5.7.18

Kenalkan Mangrove Sejak Dini, KeSEMaT Sukses Gelar KGTS 2018

Semarang - KeSEMaTBLOG. "Pada tanggal 13 April 2018, mulai pukul 07.00 s.d. 11.30 WIB yang bertempat di Mangunharjo, KeSEMaT sukses menyelenggarakan program KeSEMaT Goes To School (KGTS) 2018 yang bertemakan MANGROVER'S FRIEND: Mangroveku, Sahabatku. Kegiatan ini merupakan ajang KeSEMaT untuk terjun langsung ke masyarakat, terutama generasi muda di pesisir Indonesia dalam rangka mengenalkan mangrove semenjak dini,” jelas Sdr. Raditya Rizki Ananta (staf MENDIKTAN), selaku Ketua Panitia KGTS 2018.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dan siswi kelas IV SD Islam Al-Azhar 29 Semarang. Adapun rangkaian kegiatan yang pertama, yaitu penyampaian materi mengenai mangrove oleh Sdr. Bachtiar Eka Budiyanto (MENPORSI) dan Sdri. Anissa Suparyadi (staf MENPORSI).

"Para siswa dan siswi terlihat antusias mengikuti materi, karena materi ini tergolong baru untuk mereka, dan materi disampaikan dengan cara yang tidak membosankan," jelas Ketua KGTS.

Setelah penyampaian materi, siswa dan siswi dibagi menjadi dua grup, yaitu grup 1 dan grup 2. Grup 1 mengikuti rangkaian penanaman yang berada di sekitar mangrove Mangunharjo, sementara itu grup 2 mengikuti rangkaian pengolahan makanan berbahan baku buah mangrove yang bertempat di Sentra Jajanan dan Batik Mangrove Semarang, Mbak Jamat dan Mas Bamat di kediaman warga binaan KeSEMaT, yang dikoordinatori oleh Ibu Mufidah.

"Adik-adik terlihat sangat senang saat penanaman maupun pada saat melihat pembuatan jajanan dan batik mangrove. Mereka terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut," tutur Sdr. Raditya.

KGTS 2018 mencoba mengajarkan kepada para murid agar peduli terhadap lingkungan, khususnya di wilayah pesisir, dimana hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia.

Presiden KeSEMaT, Sdr. Bifa Aulia Manuhuwa yang juga hadir di KGTS 2018 ini, menjelaskan bahwa setiap tahunnya, KeSEMaT menargetkan program kampanye mangrove dan pendidikan karakter kepada anak-anak pesisir di Semarang dan sekitarnya dengan beragam konsep, yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Hal ini, tentu saja dengan tujuan untuk membekali pengetahuan mengenai mangrove dan segala aspek yang melingkupinya, agar nantinya mereka dapat membuat kebijakan pengelolaan mangrove di Indonesia menjadi lebih baik lagi," jelas Presiden.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama KeSEMaT dengan siswa dan siswi serta guru SD Islam Al-Azhar 29 Semarang dan pemberian kenang-kenangan.

Keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar. Harapannya, siswa dan siswi SD Islam Al-Azhar 29 Semarang akan menjadi generasi yang lebih mencintai ekosistem mangrove, pesisir dan lingkungannya. (ADM/RRA/ALAZHAR29).