2.12.14

KeSEMaT Hadiri Konferensi Nasional 9 Pengelolaan Sumberdaya Pesisir di Surabaya

Surabaya - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 20 November 2014, salah satu KeSEMaTER, yaitu Sdr Abdul Majid al Hanif (staf MENDIKTAN)  mendapatkan kesempatan mengikuti acara Konferensi Nasional 9, dengan tema Pengelolaan Sumber Daya Pesisir, Laut, dan Pulau-Pulau Kecil.

Pembicara pada acara ini adalah Bapak Prof. Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan) dan Ibu Tri Rismaharini (Walikota Surabaya).

Pada acara ini, Ibu Risma terlihat sangat memperhatikan keberadaan mangrove di kotanya. Hal ini dibuktikan dengan cara mengajak masyarakat Surabaya dari berbagai elemen untuk menanam mangrove di pesisir utara, Surabaya.

Pada presentasinya, terlihat bagian pesisir utara kota Surabaya, yang termasuk daerah konservasi, sudah hijau oleh mangrove. Menurutnya, saat ini ketinggian mangrove sudah mencapai ½ sampai 1 meter.

Setelah acara konferensi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan makalah dari pemakalah di seluruh Indonesia, yang salah satunya adalah Bapak Weka Mahardi (IKAMaT) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang menjelaskan mengenai proyek Hybrid Engineering yang diimplementasikan di Timbul Sloko, Demak.

Proyek ini adalah hasil kerjasama KeSEMaT dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Wetlands International, Belanda.

Kegiatan dilanjutkan dengan pameran yang diadakan oleh panitia. Di sini banyak sekali dipamerkan berbagai produk dan penemuan dalam bidang lingkungan pesisir, seperti produk olahan mangrove: kerupuk, nasi mangrove, sirup, sampo, kue, bolu mangrove dan masih banyak lagi.

Stand produk olahan mangrove ini, mendapatkan antusias sangat besar dari peserta Konferensi Nasional yang ke-9 ini.

Dalam kesempatan ini, tak lupa KeSEMaT juga berbagi informasi dan pengetahuan mangrove dengan berbagai organisasi dan institusi yang merupakan mitra kerja KeSEMaT, yang berasal dari Surabaya, terutama dengan kelompok mangrove Wonorejo, yang juga mengikuti kegiatan ini.

Senang sekali, di konferensi ini mangrove mendapatkan banyak perhatian, yang semoga saja akan makin mempopulerkan upaya pelestarian ekosistem mangrove di masa depan. Amin. Semangat MANGROVER!