8.3.17

Wakil Indonesia, KeSEMaT Kenalkan Maroon MEP Semarang di ASEAN Generation GR3EN Workshop, Brunei Darussalam

Bandar Seri Begawan - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 25 - 28 Februari 2017, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Mahbub Murtiyoso selaku Dewan Penasihat KeSEMaT, terpilih sebagai delegasi Indonesia pada program Generation GR3EN Workshop yang diselenggarakan oleh YSEALI dari Kedutaan Besar Amerika Serikat bekerjasama dengan Lembaga AGREA dari Filipina.

Kegiatan workshop ini diikuti oleh 50 delegasi dari 10 negara ASEAN yang merupakan Akademisi dan Praktisi di bidang pelestarian lingkungan. Kegiatan dibuka pada pukul 19.00 WIB oleh Bapak Craig Allen selaku Duta Besar Amerika Serikat untuk Brunei Darussalam.

“Saya berharap dengan kegiatan Generation GR3EN Workshop ini dapat meningkatkan pengetahuan dan skill para delegasi dalam bidang eco-entrepreneur dan masing-masing dari mereka akan membawa pulang ilmu itu untuk diaplikasikan pada daerahnya masing-masing. Saya yakin bahwa para delegasi ini adalah masa depan ASEAN,” jelas Bapak Craig Allen dalam acara Welcoming Dinner yang diselenggarakan di Hotel Radisson, Brunei Darussalam.

Hari pertama, acara diselenggarakan di Mutiara Ballroom Hotel Radisson, Bandar Seri Begawan dan diawali dengan pemaparan materi seputar Green Business, Sustainability Tourism dan Eco-Tourism di ASEAN oleh Bapak Matthias Gelber (Author), Sdri. Adeline Tiffanie Suwana (Founder Sahabat Alam), dan Bapak Anthony H. K. Chieng (Manajer Ulu-Ulu Resort).

Pada ketiga sesi ini, delegasi diberikan penjelasan mengenai konsep gaya hidup yang berkelanjutan, yaitu dengan tetap menjaga kelestarian alam. Kegiatan hari pertama ditutup dengan penampilan budaya dari delegasi 10 negara ASEAN.

Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan field trip ke Desa Wisata Sumbiling di wilayah Temburon, Brunei Darussalam. Peserta berangkat bersama pada pukul 07.30 WIB menggunakan bus dan perahu untuk menyeberangi sungai agar dapat sampai ke lokasi tujuan.

Perjalanan dari Hotel Radisson sampai ke Desa Wisata Sumbiling memakan waktu satu setengah jam. Di lokasi field trip peserta melakukan kegiatan, seperti susur hutan, membuat masakan dan kerajinan tradisional Brunei dalam rangka mengamati konsep eco-tourism.

Setelah kegiatan tersebut, peserta mendapatkan dua materi lagi mengenai Economic Empowerment and Infrastructure Development dalam mengembangkan suatu ekowisata. Materi tersebut disampaikan oleh Bapak Leslie Chiang (Founder Desa Wisata Sumbiling) dan Ibu Rambie Lim (Direktur Yayasan Tao Kalahi).

“Jadi, untuk membuat suatu ekowisata yang ideal, sudah seharusnya kita bisa menggerakkan masyarakat lokal dan bahkan bisa menyejahterahkan mereka dengan menjalankan ekowisata tersebut. Namun, dalam pengembangan ekowisata, kita juga harus memperhatikan aspek infrastruktur untuk menunjang kebutuhan pengunjung dan nilai estetika tanpa melupakan kelestarian lingkungan. Bahan-bahan yang dipakai dan cara pembuatannya pun harus ramah lingkungan. Contohnya seperti bangunan bambu yang kami bangun di Maroon Mangrove Edu Park (Maroon MEP), Semarang, area ekowisata mangrove yang kami bangun bersama mitra kerja kami di Indonesia,” jelas Sdr. Mahbub Murtiyoso saat mengikuti sesi materi tersebut.

Hari ketiga, program pelatihan ini diawali dengan penjelasan materi mengenai Program Management oleh Bapak Rizan Latif (Presiden Beach Bunch, Brunei). Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan rangkuman materi selama 3 hari yang sudah dilakukan.

Setelah itu, peserta diarahkan untuk berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing untuk menyusun sebuah project mengenai ekowisata yang akan dipresentasikan keesokan harinya.

Hari keempat yang merupakan saat dimana masing-masing kelompok harus mempresentasikan hasil diskusi mereka mengenai project ekowisata di depan para juri dari panitia. Satu per satu kelompok yang terdiri dari berbagai negara di ASEAN mulai memaparkan ide dan gagasan mereka.

Dan, akhirnya hari keempat ditutup dengan penayangan video kegiatan Generation GR3EN Workshop yang telah berlangsung selama 4 hari di Brunei Darussalam.

Dengan selesainya program Generation GR3EN Workshop ini, diharapkan semua delegasi dari 10 negara ASEAN dapat menjaga komitmen dan meneruskan perjuangan untuk menjaga dan mengelola kelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir yang merupakan sumber potensi kehidupan bagi mayoritas masyarakat di Asia Tenggara. Semangat MANGROVER! (MM).