13.3.08

Mari Selamatkan Mangrove Indonesia!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Sabtu – Minggu, tanggal 8 dan 9 Maret 2008, kemarin, para KeSEMaTERS melakukan perburuan bayi-bayi mangrove di Teluk Awur dan Ujung Piring, Jepara. Ajang perburuan bayi-bayi mangrove ini, sengaja dilakukan oleh KeSEMaT, untuk menyelamatkan nyawa benih-benih Ceriops tagal dan C. decandra, yang di Maret ini, memang banyak berjatuhan di kedua vegetasi mangrove tersebut. Kalau saja tidak diburu dan diselamatkan, maka bisa ditebak, ratusan bahkan ribuan bayi mangrove di "Ladang Ceriops" Jepara, akan bisa mati sia-sia. Sebagai informasi, Ceriops spp, yaitu salah satu jenis mangrove yang memiliki tipikal buah seperti kacang panjang, dalam satu pohon, dalam satu kali masa berbuahnya, bisa berbuah hingga ratusan buah.

Selanjutnya, tentu saja ada sebuah pertanyaan, buat apa KeSEMaTERS repot-repot dan susah-susah menyelamatkan bayi-bayi mangrove tersebut, toh secara alami, Ceriops-pun otomatis sudah bisa beregenerasi dengan sendirinya. Ya, memang benar. Demikianlah adanya. Namun begitu, karena dalam satu kali musim buah, Ceriops mampu mengeluarkan ratusan buah, seringkali buah-buah mangrove tersebut (mencapai 50 persen) jatuh dan membusuk di tanah. Jadi, daripada ada beberapa ratus buah Ceriops yang mubazir, KeSEMaTERS mencoba membudidayakannya dalam sebuah acara tahunan mereka bernama Mangrove Cultivation: Seminar, Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove, yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 Maret 2008, di Teluk Awur, Jepara.

Sebanyak 1500 buah lebih, telah berhasil dikumpulkan oleh KeSEMaTERS dan siap untuk dibibitkan di bedeng-bedeng persemaian KeSEMaT yang letaknya persis di belakang Kampus Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Buah-buah mangrove (disebut juga propagul), dikumpulkan dalam sebuah plastik besar yang kemudian disimpan dalam beberapa ember-sedang, yang diberi air payau, sebelum kemudian siap dibibitkan ke bedeng-bedeng persemaian. Selain Ceriops, KeSEMaTERS juga mengumpulkan propagul dari jenis mangrove lainnya yaitu Rhizophora apiculata.

Tak hanya puas dengan pengumpulan benih mangrove, KeSEMaTERS melengkapi usaha penyelamatan bayi-bayi mangrove ini dengan usaha pembuatan herbarium, yaitu tampilan contoh morfologi daun, bunga dan buah dari masing-masing spesies mangrove. Tak kurang dari dua belas spesies mangrove dari komponen utama, tambahan dan asosiasi seperti Sonneratia sp, Ceriops sp, Pandanus odoratissima, Rhizophora mucronata, Scyphyphora hydrophyllacea, Rhizophora apiculata, Calotropis gigantea, Thespesia populnea, Ipomoea pes-caprae, Spinifex littoreus, Sesuvium portulacastrum dan Bruguiera cylindrica telah berhasil dibuat herbariumnya.

Usaha pembuatan herbarium ini kiranya sangat penting, sebagai salah satu usaha untuk memperkenalkan mangrove kepada masyarakat. Seperti diketahui bersama, bahwa untuk membuat kampanye mangrove lebih hidup dan mudah dicerna oleh masyarakat, maka alat-alat kampanye seperti herbarium, sangatlah penting dan berguna. Selengkapnya mengenai apa dan bagaimana cara pembuatan herbarium mangrove, bisa Anda lihat artikelnya di sini. Begitu pentingnya mangrove bagi kehidupan manusia, semoga membuat kita sadar, bahwa setiap usaha sekecil apapun demi penyelamatannya, sangatlah berharga bagi kelangsungan hidupnya, pun hidup kita, di masa mendatang.