenai manfaat dan kegunaan mangrove.

Pentingnya Bedeng Persemaian Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Di samping ini adalah foto bedeng persemaian benih mangrove milik KeSEMaT. Bedeng-bedeng seperti ini diperlukan untuk membibitkan biji-biji buah mangrove agar siap ditanam di lapangan. Proses pembibitan mangrove sangat diperlukan, karena menurut penelitian, kelulushidupan mangrove yang melalui tahap pembibitan adalah lebih besar daripada yang tidak melewati tahap ini.