20.1.17

Tim Verifikasi "Ashoka Award" Kunjungi KeSEMaT

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 19 Januari 2017, mulai dari pagi hingga malam hari, panitia seleksi program Ashoka Fellows (AF) - Kerabat Ashoka - "Ashoka Award," berkunjung ke Kantor KeSEMaT untuk melakukan tahapan verifikasi-data dan melihat aktivitas di dua area kerja KeSEMaT, yaitu di Maroon Mangrove Edu Park (Maroon MEP) dan Pusat Kuliner dan Batik Mangrove Mangunharjo, Semarang. Keduanya merupakan hasil dari program pendampingan dan warga binaan KeSEMaT.

Ibu Nana selaku perwakilan dari Ashoka menjelaskan bahwa AF merupakan sebuah program dari Ashoka yang memberikan penghargaan kepada individu yang dinilai berhasil mengembangkan dan memberikan banyak manfaat kepada banyak orang dan lingkungannya sehingga menghasilkan perubahan nyata ke arah yang lebih baik.

Kriteria seleksi dari penghargaan ini meliputi kebaruan gagasan, kreativitas, kualitas kewirausahaan, dampak sosial yang dihasilkan, serta integritas para calon.

Ashoka adalah yayasan internasional yang merupakan asosiasi global dari para wirausahawan sosial yang memiliki cabang di banyak negara. Ashoka bekerja untuk mengidentifikasikan, menyeleksi dan mendukung para wirausahawan sosial.

Yayasan yang didirikan pada tahun 1980 ini, saat ini berpusat di Amerika Serikat, dan sudah beroperasi di lebih dari 60 negara di dunia. Ashoka juga berinvestasi atau memiliki beasiswa di seluruh dunia bagi sekitar 1.600 wirausahawan sosial.

"Senang sekali, KeSEMaT dalam hal ini adalah founder-nya, yaitu Mas Aris Priyono, menjadi kandidat kuat penerima penghargaan AF. Ibu Nana menjelaskan bahwa Mas Aris dipandang sebagai sosok inspiratif dan motivatif yang mampu mengubah wajah dunia permangrove-an, tak hanya di Indonesia bahkan dunia, menuju ke arah yang lebih baik. Karya mangrove Mas Aris banyak sekali diadopsi oleh individu dan organisasi di Indonesia hingga tingkat ASEAN. Beliau juga mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mangrove dan banyak menghasilkan inovasi dan karya revolusioner di bidang mangrove, yang berdampak massive dan berhasil merubah kehidupan banyak orang, sekaligus menjadikan ekosistem mangrove di Indonesia memiliki masa depan yang lebih cerah," jelas Sdr. Febryadi Fajar Sulistyo (Presiden).

Kegiatan diawali dengan verifikasi data di Kantor KeSEMaT yang kemudian dilanjutkan ke Maroon MEP dan Pusat Kuliner dan Batik Mangrove Mangunharjo.

Di Maroon MEP, Tim Ashoka mengidentifikasi perubahan yang  telah dilakukan oleh KeSEMaT melalui yayasannya, yaitu Yayasan IKAMaT yang mampu mengubah kehidupan nelayan dan petambak kawasan pesisir Maron sehingga sukses mengembangkan Maroon MEP menjadi ekowisata mangrove berbasis pendidikan.

Selanjutnya, di Pusat Kuliner dan Batik Mangrove Mangunharjo, Ibu Nana mengidentifikasi berbagai permasalahan warga pesisir di sana, terkhusus para istri nelayan dan petambaknya, yang awalnya adalah ibu rumah tangga biasa yang tidak bekerja, namun berhasil menjadi pengrajin batik dan kuliner mangrove yang sukses, setelah mendapatkan pendampingan dari KeSEMaT. (VD).