29.1.16

Lakukan Monev Mangrove, KeSEMaT dan KKMD Jateng Kunjungi Tegal dan Brebes

Brebes - KeSEMaTBLOG. Pada hari Kamis, 28 Januari 2016, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Mahbub Murtiyoso, menghadiri monev (Monitoring dan Evaluasi) yang diselenggarakan oleh KKMD (Kelompok Kerja Mangrove Daerah) Jawa Tengah di Tegal dan Brebes. Selain KeSEMaT, monev ini diikuti oleh berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Jawa Tengah, seperti Biro Bina Produksi (Binpro), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Kehutanan (Dinhut), Sekretaris Daerah Jawa Tengah (Sekda Jateng) dan Akademisi UNDIP.

Kegiatan diawali dengan berkumpul di kantor Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Semarang pada pukul 05.30 WIB. Rombongan berangkat bersama menggunakan mobil menuju lokasi monev, yaitu Tegal dan Brebes, Jawa Tengah.

Tujuan pertama adalah mengunjungi kantor Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) di Tegal untuk mendiskusikan terbentuknya Kelompok Kerja Mangrove Kota Tegal. Pembentukan Kelompok Kerja Mangrove tersebut diharapkan dapat menjadikan pelestarian dan pemberdayaan pesisir di kota Tegal menjadi lebih terarah.

Setelah mengunjungi kantor KLH Tegal, perjalanan dilanjutkan menuju ke lokasi monev di desa Kaliwlingi Brebes, Jawa Tengah. Sesampainya di lokasi, dilakukan pengamatan terhadap perkembangan ekosistem mangrove di kawasan tersebut.

“Ekosistem mangrove di sini mengalami pertumbuhan dan peningkatan yang cukup bagus, pohonnya dapat tumbuh cukup tinggi. Hal ini, karena adanya dukungan masyarakat sekitar untuk peduli dan ikut melestarikan ekosistem mangrove,” jelas Bapak Rudi Pribadi (Pembina KeSEMaT).

Selain itu, juga dilakukan pengamatan dan evaluasi terhadap perkembangan ekowisata mangrove di Kaliwlingi yang direncanakan akan diresmikan pada bulan April 2016.

“Kami bersama masyarakat sekitar berusaha untuk dapat menjadikan ekosistem mangrove di Kaliwlingi ini menjadi center dan icon pembelajaran dan wisata mangrove di kota Brebes. Untuk itu, perlu adanya sinergitas antara masyarakat, kelompok tani dan pemerintah untuk mendukung terwujudnya kawasan hutan mangrove esensial di tempat ini,” ungkap Bapak Hadi, selaku ketua kelompok tani yang mendampingi kegiatan monev di lokasi tersebut.

Ekosistem mangrove di Kaliwlingi didominasi oleh spesies Rhizophora sp dan Avicennia sp., namun, selain itu, juga ditemukan Sonneratia sp.

Monev ini juga dilakukan, sehubungan dengan rencana pembangunan lokasi kawasan konservasi mangrove di desa Mojo, kecamatan Ulujami, Pemalang. Harapannya, dengan mendapatkan referensi dan pengalaman dari beberapa lokasi yang tepat, akan dapat menyukseskan rencana tersebut. Semangat MANGROVER!