12.5.15

Press Release Pendaftaran Mangrove Cultivation 2015

Semarang - KeSEMaTBLOG. Dengan ini diberitahukan kepada masyarakat Indonesia bahwa KeSEMaT kembali menyelenggarakan program konservasi mangrove tahunannya, yaitu Mangrove Cultivation (MC) 2015 yang mengangkat tema besar Mangrove For Journalism (MFJ) berupa Seminar Nasional, Pelatihan Pembibitan, Pelatihan Jurnalistik, Field Trip dan kegiatan lainnya. Bagi yang berminat mengikuti MC 2015, dipersilahkan mendaftarkan dirinya. Silahkan cermati TOR di bawah ini.

LATAR BELAKANG
Hutan mangrove merupakan salah satu hutan dengan luasan terbesar yang berhabitat di daerah pesisir pantai dan muara sungai. Hutan mangrove Indonesia mengisi 25% dari total luas hutan mangrove yang ada di dunia.

Hutan mangrove ini, tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dan memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda. Keberadaan hutan mangrove sangat penting, mengingat manfaatnya yang besar bagi masyarakat pesisir dan lingkungan di sekitarnya.

Hutan mangrove memiliki bermacam manfaat, di antaranya berfungsi secara ekologis berupa feeding ground, spawning ground, dan nursery ground. Secara fisik, hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut, serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang serta angin kencang.

Hutan mangrove mampu meredam energi arus gelombang laut, keberadaan hutan mangrove juga dapat memperkecil gelombang tsunami yang menyerang daerah pantai. Rumpun bakau (Rhizophora spp) memantulkan, meneruskan, dan menyerap energi gelombang tsunami yang diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombang tsunami ketika menjalar melalui rumpun tersebut. Selain itu, mangrove juga berfungsi secara ekonomis, yaitu tumbuhan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami berbahan dasar mangrove dan buah mangrove dapat diolah menjadi bahan dasar pangan.

Salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman jenis mangrove yang tinggi, yaitu Jepara. Secara umum, hutan mangrove di Jepara memiliki karakteristik unik, salah satunya di Teluk Awur yang memiliki arboretum dengan keanekaragaman tinggi, sekaligus sebagai tempat penelitian. Arboretum tersebut adalah MECoK (Mangrove Education Center of KeSEMaT), merupakan hutan mangrove percontohan yang pembangunannya diprakarsai oleh KeSEMaT. MECoK terdiri dari berbagai macam jenis mangrove yang digunakan oleh KeSEMaT sebagai pusat pendidikan dan informasi mangrove ke masyarakat Teluk Awur, Jepara pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Latar belakang didirikannya MECoK adalah berdasarkan studi penelitian salah seorang KeSEMaTER yang menemukan fakta bahwa potensi ekosistem mangrove di Teluk Awur dapat dikembangkan sebagai wilayah ekowisata mangrove berbasis pendidikan dan penelitian.

Jenis flora yang terdapat di MECoK, yaitu (1) Komponen Mayor terdiri dari Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Nypa fruticans, Lumnitzera racemosa, Ceriops tagal dan Ceriops decandra. (2) Komponen Minor terdiri dari Aegiceras corniculatum, Excoecaria agallocha dan Acrostichum aureum. (3) Komponen Asosiasi terdiri dari Vitex ovata, Thespesia populnea, Terminalia catappa, Spinifex littoreus, Sesuvium portulacastrum, Scaevola taccada, Pandanus tectorius, Ipomoea pes-caprae, Hibiscus tiliaceus, Calotropis gigantea, dan Acanthus ilicifolius.

Ilmu pengetahuan mangrove di Indonesia masih sangat kurang, hal ini dapat dilihat dari kurang tanggapnya masyarakat terhadap kerusakan mangrove yang ada di Indonesia dan masih kurangnya komunitas yang bergerak dalam bidang konservasi ekosistem mangrove. Sebagai contoh, Provinsi Bengkulu memiliki luasan hutan mangrove sebesar 920.964 ha, 394.414,1 ha telah mengalami kerusakan. Penyebab utama kerusakan hutan diduga dikarenakan illegal logging, perambahan, penambangan, konversi hutan, dan lain–lain, baik oleh pengusaha, masyarakat maupun oknum masyarakat.

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove, diduga disebabkan kurangnya publikasi mengenai potensi dan fakta kerusakan hutan mangrove. Solusi efektif dalam penyelesaian masalah ini adalah dengan menggabungkan antara ilmu jurnalistik dan konservasi mangrove, sehingga kegiatan konservasi yang telah dilakukan dapat dipublikasikan dan dapat menginspirasi masyarakat, bahkan dunia.

Sinergisitas dalam pengelolaan dan konservasi mangrove tentunya harus melibatkan berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Untuk itu, diperlukan peran serta generasi muda dan media massa sebagai sarana publikasi dalam upaya penginformasian penyelamatan ekosistem mangrove ke masyarakat luas. Aksi nyata kolaborasi antara ilmu jurnalistik dan konservasi mangrove yang telah dilakukan oleh KeSEMaT, dapat dilihat melalui penayangan program konservasi dan pengelolaan mangrove KeSEMaT di Desa Mangunharjo dan MECoK pada acara “Atmosphere” (Rajawali TV). Hal ini menunjukkan bahwa selain berupa tulisan atau artikel, sarana jurnalistik yang efektif adalah video.

Untuk itu, KeSEMaT memandang perlu untuk mengadakan suatu program tahunan bertajuk Mangrove Cultivation (MC) 2015 berupa seminar nasional, pelatihan, penyuluhan, pembibitan, dan penyulaman mangrove yang bekerjasama dengan para jurnalis di Indonesia.

Melalui pendekatan jurnalistik yang berkesinambungan dengan mangrove, maka tema Mangrove For Journalism (MFJ) dirasa dapat mewujudkan dasar pemikiran di atas, yang didukung oleh informasi dan pengetahuan dari jurnalis dan praktisi mangrove yang telah berpengalaman dalam bidang jurnalistik dan penyelamatan mangrove.

TUJUAN UMUM
Sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan semangat konservasi terhadap ekosistem mangrove kepada generasi muda.

TUJUAN KHUSUS
1. Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kondisi hutan mangrove di Indonesia dan dunia.
2. Memberikan gambaran kepada peserta mengenai tingkat kerusakan hutan mangrove yang sudah terjadi dan proses rehabilitasinya.
3. Memberikan pelatihan kepada peserta tentang tata cara membibitkan, menanam, menyulam, dan menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove.
4. Menyiapkan bibit mangrove sebagai modal untuk penanaman mangrove pada program Mangrove REpLaNT 2015.
5. Memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada peserta mengenai jurnalistik baik secara umum, jurnalistik lingkungan, dan jurnalistik mangrove.

ACARA, WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. Pelatihan I: Pengenalan Spesies Mangrove
Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2015
Waktu: 05.46 WIB - 07.30 WIB
Tempat: Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), Teluk Awur, Jepara

2. Seminar Nasional Mangrove: Mangrove For Journalism (MFJ)
Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2015
Waktu: 09.01 WIB – 12.00 WIB
Tempat: Ruang Teater Kampus Ilmu Kelautan Undip, Teluk Awur, Jepara

3. Pelatihan II: Penyuluhan Teknik Pembibitan Mangrove
Hari/Sabtu, 30 Mei 2015
Waktu: 13.01 WIB – 14.30 WIB
Tempat: Halaman Kampus Ilmu Kelautan Undip, Teluk Awur, Jepara

4. Pelatihan III: Praktik Pembibitan dan Penanaman Mangrove
Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2015
Waktu: 14.31 WIB – 16.00 WIB
Tempat: Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), Teluk Awur, Jepara

5. Pelatihan IV: Pelatihan Jurnalistik
Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2015
Waktu: 17.01 WIB – 18.00 WIB
Tempat: Asrama Ilmu Kelautan Undip

6. Training Jurnalistik: Pembuatan Paper Reportase Mangrove
Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2015
Waktu: 19.31 WIB – 21.30 WIB
Tempat: Asrama Ilmu Kelautan Undip

7. Field Trip (FT): Wisata Sejarah, Wisata Rohani, Belanja, dan Kuliner
Hari/Tanggal: Minggu, 30 Mei 2015
Waktu: 08.01WIB – 13.15 WIB
Tempat: Desa Bedono Demak dan Masjid Agung Jawa Tengah

DESKRIPSI ACARA
1. MC 2015 akan dibuka secara langsung oleh Bupati Kabupaten Jepara, pada hari Sabtu, 30 Mei 2015.
2. Seminar Nasional bertema MFJ akan dikemas dalam format diskusi panel yang akan mempertemukan tiga orang Panelis, yaitu Pewarta Berita KOMPAS, Pembawa Acara Atmosphere RTV, dan Pemimpin Redaksi MANGROVEMAGZ.
3. Pelatihan Pembibitan dan Penyulaman Mangrove akan dibimbing oleh Trainer Pelatihan dari Praktisi Mangrove KeSEMaT.
4. Pelatihan Jurnalistik dan Pembuatan Paper Reportase Mangrove akan dibimbing oleh Trainer Pelatihan dari Pengurus The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Semarang.
5. FT akan dilaksanakan di Desa Bedono dan Masjid Agung, Demak.

PEMBICARA SEMINAR NASIONAL MANGROVE
1. Pewarta Berita - KOMPAS
2. Pembawa Acara Atmosphere - RTV
3. Pemimpin Redaksi - MANGROVEMAGZ

TRAINER PELATIHAN PEMBIBITAN DAN PENYULAMAN MANGROVE
Praktisi Mangrove KeSEMaT Ilmu Kelautan Undip.

TRAINER PELATIHAN JURNALISTIK DAN PEMBUATAN PAPER REPORTASE MANGROVE
SIEJ (The Society of Indonesian Environmental Journalists) Semarang.

KUOTA PESERTA
Para peserta MC 2015 adalah umum, mahasiswa dan pelajar yang berumur maksimal 25 tahun dari seluruh Indonesia berjumlah 30 orang.

UNDANGAN
Para tamu undangan yang akan hadir di MC 2015, yaitu:
1. Pemerintah Kabupaten Jepara
Bupati Kabupaten Jepara.
2. Dinas Kabupaten Jepara
Dinas pemerintahan dan lingkungan terkait di Kabupaten Jepara.
3. Dosen Ilmu Kelautan Undip
Dekan, Pembantu Dekan dan Dosen Ilmu Kelautan Undip.
4. LSM Semarang dan Jepara.
5. Swasta.
6. Masyarakat
Kepala Desa Teluk Awur.
7. KeSEMaTER
Kabinet KeSEMaT Periode 2014/2015 dan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT).

PENDAFTARAN
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 - 25 Mei 2015, dan bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:

A. ONLINE
1. Formulir pendaftaran MC 2015 yang telah diunduh dengan lengkap di KeSEMaTONLINE www.kesemat.undip.ac.id, dikirimkan kembali ke email kesemat@undip.ac.id Subject: Nama Anda_Kota_Pendaftaran MC 2015, disertai dengan scan bukti/nota transfer dana Anda.

2. Panitia akan mengirimkan (1) kwitansi MC 2015, (2) jadwal acara, (3) tata tertib, (4) perlengkapan yang harus dibawa dan informasi lainnya.

3. Download Formulir Pendaftaran MC 2015 KeSEMaT di sini.

B. KANTOR KeSEMaT
Kantor KeSEMaT Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang 50275
Jawa Tengah INDONESIA
P. (024) 70527552
F. (024) 7474698
E. kesemat@undip.ac.id
W. www.kesemat.undip.ac.id

BIAYA
1. LUAR JEPARA
Pelajar Rp190.000,-
Mahasiswa S1 Rp220.000,-
Umum, S2, S3 Rp250.000,-

2. DARI JEPARA
Pelajar Rp160.000,-
Mahasiswa S1 Rp190.000,-
Umum, S2, S3 Rp220.000,-

PEMBAYARAN
Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer ke Nomor Rekening
A.N.: Affifah Bisri (Bendahara MC 2015)
Nomor Rekening: 136-00-1186055-5
Bank: Mandiri KCP Semarang Universitas Diponegoro 13617

FASILITAS
Transport Semarang - Jepara PP, Field Trip, T-Shirt, Konsumsi, Penginapan, Sertifikat, Seminar Kit dan Souvenir.

KONTAK
Segala korespondensi berkenaan dengan MC 2015, bisa dilayangkan kepada:

Sdri. Trialaksita Sari Priska A.
Menteri Sekretaris KeSEMaT (MENSEK)
HP. +6285 729 323 120

KANTOR KeSEMaT
Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang 50275
Jawa Tengah INDONESIA
P. (024) 70527552
F. (024) 7474698
E. kesemat@undip.ac.id
W. www.kesemat.undip.ac.id

KeSEMaT adalah Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) di bawah Jurusan Ilmu Kelautan FPIK UNDIP Semarang.