11.8.18

Press Release Mangrove Cultivation 2018: Mangrove For Youth Creativepreneur

Semarang - KeSEMaTBLOG. Dengan ini, diberitahukan kepada masyarakat Indonesia bahwa KeSEMaT kembali menyelenggarakan program konservasi mangrove tahunannya, yaitu Mangrove Cultivation (MC) 2018 yang mengangkat tema besar Mangrove For Youth Creativepreneur (MFYC) berupa Forum Diskusi Wirausahawan-Muda Mangrove Nasional, Pelatihan Pembibitan, Penanaman, Penyulaman Mangrove, Field Trip (FT) dan kegiatan lainnya. Kegiatan akan diselenggarakan di Semarang dan Jepara pada tanggal 31 Agustus - 2 September 2018. Bagi yang berminat mengikuti MC 2018, dipersilakan mendaftarkan dirinya. Silakan mencermati informasi di bawah ini.

LATAR BELAKANG
Hutan mangrove merupakan salah satu hutan dengan luasan terbesar yang berhabitat di daerah pesisir pantai dan muara sungai. Hutan mangrove Indonesia mengisi 25% dari total luas hutan mangrove yang ada di dunia. Hutan mangrove ini, tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dan memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda. Keberadaan hutan mangrove sangat penting, mengingat manfaatnya yang besar bagi masyarakat pesisir dan lingkungan di sekitarnya.

Hutan mangrove memiliki bermacam manfaat, diantaranya berfungsi secara ekologis, berupa feeding ground, spawning ground dan nursery ground. Secara fisik, hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut, serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan gelombang serta angin kencang.

Hutan mangrove mampu meredam energi arus gelombang laut, keberadaan hutan mangrove juga dapat memperkecil gelombang tsunami yang menyerang daerah pantai. Rumpun bakau (Rhizophora spp) memantulkan, meneruskan dan menyerap energi gelombang tsunami yang diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombang tsunami ketika menjalar melalui rumpun tersebut. Selain itu, mangrove juga berfungsi secara ekonomis, yaitu tumbuhan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami batik berbahan dasar mangrove dan buah mangrove dapat diolah menjadi bahan dasar pangan.

Salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman jenis mangrove yang tinggi, yaitu Jepara. Secara umum, hutan mangrove di Jepara memiliki karakteristik unik, salah satunya di Teluk Awur yang memiliki arboretum dengan keanekaragaman tinggi, sekaligus sebagai tempat penelitian. Arboretum tersebut adalah MECoK (Mangrove Education Center of KeSEMaT), merupakan hutan mangrove percontohan yang pembangunannya diprakarsai oleh KeSEMaT.

MECoK terdiri dari berbagai macam jenis mangrove yang digunakan oleh KeSEMaT sebagai pusat pendidikan dan informasi mangrove ke masyarakat Teluk Awur, Jepara pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Latar belakang didirikannya MECoK adalah berdasarkan studi penelitian salah seorang KeSEMaTER yang menemukan fakta bahwa potensi ekosistem mangrove di Teluk Awur dapat dikembangkan sebagai wilayah ekowisata mangrove berbasis pendidikan dan penelitian.

Jenis flora yang terdapat di MECoK, yaitu (1) Komponen Mayor terdiri dari Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, B. cylindrica, Nypa fruticans, Lumnitzera racemosa, Ceriops tagal dan C. decandra. (2) Komponen Minor terdiri dari Aegiceras corniculatum, Excoecaria agallocha dan Acrostichum aureum. (3) Komponen Asosiasi terdiri dari Vitex ovata, Thespesia populnea, Terminalia catappa, Spinifex littoreus, Sesuvium portulacastrum, Scaevola taccada, Pandanus tectorius, Ipomoea pes-caprae, Hibiscus tiliaceus, Calotropis gigantea dan Acanthus ilicifolius.

Ilmu pengetahuan mangrove di Indonesia masih sangat kurang, hal ini dapat dilihat dari kurang tanggapnya masyarakat terhadap kerusakan mangrove yang ada di Indonesia dan masih kurangnya komunitas yang bergerak dalam bidang konservasi ekosistem mangrove.

Faktanya hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia semakin meningkat. Sebagai contoh, Provinsi Bengkulu memiliki luasan hutan mangrove sebesar 920.964 ha, 394.414,1 ha telah mengalami kerusakan. Penyebab utama kerusakan hutan tersebut diduga dikarenakan illegal logging, perambahan, penambangan, konversi hutan dan lain–lain, baik oleh pengusaha, masyarakat maupun oknum masyarakat.

Kurangnya pengetahuan generasi muda terhadap kelestarian ekosistem mangrove di Indonesia dikarenakan minimnya informasi mengenai fungsi dan manfaat ekosistem mangrove bagi kehidupan manusia. Hal ini seharusnya tidak terjadi pada era saat ini dengan kemajuan teknologi.

Apabila perkembangan digital dapat diselaraskan dengan tumbuhnya jiwa wirausaha berbasis lingkungan dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pelestarian ekosistem mangove yang berkelanjutkan, maka masyarakat umum akan dapat memanfatkan mangrove dengan semestinya.

Sinergisitas dalam tata kelola wirausaha dalam bidang mangrove dan konservasinya tentunya harus melibatkan berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Untuk itu, diperlukan peran serta generasi muda dan media massa sebagai sarana publikasi dalam upaya penginformasian penyelamatan ekosistem mangrove kepada masyarakat luas.

Untuk itu, KeSEMaT memandang perlu diselenggarakannya suatu program tahunan bertajuk MC 2018 berupa Forum Diskusi Wirausahawan-Muda Mangrove Nasional, Pelatihan, Pembibitan, Penanaman dan Penyulaman Mangrove yang bekerja sama dengan para penggiat wirausaha terutama mangrove di Indonesia. Melalui pendekatan kewirausahaan sebagai sarana pemanfaatan dari ekosistem mangrove, maka tema MFYC dirasa akan dapat diimplementasikan kedalam dunia kewirausahaan sebagai sebuah solusi pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya yang berbasis konservasi.

TUJUAN UMUM 
Sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan semangat konservasi dan meningkatkan jiwa kewirausahaan mangrove kepada generasi muda.

TUJUAN KHUSUS
1. Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kondisi hutan mangrove di Indonesia dan dunia.
2. Memberikan gambaran kepada peserta mengenai tingkat kerusakan hutan mangrove yang sudah terjadi dan proses rehabilitasinya.
3. Memberikan pelatihan kepada peserta tentang tata cara membibitkan, menanam, menyulam dan menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove.
4. Menyiapkan bibit mangrove sebagai modal untuk penanaman mangrove pada program Mangrove REpLaNT 2018.
5. Memberikan training dan pengetahuan kepada peserta mengenai pemanfaatan mangrove yang baik, sebagai sarana berwirausaha yang berbasis konservasi mangrove secara berkelanjutan.

ACARA, WAKTU, DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. Pelatihan I (Bisnis Model Kanvas)
Hari, tanggal: Jumat, 31 Agustus 2018
Waktu: 16.30 WIB – 17.10 WIB
Tempat: Balai Latihan Koperasi UMKM

2. Pelatihan II (Pengenalan Dasar Ekosistem Mangrove)
Hari, tanggal: Jumat, 31 Agustus 2018
Waktu: 19.10 – 20.10 WIB
Tempat: Balai Latihan Koperasi UMKM

3. Pelatihan III (Ekowisata Mangrove)
Hari, tanggal: Sabtu, 1 September 2018
Waktu: 07.00 – 07.40 WIB
Tempat: Balai Latihan Koperasi UMKM

4. Pelatihan IV (Strategi Wirausaha melalui Jurnalisme)
Hari, tanggal: Sabtu, 1 September 2018
Waktu: 07.40 WIB – 08.20 WIB
Tempat: Balai Latihan Koperasi UMKM

5. Pelatihan V (Berwirausaha Menggunakan Mangrove - Batik dan Jajanan Mangrove-)
Hari, tanggal: Sabtu, 1 September 2018
Waktu: 08.20 WIB – 09.00 WIB
Tempat: Balai Latihan Koperasi UMKM

6. Forum Diskusi Nasional (FDN) (Berani Berwirausaha Kreatif dengan Mangrove)
Hari, tanggal: Sabtu, 1 September 2018
Waktu: 09.00 WIB – 13.00 WIB
Tempat: Ruang FDN

7. Pelatihan VI (Technical Branding with Social Media)
Hari, tanggal: Sabtu, 1 September 2018
Waktu: 15.10 WIB – 16.10 WIB
Tempat: Balai Latihan Koperasi UMKM

8. Sharing Session (SS) (Trik Ormawa Berprestasi Internasional)
Hari, tanggal: Sabtu, 1 September 2018
Waktu: 19.10 WIB – 21.50 WIB
Tempat: Balai Latihan Koperasi UMKM

9. Pelatihan VII (Pembibitan, Penanaman dan Penyulaman Mangrove)
Hari, tanggal: Minggu, 2 September 2018
Waktu: 09.15 WIB – 11.00 WIB
Tempat: MECoK, Teluk Awur, Jepara

10. Field Trip (FT)
Hari, tanggal: Minggu, 2 September 2018
Waktu: 13.40 WIB – 15.00 WIB
Tempat: Pulau Panjang, Jepara

DESKRIPSI ACARA
1. MC 2018 dilaksanakan di Semarang selama dua hari dan di Jepara satu hari.
2. Hari kedua, yaitu FDN berupa pengarahan dan pelatihan kepada peserta mengenai berwirausaha dengan mangrove.
3. Pelatihan Pembibitan, Penanaman dan Penyulaman Mangrove akan dibimbing oleh Trainer Pelatihan dari Praktisi Mangrove KeSEMaT.
4. FT akan dilaksanakan di Pulau Panjang Jepara.

PEMBICARA FORUM DISKUSI NASIONAL MANGROVE
1. Nathasi Fadhlin - Ketua KeMANGTEER Jakarta, Jakarta.
2. Mashadi - Pengelola Ekowisata Mangrove Sari, Tokoh Lingkungan Hidup dan Peraih Kalpataru Kategori Pengabdi Lingkungan, Brebes.
3. Didik Arwinsyah - Praktisi Bisnis Online, Yogyakarta.

TRAINER PELATIHAN, PEMBIBITAN, PENANAMAN DAN PENYULAMAN MANGROVE
1. Aulia Putri Aji – Dewan Penasihat KeSEMaT, Alumni KeSEMaT (AMaT) Pembicara ASEAN Mangrove Congress.
2. Alfonsus Sandy Dwi L. – Owner Diporental.
3. Mahbub Murtiyoso – Manajer Pelatihan Yayasan IKAMaT - Delegasi Indonesia di ASEAN GenerationGR3EN.
4. Ganis Riyan Efendi – Pemimpin Redaksi MANGROVEMAGZ.
5. Mufidah – Ketua Kelompok Bina Citra Karya Wanita, Kelompok Jajanan dan Batik Mangrove.
6. Miftachur Robani- Chief Marketing Officer Lindungi Hutan.
7. Aris Priyono – Founder dan Dewan Kehormatan KeSEMaT.
8. Anggi Setiabudi – Expert KeAMaT (Keluarga Alumni KeSEMaT).

KUOTA PESERTA
Para peserta MC 2018 adalah umum, mahasiswa dan pelajar dari seluruh Indonesia berjumlah 30 orang.

UNDANGAN
Para tamu undangan yang akan hadir di MC 2018, yaitu:
1. Pemerintah Kota Semarang.
2. Dinas Provinsi Jawa Tengah.
3. Dinas Kota Semarang.
4. Dosen Ilmu Kelautan Undip Dekan, Pembantu Dekan dan Dosen Ilmu Kelautan UNDIP.
5. LSM Semarang dan Jepara.
6. Swasta.
7. Masyarakat.
8. KeSEMaTER Kabinet KeSEMaT Periode 2017/2018 dan AMaT.

PENDAFTARAN
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 – 30 Agustus 2018, dan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:

A. ONLINE
1. Formulir pendaftaran MC 2018 yang telah diunduh dengan lengkap di KeSEMaTONLINE www.kesemat.or.id dikirimkan kembali ke email kesemat@gmail.com dengan Subject: Nama Anda_Kota_Pendaftaran MC 2018, disertai dengan scan bukti/nota transfer dana Anda.
2. Panitia akan mengirimkan (1) kuitansi MC 2018, (2) jadwal acara, (3) tata tertib, (4) perlengkapan  yang harus dibawa dan informasi lainnya.
3. Download Formulir Pendaftaran MC 2018 KeSEMaT di sini.

B. KANTOR KeSEMaT
Kantor KeSEMaT
Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang 50263
Jawa Tengah INDONESIA
P. +6281392711780 F. +62247474698
E. kesemat@gmail.com W. www.kesemat.or.id

BIAYA
Pelajar Rp200.000,-
Mahasiswa D1-S1 Rp250.000,-
Umum/S2/S3 Rp275.000,-

PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan dengan transfer ke Nomor Rekening
a. n. : Clara Azalia Belinda (Bendahara MC 2018)
Nomor Rekening: 055-293-2875
Bank: BNI Cabang Tembalang, Semarang

FASILITAS
Transportasi Semarang - Jepara PP, Field Trip, T-Shirt, Konsumsi, Penginapan, Sertifikat, Seminar Kit dan Souvenir.

KONTAK
Segala korespondensi berkenaan dengan MC 2018, dapat disampaikan kepada:

Sdri. Bellatris Santri
Menteri Komunikasi dan Publikasi (MENKOMSI)
P. +6281536343600

KANTOR KeSEMaT
Jl. Ngesrep Barat V/35 Semarang 50263
Jawa Tengah INDONESIA
P. +6281392711780 F. +62247474698
E. kesemat@gmail.com W. www.kesemat.or.id

KeSEMaT adalah Unit Kegiatan Kemahasiswaan dibawah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang.

PENUTUP
Demikian press release ini kami informasikan, sebagai bahan acuan demi suksesnya acara MC 2018. Atas perhatian dan kerja sama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. (BS/ADM).