4.10.16

Catering Mas Jamang: Kuliner Mangrove Semarang Resmi Beroperasi

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mulai hari ini (25/9), Catering Mas Jamang resmi mulai beroperasi. Hal ini dijelaskan oleh CEO Mas Jamang dan Batik Bakau, yaitu Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (AMaT).

"Benar, mulai hari ini, Catering Mas Jamang resmi mulai beroperasi. Membawa konsep dan semangat baru, kami membagi Mas Jamang per divisi, ada catering, jajanan, makanan, minuman dan lain-lain dengan jargon baru, Mas Jamang: Kuliner Mangrove Semarang," jelasnya.

Diharapkan, dengan konsep baru ini, maka dari sisi bisnis dapat lebih optimal tanpa menghilangkan unsur konservasi mangrovenya.

"Menu Mas Jamang makin beragam. Semua mengandung tepung mangrove Mas Jamang. Rasanya enak dan lezat tak kalah dengan kuliner kebanyakan. Harganya juga bersaing," tambah Sdr. Cahyadi. 

Bertepatan dengan program Mangrove Time Yayasan IKAMaT dan PT. Phapros, pagi ini Catering Mas Jamang dipercaya sebagai penyedia keseluruhan konsumsi selama acara berlangsung.

"Ke depan, di jaringan mangrove KeSEMaT, IKAMaT, CV. KeMANGI, KeMANGTEER dan afiliasinya akan dirujuk Mas Jamang sebagai penyedia cateringnya. Semoga dengan demikian, kampanye save mangrove kami akan semakin meluas dan optimal," tambah Sdr. Cahyadi.

Konsumsi Munas VI KeMANGTEER Indonesia
Tak hanya Mangrove Time, saja, Catering Mas Jamang juga dipercaya oleh Yayasan IKAMaT sebagai catering resmi perhelatan nasional Musyawarah Nasional VI KeMANGTEER Indonesia yang berlangsung mulai tanggal 30 September - 2 Oktober 2016 di Wisma Pemda Jateng.

"Kami menyediakan semua konsumsi kegiatan selama tiga hari, mulai dari makan besar hingga snack. Setiap paket menu Catering Mas Jamang pasti terdapat unsur mangrovenya, seperti perkedel yang berbahan dasar buah mangrove lindur dan bukan kentang," jelas Sdri. Eldita Amalia (staf ahli MENPORSI) selaku Koordinator Catering Mas Jamang.

Peserta Munas VI KeMANGTEER Indonesia cukup puas dengan layanan Catering Mas Jamang yang dinilai unik dan inovatif.

"Menunya semua ada campuran buah mangrovenya, mulai perkedel, sambal goreng ati, stik, tumis kacang dan lain-lain. Rasanya buah mangrovenya khas dan tetap lezat, seperti makanan biasa," terang peserta Munas VI.

"Mas Jamang terus berupaya berinovasi dengan buah-buahan mangrovenya untuk menghasilkan tepung dan variasi makanan lainnya yang berkualitas, dengan tujuan untuk mengkampanyekan penyelamatan mangrove secara bijak," pungkas Sdr. Cahyadi. (RKY).