7.12.16

KeSEMaT dan YSEALI Sukses Gelar Hackathon of Mangrove Conservation di Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Hari ini, Jumat, 2 Desember 2016, mulai pukul 19.30 - 21.00 WIB, bertempat di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, para peserta Hackathon of Mangrove Conservation (HACKMANGCON) melakukan Networking Dinner.

"Ini adalah hari pertama dari tiga hari HACKMANGCON. Peserta dari Bali, Serang, Makassar, Yogya, Palembang dan kota-kota lainnya di seluruh Indonesia, berdiskusi mengenai peran efektif generasi muda terhadap kondisi ekosistem mangrove yang rusak. Mereka berpendapat, dengan menanam mangrove dan memonitoringnya dengan baik, maka mangrove akan dapat hidup secara optimal. Mereka juga memberikan solusi untuk lebih banyak memberikan pelatihan-pelatihan mangrove kepada masyarakat pesisir," jelas Sdr. Hatta Adi F. (staf MENWIRA), selaku koordinator acara.

"KeSEMaT dan YSEALI juga menyampaikan informasi mengenai pengaruh industri di daerah pesisir terhadap ekosistem mangrove. Lahan pesisir sudah habis karena dijadikan tambak, perumahan, daerah industri dan peruntukan lainnya, sehingga mangrove jadi rusak dan hilang," tambahnya.

"Anak muda merupakan agent of change bagi pelestarian lingkungan. Dengan era digital, kita bisa mengoptimalkan kampanye konservasi mangrove," tuturnya.

Beragam pelatihan mangrove
Hari berikutnya, 3 Desember 2016, mulai pukul 08.30 - 09.30 WIB, di tempat yang sama, KeSEMaT dan YSEALI menggelar pelatihan Pengenalan Ekosistem Mangrove HACKMANGCON.

"Kami menghadirkan pembicara dari Yayasan IKAMaT, yayasan mangrove milik KeSEMaT yang sudah malang melintang di dunia permangrove-an di dalam dan luar negeri, dengan pembicara dirutnya langsung, yaitu Mas Faisal," kata Sdr. Tito B. (staf MENPORSI), selaku koordinator acara.

"Mas Faisal menjelaskan secara lengkap dan terperinci mengenai pengertian, fungsi dan manfaat mangrove, konsep pemberdayaan masyarakat IKAMaT dan afiliasi mangrovenya dan masih banyak lagi," jelasnya lebih lanjut.

Peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, nampak antusias mengikuti pelatihan ini dan banyak menanyakan seputar rekayasa teknologi mangrove, pemberdayaan masyarakat, ekowisata, pemanfaatan mangrove untuk kuliner dan batik dan lain-lain.

"Setelah ini, kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan membatik dan memasak mangrove. Sore hingga malam nanti, juga akan ada pelatihan teknik kampanye mangrove di dunia digital, leadership, fashion show dan masih banyak lagi," kata Sdr. Tito.

Mulai pukul 09.30 - 12.00 WIB, digelar pelatihan Teknik Membatik Mangrove HACKMANGCON.

"Kami menghadirkan pembicara dan trainer dari Batik Bakau, label batik mangrove milik KeSEMaT yang namanya sudah go international hingga ke Jepang dan ASEAN. Mas Cahyadi selaku owner dan founder Batik Bakau mengisi pelatihannya secara langsung," tutur Sdr. Anggi Setiabudi (staf MENDIKTAN) selaku koordinator acara.

"Para peserta nampak excited mengikuti pelatihan batik mangrove. Mereka rata-rata baru pertama kali ini, membatik menggunakan pewarna dari buah mangrove yang sudah busuk," tambahnya.

Selepas mengikuti pelatihan, para peserta HACKMANGCON, pembicara dan trainer dari Batik Bakau, YSEALI dan KeSEMaT, melakukan foto bersama.

Kegiatan dilanjutkan di siang hingga sore hari, mulai pukul 12.00 - 17.30 WIB dengan pelatihan Pembuatan Kuliner mangrove oleh Mas Jamang, Teknik Kampanye Mangrove di Era Digital oleh Bapak Aris Priyono (Pendiri KeSEMaT), Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan di Jaringan Internasional dan Teknik Pembuatan Proyek Rehabilitasi Mangrove HACKMANGCON oleh Sdr. Hendra Edison (YSEALI).

"Setelah membatik, Mbak Eldita dan Mbak Sulistiowati dari Mas Jamang mengajak peserta untuk mengolah dan memasak cendol dan kue lumpur dari buah mangrove. Selanjutnya, Mas Aris selaku founder KeSEMaT, juga mengajarkan cara mengembangkan organisasi hingga ke level internasional dan punya banyak karya di dunia mangrove, di era digital ini. Perwakilan YSEALI juga memberikan materinya mengenai leadership, profil YSEALI dan teknik merumuskan sebuah proyek berbasis masyarakat, Mas Hendra selaku perwakilan dari YSEALI mengajak peserta untuk merumuskan sebuah proyek rehabilitasi mangrove yang diangkat dari suatu permasalahan," jelas Sdr. Hatta, selaku koordinator acara.

"Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan mencoba membuat proyek rehabilitasi mangrove sederhana untuk membantu warga pesisir meningkatkan mata pencahariannya dari mangrove. Mangrove dipetik, dibudidayakan dan dimanfaatkan seperlunya, bukan ditebang," jelasnya lebih lanjut.

Fashion show Batik Bakau
Malam harinya, mulai pukul 19.30 - 23.00 WIB, digelar Fashion Show Batik Bakau dan Cultural Night yang masih merupakan rangkaian HACKMANGCON.

"Acara dimulai dari setengah delapan malam, yang diawali dengan sambutan-sambutan dari KeSEMaT dan YSEALI, yang dilanjutkan dengan persembahan tarian, akustik, tiup lilin sebagai simbolisasi perayaan HUT ke-3 YSEALI, manekin challenge dan fashion show Batik Bakau," jelas Sdr. Alve Hadika (MENWIRA) selaku koordinator acara.

"Fashion Show Batik Bakau menghadirkan lima model, tiga cewek, dua cowok. Mereka mengenakan koleksi terbaru Batik Bakau yang bernuansa Jepang. Menurut Mas Defriza selaku stylist Batik Bakau, Batik Bakau merupakan salah satu produk industri mangrove kreatif dari KeSEMaT yang bertujuan untuk meningkatkan mata pencaharian warga pesisir di Semarang dan juga mengkampanyekan mangrove dengan cara yang bijak," kata Sdr. Alve.

Penanaman mangrove
Keesokan harinya, 4 Desember 2016, peserta HACKMANGCON mengikuti pelatihan Mengembangkan Ekowisata Mangrove dan Pembibitan Mangrove yang disampaikan oleh Sdr. Ganis Riyan Efendi (Yayasan IKAMaT) dan Bapak Rusmadi selaku perwakilan dari kelompok tani mangrove METAL yang mengelola Maroon Mangrove Edu Park (Maroon MEP).

"Maroon MEP ini dibangun atas prakarsa PT. Phapros, KeSEMaT, Yayasan IKAMaT dan Lanumad, sebagai bukti keberhasilan kolaborasi antara akademisi, perusahaan, yayasan, dan kelompok masyarakat. Apabila berminat, konsepnya bisa diadopsi ke daerah masing-masing peserta," jelas Sdr. Ganis kepada 20 orang peserta HACKMANGCON, dari ITB, IPB, UNDIP, UNTIRTA, UDAYANA, MONASH University Malaysia, dan lain-lain di berbagai kota di Indonesia.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove dan field trip ke Lawang Sewu, Semarang.

Keseluruhan HACKMANGCON berlangsung dengan baik dan lancar dengan sebuah harapan, semoga ilmu mangrove yang sudah disebarkan KeSEMaT dan YSEALI di forum ini dapat diaplikasikan di daerah masing-masing peserta. (HAF).