3.8.08

Kabar Mangroving : Anda yang Menebangi, Kami yang Menanami

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kali ini, kami minta tolong kepada Anda semua. Tolonglah kami. Janganlah lagi menebangi pohon-pohon mangrove yang hidup dan berkembang biak di pesisir kita. Kalau saja, Anda mau menanaminya kembali, mungkin kami tak perlu meminta tolong seperti ini, kepada Anda. Tapi, sayangnya Anda tak pernah mau melakukan yang tersebut terakhir, ini. Setiap kali Anda menebangnya untuk pertambakan, perumahan, dan peruntukan lainnya, lahan-lahan mangrove di pesisir, tak pernah Anda sentuh, Anda pedulikan, apalagi Anda tanami mangrove, lagi.

Lihatlah foto di atas ini, inilah “pekerjaan” kami sebagai seorang MANGROVER yang baik. Para KeSEMaTERS dan 50-an KeSEMaT’s Mangrove Volunteer (KeMANGTEER), dengan sukarela menanami kembali lahan-lahan mangrove “sisa” pertambakan Anda, yang kini sudah tak produktif lagi. Memang, dulunya kawasan ini adalah hutan mangrove yang lebat. Namun karena keserakahan Anda, demi mengeruk keuntungan semata, pola manajemen pertambakan yang telah Anda jalankan kiranya hanya merusak lahan yang dulunya produktif menjadi sebuah sampah tak berguna. Pelan-pelan dan secara bertahap pula, kami berusaha memulihkannya kembali dengan usaha penanaman ribuan bibit-bibit mangrove baru.

Walaupun usaha yang kami lakukan adalah sukarela dan tak mengharapkan imbalan apapun, namun jujur kami merasa menjadi sebuah pihak yang selalu terkena batunya, akibat perbuatan Anda yang bak melempar sebuah batu lalu menyembunyikan tangan Anda. Mana tanggung jawab Anda terhadap pesisir pantai Trimulyo, Genuk Semarang yang kini kondisinya sangat memprihatnkan. Sungguh mengenaskan! Cobalah Anda berkunjung ke sana, di sepanjang pantai yang letaknya persis di belakang Kawasan Industri TERBOYO - Semarang yang terkenal itu, 90% lahan mangrovenya telah berubah menjadi area pertambakan yang kini sudah tak produktif, lagi. Dengan kata lain, tinggal 10% saja, vegetasi mangrove-hidup ditemui di sekeliling rumah warga yang juga tinggal menunggu waktunya, tertelan laut.

Semua kerusakan yang terjadi atas pesisir Trimulyo, sebenarnya adalah akibat dari perbuatan Anda yang dengan serakah telah mengeruk produktifitas hutan mangrove, demi mengisi kantong Anda. Lalu, yang tak kami habis pikir adalah, mengapa jadi kami yang harus lebih peduli dengan pesisir Trimulyo dan bukannya Anda? Apabila dinalar, seharusnya siapa yang menabur benih, bukankah dialah yang seharusnya menanam? Andalah yang seharusnya lebih peduli, lebih bertanggung jawab dan wajib menginvestasikan uang yang telah Anda keruk dari mangrove, untuk memulihkannya, kembali. Sayangnya, yang terakhir inipun, tak pernah pula Anda lakukan.

Tapi tak apalah, tak mau menghabiskan waktu dengan “tuntutan-mubazir” kami kepada Anda. Kami telah memilih untuk bekerja secara langsung di lapangan. Sebagai informasi saja, bahwa mulai tahun lalu (2007), kami telah mengumpulkan ratusan KeMANGTEER yang terdiri dari para mahasiswa dari seluruh Indonesia, untuk mulai bergerak bersama KeSEMaT menyelamatkan pesisir Semarang yang dulunya indah menjadi berkilau kembali. Namun, karena tingkat kerusakannya sudah sangat sangat sangat parah, untuk memulihkan kawasan mangrove yang telah terkena abrasi parah ini, butuh minimal puluhan tahun ke depan, itupun dengan catatan, adanya sebuah kontinyuitas dan kerjasama dengan berbagai pihak terutama para stake holder di Semarang.

Untunglah, beberapa dinas di Semarang seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang dan beberapa dinas lainnya, telah sadar dan membuka pikirannya untuk mulai bergerak menciptakan beragam program pelestarian penyelamatan pesisir Trimulyo, bersama kami. Semenjak beberapa tahun ke belakang, bibit-bibit mangrove mulai ditanam di lokasi ini. Program-program mangrove seperti Mangrove Conservation (MANGCON) dan Mangrove Restoration (MANGRES) (lihat foto di atas, MANGRES terakhir bertajuk MANGRES 2008: Penyuluhan, Penanaman dan Penyulaman Mangrove diadakan oleh KeSEMaT pada tanggal 30 Juli 2008 dengan melibatkan lebih dari 50 peserta dan menanam 1000 bibit mangrove dari jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata), silih berganti kami adakan, di sini.

Walaupun hasilnya masih tak maksimal karena ada beberapa benturan dari beberapa instansi lainnya yang dengan sangat tega menebang bibit-bibit mangrove yang telah kami tanam, dengan alasan adanya normalisasi sungai, namun itu semua tak menyurutkan semangat kami, untuk selalu bekerja-keras menanam mangrove kembali, di beberapa titik abrasi lainnya. Ini semua kami lakukan demi membentuk kembali keseimbangan ekosistem peisisir yang dulunya tercipta di kawasan ini.

Sekali lagi, tanpa bantuan Anda yang telah dengan semena-mena merusak kawasan mangrove di Trimulyo, kami telah bisa bekerjasama dengan berbagai instansi dan organisasi di Semarang untuk menyelamatkan mangrove di pesisir-pantai-rusak Anda. Semoga dengan adanya artikel kecil ini, Anda bisa tergugah dan menyadari kesalahan Anda pun dengan sigap menghubungi kami, dan bergabung di usaha-usaha penyelamatan mangrove, ini. Tapi, jujur, kami 100% tak yakin Anda akan melakukannya. Maafkan kami. Salam MANGROVER!

1 comment:

  1. betul... nebang memang gampang, nunggu tumbuh kembali luamaa buangets.. pengalamanku dulu, agar batang mangrove bisa segede lengan kurus-ku butuh waktu 7-10 tahun. Kalau pohon sengon seumur gitu sudah layak tebang. hehehe

    ReplyDelete