8.11.17

Mbak Jamat dan Mas Bamat Dipastikan Hadir di Seminar Nasional Mangrove REpLaNT 2017

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kabar gembira bagi para peserta Mangrove REpLaNT (MR) 2017 bahwa dua produk baru KeSEMaT, yaitu Mbak Jamat dan Mas Bamat, dipastikan hadir di stand pameran produk mangrove KeSEMaT, pada saat Seminar Nasional MR 2017. Kepastian hadirnya produk jajanan (Mbak Jamat) dan batik mangrove KeSEMaT (Mas Bamat) ini, setelah Departemen Wirausaha (DEPWIRA) mulai memperkenalkan keduanya di KeSEMaTOKO, malam tadi (7/11/12).

"Ibu-ibu warga binaan kami yang memproduksi Mas Bamat dan Mbak Jamat juga akan menjadi salah satu pembicara di MR 2017, lho. Sekarang, KeSEMaT punya Mbak Jamat dan Mas Bamat, bagi yang ingin mencicipi jajanan mangrove khas KeSEMaT dan juga batik mangrove ala KeSEMaT bisa langsung beli online di website kami atau offline di KeSEMaTOKO yang ada di kantor kami di Semarang," jelas Sdr. Hazim Helmi Susmanto (staf MENWIRA) selaku koordinator penjualan produk-produk KeSEMaTOKO.

Sdr. Hazim menambahkan bahwa hari ini (8/11/17), tim DEPWIRA KeSEMaT yang dibantu oleh DEPKOMSI juga akan memamerkan Mas Bamat dan Mbak Jamat dalam acara pendampingan penanaman mangrove KeSEMaT kepada Ibu-ibu isteri insinyur Indonesia, yang akan dilangsungkan pagi nanti.

"Senang sekali, kami bisa memamerkan produk-produk mangrove yang dibuat oleh warga binaan kami, yaitu Bina Citra Karya Wanita dan Srikandi Pantura kepada Ibu-ibu isteri insinyur Indonesia, pagi nanti. Tadi, tim kami dibantu tim KeSEMaTFAIR (KF) dari DEPKOMSI sudah mengemas Mbak Jamat dan Mas Bamat di kantor," terang Sdr. Hazim lebih lanjut.

Kedepan, Mas Bamat dan Mbak Jamat diproyeksikan oleh DEPWIRA untuk dipamerkan ke berbagai acara pameran produk-produk industri kreatif di dalam dan luar negeri. DEPWIRA juga memiliki paket-paket pelatihan batik dan jajanan Mas Bamat dan Mbak Jamat yang bisa dipilih oleh masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana caranya mengolah mangrove menjadi batik dan jajanan.

KeSEMaT fokus mengembangkan empat varian produk yang sudah memilik P-IRT sehingga layak dan aman konsumsi untuk Mbak Jamat-nya, yaitu stik, kerupuk matang, kerupuk mentah dan peyek. Pemilihan jajanan tradisional khas Semarang ini ditetapkan setelah mengkaji pasar dan menyesuaikan dengan SDM warga binaan yang ada.

Sementara itu, untuk Mas Bamat, KeSEMaT menjual produk batik mangrove warga binaannya yang merupakan Ibu-ibu warga pesisir di Semarang Mangrove Center (SMC).

"KeSEMaT juga memiliki paket-paket pelatihan mangrove yaang bisa dipilih. Bersama warga binaan kami yang sudah berpengalaman selama kurang lebih lima tahun dalam mengolah batik dan jajanan dari buah mangrove, kami siap membagi ilmu kami dan mendampingi warga pesisir di Indonesia yang ingin mengembangkan produk batik dan jajanan mangrove di daerahnya masing-masing. Silakan menghubungi kami," pungkas Sdr. Hazim. (ADM/HHS).