Tahapan Rehabilitasi Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Berikut ini adalah teknik rehailitasi mangrove, yang kami cuplik dari Laporan Mangrove KeSEMaT. Semoga bermanfaat.

1. PENDAHULUAN
Kata mangrove berarti tumbuhan dan komunitasnya yang tumbuh di daerah pasang surut. Daerah pasang surut merupakan daerah yang mendapatkan pengaruh pasang surut dan terletak di sepanjang garis pantai, termasuk tepi laut, muara sungai, laguna dan tepi sungai. Beberapa ahli mendefinisikan istilah mangrove secara berbeda-beda, namun pada dasarnya merujuk pada hal yang sama. Tomlinson (1986) dan Wightman (1989) mendefinisikan mangrove baik sebagai tumbuhan yang terdapat di daerah pasang surut maupun sebagai komunitas. Mangrove juga didefinisikan sebagai formasi tumbuhan daerah litoral yang khas di pantai daerah tropis dan sub-tropis yang terlindung (Saenger, 1983).

Keberhasilan Rehabilitasi Mangrove di Teluk Awur, Jepara

Semarang - KeSEMaTBLOG. Sangat tidak menduga, selesai memberikan penyuluhan rehabilitasi mangrove kepada Anggota Forum Koordinasi Informasi dan Kehumasan (FKIK) Kabupaten Jepara, KeSEMaT dianugerahi dengan applause (tepuk tangan penghargaan) panjang nan bertubi-tubi oleh para peserta yang hadir.

Ini Dia, Bagian-bagian Propagul Mangrove!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Banyak pertanyaan yang dilayangkan oleh masyarakat kepada KeSEMaT, yang menanyakan satu pertanyaan yang sama, mengenai apakah Propagul itu sebenarnya? Secara sederhana, sebenarnya Propagul adalah buah mangrove yang telah mengalami perkecambahan. Dalam “dunia mangrove,” ada dua tipe buah mangrove, yaitu Vivipari dan Kriptovivipari. Vivipari adalah biji yang telah berkecambah ketika masih melekat pada pohon induknya dan kecambah telah keluar dari buah. Sedangkan Kriptovivipari adalah adalah biji yang telah berkecambah, ketika masih melekat pada pohon induknya, tetapi masih tertutup oleh kulit biji. Di samping ini adalah gambar propagul (buah vivipari) jenis mangrove Rhizophora apiculata. Anda bisa melihat bagian-bagiannya mulai dari (1) Tangkai, (2) Kelopak Buah, (3) Plumula/Bakal daun, (4) Buah, (5) Keping Buah, (6) Hipokotil, dan (7) Radikula.

Mari Bersama, Membibitkan Mangrove!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Foto di samping ini adalah foto para peserta Mangrove Cultivation (MC) 2008: Seminar Global Warming, Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove, yang tahun ini kembali diselenggarakan oleh KeSEMaT, di Teluk Awur Jepara Jawa Tengah, pada tanggal 14 -16 Maret 2008. Mereka terlihat sedang membibitkan bayi-bayi mangrove ke dalam ratusan polibeg. Membibitkan mangrove sangatlah mudah. Dengan sedikit ketelatenan dan kesabaran, kalau berhasil tumbuh, kita telah sangat berjasa memberikan hak hidup dan menyelamatkan ekosistem ini dari kepunahannya di masa depan.

Dibalik Kesuksesan Mangrove Cultivation 2008

Semarang - KeSEMaTBLOG. Sampai dengan 16 Maret 2008, kemarin, minat Kaum Muda (KM) di Semarang terhadap kegiatan mangrove, sangatlah tinggi. Setidaknya, fakta ini terlihat dari membanjirnya peserta Mangrove Cultivation (MC) 2008: Seminar Global Warming, Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove, yang tahun ini kembali diselenggarakan oleh KeSEMaT, di Teluk Awur Jepara Jawa Tengah pada tanggal 14 - 16 Maret 2008. Dari 50 kuota yang disediakan oleh KeSEMaT, tiket MC 2008 telah habis terjual, dua hari sebelum pendaftaran ditutup (08/06/08).

Mari Selamatkan Mangrove Indonesia!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Sabtu – Minggu, tanggal 8 dan 9 Maret 2008, kemarin, para KeSEMaTERS melakukan perburuan bayi-bayi mangrove di Teluk Awur dan Ujung Piring, Jepara. Ajang perburuan bayi-bayi mangrove ini, sengaja dilakukan oleh KeSEMaT, untuk menyelamatkan nyawa benih-benih Ceriops tagal dan C. decandra, yang di Maret ini, memang banyak berjatuhan di kedua vegetasi mangrove tersebut. Kalau saja tidak diburu dan diselamatkan, maka bisa ditebak, ratusan bahkan ribuan bayi mangrove di "Ladang Ceriops" Jepara, akan bisa mati sia-sia. Sebagai informasi, Ceriops spp, yaitu salah satu jenis mangrove yang memiliki tipikal buah seperti kacang panjang, dalam satu pohon, dalam satu kali masa berbuahnya, bisa berbuah hingga ratusan buah.

Teknik Membuat Herbarium Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan mangrove, kiranya tak cukup hanya dengan mengadakan seminar, workshop, pelatihan, penyuluhan, pembuatan bedeng persemaian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan, belaka. Lebih dari itu, pembuatan herbarium, yaitu tampilan jenis-jenis mangrove, agaknya juga perlu dilakukan. Tujuan dari pembuatan herbarium ini adalah untuk mempermudah kita dalam memperkenalkan spesies mangrove kepada masyarakat. Hasil dari herbarium ini bisa ditempel di dinding dan atau disimpan ke dalam lemari tertutup dalam bentuk kering.

Kritisi Seminar Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Beberapa kali, KeSEMaT diminta partisipasinya untuk mengikuti seminar, pelatihan dan workshop mangrove yang berlevel regional, nasional dan internasional, baik sebagai peserta, pembicara dan tim perumus (lihat foto di samping). Pada awalnya, kami merasa sangat bangga, terhormat bahkan tersanjung. Namun, setelah enam tahun ini banyak mengikutinya, dan sedikit mengetahui tentang konsep dan pelaksanaannya di lapangan, kami kini sedih dan tak merasa bangga, lagi. Apa pasal?

Laskar Pelangi dan Pasukan Lumpur

Semarang - KeSEMaTBLOG. Membaca sebuah buku laris berjudul “Laskar Pelangi” (LP), sungguh sebuah pengalaman yang sangat berharga. Sebuah novel non fiksi inspiratif yang menarik hati. Tak hanya gaya bahasanya yang mengesankan, bahkan makna cerita yang disuguhkan adalah sebuah inspirasi. LP mampu menggugah diri kita, untuk selalu menjadi seseorang yang baik, tak mudah menyerah, jujur, percaya diri, berusaha berdiri di atas kaki kita sendiri, demi menggapai sebuah idealisme dan cita-cita nan mulia.

Rintihan Mangrove

Semarang - KeSEMaTBLOG. Tak tahu, mungkin sudah dari sononya kita ini pelit. Mengeluarkan uang demi sebuah usaha pemulihan kualitas lingkungan kita di pesisir, yang besarnya hanya Rp. 70.000,- saja, kita tak mau. Padahal, lingkungan pesisir kita itu, sudah banyak memberikan jasanya, yang kalau dirupiahkan, sungguh sangat jauh dan tak sebanding dengan Rp. 70.000,-, tadi. Lihatlah foto di samping ini, inilah perbuatan kita. Perbuatan manusia yang telah dengan leluasa menebangi tumbuhan pesisir bernama mangrove. Tanpa ampun, kita telah membabat batang-batangnya yang sebenarnya berfungsi melindungi kita dari bahaya abrasi pantai nan ganas, yang sewaktu-waktu bisa menenggelamkan perumahan kita.

Seri Pembibitan : Bambu Pengganti Polibek Mangrove (?)

Semarang - KeSEMaTBLOG. Ada sebuah email yang masuk ke KeSEMaT. Cuplikan emailnya begini: “Saya mau tanya seputar mangrove, tentang penggunaan bambu sebagai media pengganti polibek.” Email di atas ini, walaupun hanya terdiri dari beberapa rangkaian kalimat, namun sempat membuat kening kami berkernyit. Bambu sebagai pengganti polibek? Apakah mungkin? Bagi Anda yang belum mengetahui polibek, istilah ini berarti sebuah plastik berwarna hitam yang memiliki diameter 5 dan 8 cm. Polibek biasa digunakan sebagai wadah sedimen yang digunakan sebagai media tanam untuk pembibitan mangrove.