16.11.15

Teliti Mangrove, Imam Mishbach Wakil KeSEMaT di Ekspedisi Pelayaran Arung Samudera 2015

Semarang - KeSEMaTBLOG. "Saya akan meneliti mangrove di beberapa lokasi yang kami singgahi, seperti Jakarta, Batam, Medan, Sabang, Aceh hingga Kepri. Masing-masing peserta memiliki spesialisasi masing-masing. Terima kasih sekali sama KeSEMaT atas ilmu mangrove dan oganisasi yang diberikan hingga saya sampai di titik ini, di Ekspedisi Pelayaran Arung Samudera 2015. Saya terpilih dari ratusan lebih pendaftar seluruh Indonesia, yang kemudian dipilih 14 orang saja," ujar Sdr. Imam Mishbach (Alumni KeSEMaT) bangga, saat ditemui di Kantor KeSEMaT.

Saat ini (16/11), Sdr. Imam sudah di Jakarta dan sedang melakukan pembekalan Ekspedisi Pelayaran Arung Samudera 2015 oleh Kemenkomaritim dan SD Bidang Kordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim, sebelum kemudian berlayar selama 45 hari keliling Indonesia.

"Lagi dengerin materi dari Bapak Safri Burhanuddin, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, bersama Bapak Gita juga, Kapten Kapal Layar Latih (tall ship) Dewaruci yang udah mengelilingi dunia," jelasnya saat dihubungi lewat telepon.

Beberapa hari sebelumnya, bersama Tim KeSEMaT Sulawesi, Sdr. Imam juga baru datang dari mangroving meneliti potensi dan keanekaragaman mangrove di Sulawesi.

"Jadi mangrover, tak akan pernah lelah mangroving keliling Indonesia dan dunia. Ini mangroving bukan traveling," tekadnya. "Alhamdulillah, hari Selasa besok, selama 45 hari kedepan, bakal dikasih kesempatan menaiki salah satu kapal perang TNI AL, yaitu KRI Arung Samudera yang mana kapal ini belum tentu semua anggota TNI AL sendiri, bisa menaiki kapal ini," lanjutnya yang saat ini berada di Wisma Universitas Negeri Jakarta.

Dalam memperingati Hari Nusantara di bulan Desember 2015 nanti, Kemenko Maritim mengadakan program Pelayaran KRI Arung Samudera. Dikutip dari APMI, "Total pendaftar pelayaran KRI Arung Samudera 2015 mencapai 300 lebih,” ujar Ketua Panitia, Aditya Brahmana.

Adit melanjutkan, “Peserta terpilih sejumlah 14 orang yang diseleksi melalui APMI dan Kemenkomaritim dan SD beberapa waktu lalu, terdiri dari berbagai wilayah, mulai dari Kepri sampai Maluku Utara," pungkasnya.