26.12.14

KeSEMaT Tanam Cemara Laut di Hari Menanam Pohon Indonesia

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 16 Desember 2014, dari pagi hingga siang hari, KeSEMaT mengikuti penanaman 1.200 bibit cemara laut pada acara puncak aksi Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2014 dengan tema “Hutan Lestari untuk Mendukung Kedaulatan Pangan, Air dan Energi Terbarukan” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang dan diikuti oleh semua komponen masyarakat, mulai dari BP DAS Pemali Jratun, pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BUMN/BUMD, lembaga pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi, LSM dan masyarakat.

Kegiatan menanam pohon dilaksanakan di Pantai Maron, Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang yang diawali dengan apel, dibuka langsung oleh Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi.

Dalam apel tersebut, Walikota menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak, khususnya para petani mangrove atas kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di Pantai Maron ini.

"Kepedulian seluruh pihak dalam konservasi ini diharapkan dapat mendorong upaya konservasi Pantai Maron yang telah mengalami abrasi seluas 4.200 m2 sejak tahun 1991 lalu,”tuturnya”.

"Menanam pohon dibutuhkan sebuah sinergitas yang luar biasa guna membangkitkan kesadaran, semangat dan motivasi kepada seluruh warga masyarakat tentang pentingnya keberadaan pohon untuk kelestarian ekosistem dan terciptanya lingkungan yang asri dan hijau,” ungkap Walikota, "Bukan saja merehabilitasi lahan, tetapi juga menguntungkan. Harga pohon sengon berumur 5-7 tahun bisa mencapai Rp 800.000 per batang," lanjutnya.

"Selain itu, lahan yang ditanami pohon pun masih tetap bisa menghasilkan berbagai komoditas pertanian dengan penanaman di sela tegakan. Dengan kata lain, pohon bisa jadi tabungan, saat dibutuhkan, bisa tebang satu pohon. Tapi ingat, habis ditebang, ditanam lagi dua kali lipat,” punkasnya.

Dalam kesempatan ini, KeSEMaT yang dikoordinatori oleh Sdr. Dinuarca E. W. (Presiden) turut menanam bibit cemara laut, yang merupakan jenis mangrove asosiasi. Acara diakhiri dengan pembagian kupon untuk ditukarkan dengan pohon mahoni, mangga, dan lain-lain.