13.12.18

Riset Mangrove di Rote, KeSEMaT Temukan Jenis Mangrove Langka

Rote - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 3 November 2018, Sdr. Bachtiar Eka Budiyanto (MENPORSI) bertolak mangroving ke Rote untuk melakukan Riset Mangrove bersama The Nature Concervancy (TNC). Riset bertujuan untuk memonitoring kondisi vegetasi mangrove di Kecamatan Rote Barat.

Selain Sdr. Bachtiar, mangroving ke Rote kali ini juga dilakukan bersama Dr. Rudhi Pribadi (Pembimbing) dan Sdr. Aditya Sukma Bahari, S.Kel (Program Manajer Riset Yayasan IKAMaT).

"Mangroving ke Rote ini merupakan program Survei Pemantauan Komunitas Mangrove Tonga-Tasilo, di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao," jelas MENPORSI. "Survei ini merupakan tahapan yang pertama atau T0, dimana terdapat 9 stasiun yang dimonitoring," tambahnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Rote Ndao merupakan daerah terselatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ini merupakan pengalaman pertama-kali saya mangroving ke Rote, Nusa Tenggara Timur. Sangat senang bisa mengunjungi wilayah paling selatan di Indonesia. Saya dipercaya untuk membantu dalam survei monitoring mendampingi Pak Rudhi dan Mas Aditya," jelas Sdr. Bachtiar lebih lanjut.

Data yang dihimpun pada kegiatan ini, diantaranya Analisis Vegetasi, Fotografi Hemisperikal dan Parameter Lingkungan.

Selain berkerja sama dengan TNC, survei monitoring mangrove kali ini juga dibantu oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Dinas Kehutanan Kabupaten Rote Ndao dan juga masyarakat setempat. Pengambilan data lapangan berlangsung mulai tanggal 4 - 9 November 2018.

“Jenis mangrove di sini sangat beragam. Saya bertemu dengan jenis mangrove yang belum pernah saya temui, seperti Heritiera littoralis, Camptostemon schultzii dan Aegialitis rotundifolia. Ketiga jenis mangrove ini tergolong langka dan termasuk kedalam IUCN Red List," terang MENPORSI. "Saya juga senang karena bisa mendapatkan ilmu baru di sini, bertemu orang baru dan berkunjung ke tempat-tempat baru yang indah,” tutur Sdr. Bachtiar.

Pada tanggal 10 November 2018, tim KeSEMaT - IKAMaT kembali bertolak ke Semarang dengan transit di Kupang dan Surabaya terlebih dahulu.

"Semoga data yang didapatkan dari survei monitoring mangrove ini dapat berguna untuk pengembangan program konservasi di Kabupaten Rote Ndao," tambah Sdr. Bachtiar. "Dan kawasan ekosistem mangrove di Kabupaten Rote Ndao dapat terus terjaga dan lestari," pungkasnya. (BEB/ADM/AP).

No comments:

Post a Comment