4.1.10

Hasil Wawancara KeSEMaT dengan Emi dan Ima, Pemenang KeSEMaTCOMPETITION 2009

Semarang – KeSEMaTBLOG. Memenuhi permintaan dari masyarakat terutama para pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia yang telah disampaikan melalui Jaringan KeSEMaTONLINE, yang menginginkan agar KeSEMaT menampilkan kembali mengenai profil para pemenang KeSEMaTCOMPETITION (KC) 2009 untuk memberikan inspirasi bagi mereka agar lebih mencintai, menyayangi dan memiliki kepedulian terhadap mangrove, maka KeSEMaT telah memilih dua orang siswi dari SMA AL-MULTAZAM Mojokerto, yang di KC 2009 telah berhasil menjadi jawaranya.

Setelah menjadi pemenang dalam kompetisi KC 2009: LOMBA PENULISAN ARTIKEL MANGROVE TINGKAT SMA DAN SMK SE-INDONESIA bertemakan Aku, Mangrove dan Komunitasku, Emi (Emi Nur Cholidah) dan Ima (Fatimatuzahro), dua orang siswi berprestasi dari SMA AL-MULTAZAM Mojokerto (lihat foto di atas, Emi dan Ima membawa plakat dan piagam penghargaan KC 2009, berfoto bersama dengan teman-teman dan Bapak Gurunya), berbaik hati untuk meluangkan waktunya dalam menjawab beberapa pertanyaan dari kami, seputar kemenangannya dalam lomba artikel mangrove tingkat nasional, itu. Emi dan Ima berhasil menjadi pemenang dengan judul artikelnya, yaitu Mangrove is Natural Heritage - Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kegiatan Pelestarian Mangrove di Surabaya. Berikut ini adalah hasil wawancara KeSEMaT dengan mereka.

Selain sebagai pelajar SMA/SMK, apakah aktivitas yang sering Anda kerjakan sehari-hari?
Tentu saja banyak sekali. Soalnya, status kami “bukan pelajar biasa,” tetapi juga menyandang status santri yang memerlukan waktu ekstra padat. Selain itu, kami adalah anggota dari pengurus harian OSIS, ISMA (organisasi yang mencakup pondok), serta WA, yaitu majalah sekolah. Jadi, jarang sekali ada waktu luang buat lakuin hal yang nggak benefit. Pokoknya full day banget!

Darimanakah Anda mengetahui tentang pengumuman KC 2009?

Kami mengetahui pengumuman lomba KC 2009 itu dari internet

Mengapa Anda tertarik mengikuti KC 2009?
Karena topiknya keren, “Mangrove.” Very forgotten heritage, gitu. Mungkin dengan adanya lomba artikel mangrove, kami lebih mengetahui tentang mangrove dan manfaatnya bagi kehidupan, sehingga bisa membantu negara dalam program pelestarian mangrove. Selain itu, untuk cari experience yang lebih, mumpung masih SMA.

Bagaimanakah dukungan sekolah Anda terhadap Anda, pada saat Anda berniat untuk mengikuti KC 2009?
Alhamdulillah, sekolah sangat mendukung sehingga kami bisa mengerjakan artikel ini dengan mudah.

Hal apakah yang Anda rasa paling sulit dikerjakan (contoh: pembuatan pendahuluan, pembuatan latar belakang, pembuatan pembahasan, dan seterusnya) dalam penyusunan artikel mangrove KC 2009?
Hal yang paling sulit buat kami waktu itu adalah mencari waktu buat menyelesaikan ini semua. Melihat jadwal yang sangat padat, seperti tidak ada kesempatan buat mengerjakan itu semua. Selain itu, yang kami rasa paling sulit dalam pembuatan artikel ini, yaitu pembahasan. Soalnya, lingkup dan waktu yang tidak memungkinkan bagi kami untuk mencari segala sumber lebih luas.

Pengalaman menarik (lucu, senang dan sedih) apa yang Anda alami, pada saat penyusunan artikel mangrove KC 2009?

Satu hal yang menarik, yaitu kami kurang tahu tentang leflate. Waktu itu kami baca brosurnya, ada tulisannya biodata peserta dapat diunduh lewat leflate, brosur, etc. Kami kira itu semacam syarat artikel ini,otomatis kita cari all out about that. Eh, ternyata setelah kami telepon contact personnya, leflate itu semacam brosur, gitu katanya. Yah, jadinya malu banget. Ada satu lagi yang menyebalkan. File kita sempat hilang, empat hari sebelum deadline. Jadi agak putus asa, soalnya waktu itu kami juga bagi waktu buat olimpiade Bahasa Inggris. Dengan semangat 45, kami coba untuk bangkit till get the final. Kita selalu percaya niat yang baik bakal dapat balesan yang setimpal. He…he.

Bagaimanakah perasaan Anda sebagai pemenang KC 2009, dan berhasil menyisihkan 24 kelompok SMA dan SMK se-Indonesia?
Surprise banget. It’s very miracle. Se-Indonesia gitu. Banggalah!!

Menurut Anda, tips dan trik apakah yang telah disampaikan oleh Pembimbing Anda sehingga Anda berhasil memenangkan kompetisi KC 2009?
Pembimbing kami selalu memberikan good and strong motivation buat bikin kita semangat. Kami rasa itu hal yang sangat penting. Pesan yang selalu kami ingat, selalu berusaha dan berdo’a. Insya Allah, akan diberikan yang terbaik.

Apakah pesan-pesan Anda kepada teman-teman Anda dari kelompok SMA dan SMK lainnya yang belum memenangkan KC 2009?
Just try it more guyz, it is not final yet, any chance for you all. So, try to make it better and chayoo! Itu yang selalu kita katakan pada teman kita. Selalu mencoba untuk bangkit bersama.

Setelah memenangkan KC 2009, apakah rasa cinta kepada mangrove Anda semakin meningkat? Dan, bagaimanakah cara Anda untuk mengkampanyekan mangrove kepada teman-teman di sekolah Anda masing-masing? Jelaskan.
Iya. Kami jadi pingin lebih tahu tentang mangrove dan kalau bisa menjadi Menteri Pengurus Mangrove. Kami telah mengadakan seminar yang membahas tentang mangrove dan Alhamdulillah banyak yang tertarik. So, thanks for everything, yaw! Kapan-kapan KeSEMaT ke Rungkut, ya. Di Surabaya, ngadain reboisasi mangrove atau apa gitu, biar lebih semarak. So, talk less do more.

Demikian, hasil wawancara KeSEMaT dengan Emi dan Ima. Semoga saja, para pelajar Indonesia bisa meneladani dan mengikuti jejak mereka yang telah berhasil menuangkan rasa kasih sayangnya terhadap mangrove dalam sebuah artikel mangrove yang sangat inspiratif. Untuk mengetahui, artikel mangrove mereka, silahkan browsing di Jaringan KeSEMaTONLINE.

Selanjutnya, bagi yang ingin menjadi pemenang KC seperti Emi dan Ima, tunggu saja pelaksanaan KC 2010 beberapa bulan mendatang. Silahkan berkunjung ke Jaringan KeSEMaTONLINE secara berkala agar tidak ketinggalan informasi mengenai KC 2010. Semangat MANGROVER!