16.10.16

KeSEMaT Hadiri Workshop Mangrove Yayasan KEHATI di Universitas Brawijaya, Malang

Malang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 12 - 13 Oktober 2016, KeSEMaT yang diwakili oleh Sdr. Mahbub Murtiyoso selaku Presiden KeSEMaT mengikuti Mangrove Workshop and Restoration: “Sustainable Livelihood Based Mangrove” yang diselenggarakan oleh Yayasan KEHATI bekerjasama dengan Universitas Brawijaya.

Selain KeSEMaT yang hadir sebagai tamu undangan, workshop ini dihadiri oleh berbagai instansi, mulai dari Pemerintah, Akademisi, Perusahaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Peneliti, dan Praktisi yang berkaitan dengan pelestarian mangrove.

Kegiatan ini dibuka pada pukul 08.30 WIB oleh Rektor Universitas Brawijaya (UB) bersama dengan Direktur Utama Yayasan KEHATI, Dekan FPIK UB, dan Pimpinan PT. Bank BRI wilayah Malang sebagai sponsor utama.

“Yayasan KEHATI menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik untuk kita ikuti bersama. Kami (Universitas Brawijaya) sebagai fasilitator berharap ke depannya dapat terjalin relasi yang lebih antara semua pihak yang terkait dalam acara ini. Semoga kita semua dapat menjadi pioneer dalam upaya pengelolaan mangrove secara lestari dan berkelanjutan,” jelas Rektor Universitas Brawijaya.

Hari Pertama
Hari pertama, kegiatan diselenggarakan di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang dan diawali dengan pemaparan materi seputar mangrove dan pelestarian serta pengelolaan ekosistemnya di Indonesia oleh Bapak Daniel Mudiarso (CIFOR), Bapak Antung Deddy Radiansya (KLHK), Mr. Miguel D. Fortes (University of The Philippines), dan Ibu Terry (KKP).

Setelah pemaparan materi yang dihadiri oleh seluruh peserta undangan serta mahasiswa FPIK UB, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Setelah break session, acara dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD). Peserta FGD dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama membahas tentang “Ecological Mangrove Rehabilitation” sedangkan kelompok kedua membahas tentang “Sustainable Mangrove Livelihood”.

Peserta melakukan diskusi untuk merumuskan strategi yang tepat untuk memecahkan kedua permasalahan tersebut.

“Pengelolaan ekosistem mangrove harus diawali dengan kesadaran dan tujuan yang reachable oleh masyarakat setempat, dijalankan dengan sistem dan konsistensi yang jelas, serta perlu adanya support dari berbagai pihak untuk menyukseskan upaya pelestarian mangrove yang berkelanjutan ini,” papar Sdr. Mahbub Murtiyoso dalam forum FGD.

FGD ditutup dengan pemaparan konklusi hasil FGD dan penyerahan kenang-kenangan oleh panitia kepada panelis.

Selanjutnya, kegiatan hari pertama ditutup dengan Gala Dinner yang diselenggarakan di Malang Hill Garden.

Hari Kedua
Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan field trip dan penanaman mangrove di Desa Tambakrejo, Sumber Manjing Wetan, Malang Selatan, Jawa Timur. Peserta berkumpul di Gedung Widyaloka UB dan berangkat pada pukul 08.00 WIB, setelah sarapan pagi.

Di lokasi penanaman (Pantai Clungup, Malang Selatan), peserta mendapatkan pengarahan penanaman mangrove oleh Coastal Mangrove Community (CMC) selaku kelompok lingkungan setempat.

Setelah acara seremonial oleh Yayasan KEHATI dan PT. BRI, peserta melakukan penanaman pohon mangrove jenis Casuarina sp. secara bersama.

“Semoga dengan adanya program penanaman ini dapat meningkatkan upaya pelestarian dan pengelolaan ekosistem mangrove di Pantai Clungup, Malang. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh masyarakat untuk melestarikan kekayaan hayati di Indonesia,” ujar Bapak Teguh selaku perwakilan dari Yayasan KEHATI.

Usai melakukan field trip dan penanaman mangrove, para peserta diarahkan untuk makan siang bersama dan kembali ke Malang setelah foto bersama pada pukul 15.00 WIB.

"Dengan selesainya program Mangrove Workshop and Restoration: “Sustainable Livelihood Based Mangrove” ini, diharapkan semua instansi Pemerintah, Akademisi, Perusahaan, LSM, Peneliti, dan Praktisi terkait termasuk KeSEMaT dapat menjaga komitmen dan meneruskan perjuangan untuk menjaga dan mengelola kelestarian ekosistem mangrove bersama masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya masyarakat pesisir," pungkas Presiden KeSEMaT. (RKY).