19.8.13

Mas Jamang, Motivator Wirausaha Warga Magelang

Magelang – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 28 Juli 2013, KeSEMaT yang dikoordinatori oleh Sdr. Kamto Wahyono (DP), telah menghadiri undangan Papaya Profitable 2013 sebagai Motivator Wirausaha Muda kepada masyarakat Desa Kembanglimus, Wanurejo, Magelang. Kegiatan Papaya Profitable 2013 ini merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh TIM KKN UNDIP Semarang yang berlokasi di Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh ketua pelaksana dan koordinator kecamatan TIM KKN UNDIP Semarang. Bertempat di gedung Kecamatan Borobudur, acara ini dihadiri oleh puluhan warga yang berasal dari berbagai desa yang berada di sekitar Candi Borobudur, diantaranya Kembanglimus, Wanurejo dan Wringin Putih.

Selanjutnya, dilanjutkan pemaparan materi oleh Bpk. Hario Legowo Budisatyoputro, ST dari Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Magelang dan Sdr. Kamto Wahyono (Owner Mas Jamang). Materi yang diberikan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan memotivasi warga Desa yang tinggal di Kecamatan Borobudur untuk semangat berwirausaha dan mau memanfaatkan potensi yang ada. Seperti pemanfaatan buah pepaya yang sangat melimpah dan mudah tumbuh di daerah Magelang.

Sdr. Kamto Wahyono selaku Owner Mas Jamang memperkenalkan model pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan buah mangrove menjadi jajanan mangrove berlabel Mas Jamang yang ada di Pesisir Kota Semarang untuk memotivasi dan membuka pemikiran yang lebih luas mengenai potensi usaha yang ada. Kalau di Pesisir Kota Semarang terdapat buah mangrove yang bisa diolah menjadi bernilai ekonomis tinggi, maka di Borobudur terdapat buah pepaya yang bisa diolah menjadi lebih ekonomis lagi.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, yang lebih banyak membahas mengenai kendala dan kurangnya pengetahuan, mengenai pengolahan buah pepaya menjadi olahan makanan yang bernilai ekonomis yang digemari oleh masyarakat. Melalui diskusi tersebut, masyarakat nampak menjadi antusias untuk memulai berwirausaha.

Pada intinya, masyarakat di kecamatan tersebut masih membutuhkan dorongan dan motivasi untuk berwirausaha. Maka dari itu, perlu dilakukan pelatihan khusus untuk membina masyarakat. Salam MANGROVER!