19.1.14

Dinuarca Endra Wasistha, Presiden KeSEMaT XIII!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 29 Januari 2014, Sdr. Dinuarca Endra Wasistha resmi terpilih sebagai Presiden KeSEMaT XIII menggantikan Presiden KeSEMaT sebelumnya, yaitu Sdr. Amrullah Rosadi, yang telah purna tugas.

Presiden KeSEMaT XIII, yaitu Sdr. Dinuarca Endra Wasistha (Dinu) yang terkenal membumi dan rendah hati ini, lahir di Semarang, pada tanggal 9 Oktober 1994 dan saat ini masih merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP Angkatan 2012. 

Ingin lebih dekat dengan dia? Berikut ini, wawancara singkat kami dengannya, saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor KeSEMaT, Semarang. Semoga menginspirasi.

Kapan mulai tertarik mangrove? 
Berawal dari masuk kuliah di Ilmu Kelautan UNDIP Semarang, saya mulai mengenal berbagai macam ekosistem yang berkaitan erat dengan Ilmu Kelautan, diantaranya adalah mangrove. Karena masalah mangrove mulai populer dan sering diperbincangkan, maka saya mulai tertarik pada mangrove dan ingin mendalami lagi pengetahuan-pengetahuan tentang mangrove.

Kenapa memilih mangrove? 
Menurut saya mangrove sangat penting karena mengingat pada era modern ini daratan semakin menyempit akibat abrasi laut. Oleh karena itu, dengan adanya mangrove, maka dapat menjadikan solusi dari pencegahan menyempitnya daratan. Selain untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami, mangrove juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan produk olahan lainnya.

Apa yang terjadi kalau mangrove hilang?
Apabila mangrove hilang, maka daratan akan semakin menyempit, dan volume pasang air laut akan bertambah serta menyebabkan abrasi. Seperti contoh kasus yang terjadi di daerah Semarang, yaitu adanya pengalihan fungsi lahan hutan mangrove menjadi tambak. Dengan adanya kasus seperti itu, menjadikan kota Semarang di bagian utara terjadi air pasang atau rob sepanjang tahun.

Apa yang menarik dari KeSEMaT dan afiliasinya? 
KeSEMaT dan afiliasinya merupakan organisasi yang bergerak dalam upaya konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye dan dokumentasi tentang mangrove. Dengan mengikuti KeSEMaT dan afiliasinya, maka saya telah ikut berpartisipasi dalam penyelamatan dan pelestarian hutan mangrove, dimana mangrove juga berpengaruh bagi kehidupan makhluk di bumi terutama kita sebagai manusia. KeSEMaT bekerja untuk masyarakat, penuh motivasi dan inspirasi. Inilah bagian yang paling menarik yang sulit saya temui di lainnya. 

Bagaimana cara menumbuhkan rasa kepedulian terhadap mangrove?
Dengan cara memberikan sosialisasi dan edukasi tentang mangrove sejak dini dan menyadarkan kepada masyarakat bahwa keberadaan mangrove sudah terancam atau dapat dikatakan kritis. Apabila tidak menyikapi masalah tersebut, maka kelangsungan hidup manusia yang akan datangpun, juga akan terancam, mengingat semakin sempitnya daratan dan rusaknya lingkungan.

Apa pesan untuk generasi muda Indonesia? 
Generasi muda sebaiknya lebih kritis dan bijak dalam menjaga kelestarian bumi agar tidak rusak, karena hal ini merupakan masalah yang sangat vital untuk kelangsungan hidup manusia pada generasi mendatang. Salam MANGROVER!