6.12.16

Setelah 15 Tahun, Begini Penampakan Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) Jepara dari Udara

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) di Teluk Awur, Jepara adalah bukti keberhasilan KeSEMaT dalam menghijaukan kembali lahan pesisir gundul yang 15 tahun lalu menghantui mahasiswa angkatan 1998, saat masih kuliah di sana.

"Lahan itu, di belakang kampus Ilmu Kelautan UNDIP, Teluk Awur, Jepara, dulunya gundul, ada bekas tambak yang ditelantarkan. Dulu kami hanya berpikir, bagaimana kampus kami agar tidak tenggelam oleh air laut. Dan, setelah 15 tahun kemudian, Alhamdulillah, usaha ribuan sukarelawan pecinta mangrove di tiap generasi, ternyata berhasil," jelas Sdr. Aris Priyono (AMaT), saksi hidup, yang juga salah satu founder KeSEMaT.

MECoK akan dikembangkan menjadi sebuah area konservasi mangrove yang merupakan pusat riset dan juga wisata alam berbasis konservasi sehingga tidak akan merusak bentang alamnya yang saat ini sudah pulih kembali.

Dua buah foto MECoK tahun 2003 dan awal pembangunan MECoK tahun 2001 oleh KeSEMaTER, dapat dilihat pada dua foto di bawah ini.

"Pihak kampus FPIK dan UNDIP selaku pemilik lahan ini, sangat berterima kasih kepada KeSEMaT yang telah bekerja keras, banting tulang, konsisten dan persistence selama 15 tahun ini, membuat area konservasi mangrove MECoK yang sudah menghasilkan puluhan hasil penelitian yang melibatkan para peneliti dari dalam dan luar negeri," tutur Sdr. M. Faisal R. (Dirut IKAMaT).

"Berkat MECoK dan KeSEMaT, maka nama FPIK UNDIP menggema tinggi ke tingkat internasional di negara-negara ASEAN dan mendapatkan TAYO ASEAN Award, penghargaan tertinggi sebagai organisasi terbaik di ASEAN karena berhasil memberdayakan warga binaan di Semarang dan berhasil memulihkan kembali lahan gundul di pesisir Teluk Awur, Jepara, ini. Kiprah KeSEMaT memang luar biasa, dan ini menjadi inspirasi, motivasi dan kebanggaan kita semua," jelasnya lebih lanjut.

Ditemui di kantornya, presiden KeSEMaT, Sdr. Mahbub Murtiyoso juga menjelaskan mengenai rencana pengembangan MECoK kedepan.

"Tidak mudah mempertahankan lahan MECoK ditengah keterbatasan kami sebagai mahasiswa dan isyu peruntukan lahan MECoK untuk keperluan lainnya yang masih kami hadapi sampai saat ini, hingga menjadi hijau seperti sekarang. Namun, kami sekarang tidak sendiri, banyak dukungan yang saat ini mengalir deras ke kami. Bersama jaringan KeSEMaT, yaitu KeMANGTEER, Yayasan IKAMaT, CV. KeMANGI, dosen-dosen Ilmu Kelautan UNDIP, pemkab Jepara dan mitra kerja lainnya dari dalam dan luar negeri, kami terus berjuang dan akan tetap mempertahankan keanekaragaman hayati di MECoK," jelasnya.

Saat ini, MECoK sudah ditetapkan oleh pemkab Jepara sebagai hutan kota Jepara. Jadi, keberadaannya dilindungi undang-undang dan tak boleh sembarangan menebang pohon mangrove di area MECoK," pungkasnya. (APA).