15.7.17

Verifikasi Data, Tim Juri Penghargaan Wana Lestari 2017 Kunjungi Warga Binaan KeSEMaT

Semarang - KeSEMaTBLOG. "Saat ini (13/7/17), Presiden KeSEMaT, Mas Febryadi F. S. sedang mempresentasikan karya-karya KeSEMaT di lingkup nasional dan internasional dihadapan tim juri Penghargaan Wana Lestari (PWL) 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia," terang Sdr. Ardyan Syahputra (DP).

"KeSEMaT sebagai organisasi pecinta alam terbaik se-Jawa Tengah, dalam kesempatan ini, mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional. Presentasi dilakukan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, mulai sebelum Magrib, tadi," lanjutnya.

Sebelumnya, rombongan KLHK telah melakukan verifikasi data lapangan mulai pagi tadi, yang diawali dengan kunjungan ke Maroon Mangrove Education Center (Maroon MEP), sebuah ekowisata mangrove yang merupakan inisiasi dari PT. Phapros yang didampingi KeSEMaT.

Didampingi oleh para Alumni KeSEMaT (AMaT) dan Yayasan IKAMaT, serta CSR PT. Phapros, KeSEMaT mengajak tim juri PWL 2017 untuk berkeliling Maroon MEP sembari menjelaskan mengenai sejarah terbentuknya Maroon MEP, jenis-jenis mangrove yang ditemukan didalamnya, konsep pemberdayaan masyarakat yang dilakukan, juga roadmap Maroon MEP ke depan.

Verifikasi data dilanjutkan dengan mengunjungi warga binaan KeSEMaT yang mengolah batik dan kuliner mangrove di Mangunharjo, Semarang, yang merupakan area Semarang Mangrove Center (SMC), pusat kuliner dan batik mangrove Semarang yang dirintis KeSEMaT.

Dalam kesempatan ini, rombongan KLHK yang didampingi juga oleh rombongan DLHK Jawa Tengah menggali informasi mengenai kiprah KeSEMaT dalam membentuk warga binaannya, hingga mampu mandiri mengolah mangrove menjadi kuliner dan batik dengan empat brand, yaitu Batik Bakau, Batik Mangrove Srikandi Pantura, Mas Jamang dan Kuliner Mangrove Bina Citra Karya Wanita.

"Kami sangat terbantu dengan hadirnya Adik-adik KeSEMaT di desa kami, dimana kami didampingi oleh KeSEMaT, kemudian didatangkan guru ke sini yang mengajarkan kami bagaimana membuat batik dan kuliner mangrove. Dulu, saya ibu rumah tangga biasa yang tidak bekerja, namun sekarang dengan adanya KeSEMaT, saya bisa menjadi perajin batik mangrove dan pengolah kuliner mangrove" jelas salah satu Ibu warga binaan KeSEMaT.

Selepas dari SMC, rombongan menuju kantor DLHK untuk mendengarkan pemaparan presentasi dari KeSEMaT. Presiden KeSEMaT mempresentasikan karya-karya KeSEMaT selama kurang lebih 16 tahun ini, dalam upayanya membangun kembali hutan mangrove Indonesia dengan konsep Mangrove Is Lifestyle. 

"Tadi, tim juri sudah melihat warga dampingan dan binaan KeSEMaT di Maroon MEP dan Mangunharjo yang mengelola ekowisata, batik dan kuliner mangrove. Besok, tim juri diagendakan berkunjung ke Kantor KeSEMaT dan melihat Mangrove Education Center KeSEMaT (MECoK) di Jepara," jelas Sdr. Ardyan.

Keesokan harinya, rombongan tim juri PWL 2017 berkunjung ke Kantor KeSEMaT. Rombongan diterima langsung oleh Presiden, Pengurus dan DK KeSEMaT. Dalam kesempatan ini, tim memverifikasi data-data dengan melihat laporan kegiatan yang diperlukan untuk penjurian. Setelah semua data didapatkan, sebelum berpamitan, rombongan berfoto bersama di depan Kantor KeSEMaT.

"Keseluruhan kegiatan verifikasi selama dua hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Setelah ini, akan ada tahap penjurian akhir, dan pemenangnya akan diundang ke Istana Negara, bertemu dengan Bapak Jokowi, selaku Presiden RI di bulan Agustus 2017, mendatang. Mohon doanya, ya," pungkas DP. (ADM).