7.2.08

Secuil Sonneratia dari Kitamura

Semarang - KeSEMaTBLOG. Ada permintaan dari Saudara A’yun, agar KeSEMaT membahas mengenai salah satu jenis spesies mangrove bernama Sonneratia. Apakah dia, darimana asalnya, apa ciri-cirinya, dan deskripsi lainnya. Kalau ingin tahu secara umum bentuk Sonneratia, cobalah Anda bayangkan sebuah pohon besar yang memiliki akar-akar berbentuk serupa pensil, yang banyak sekali mencuat ke atas. Akarnya beradaptasi keluar dari tanah untuk bernafas mengambil udara. Hal ini terjadi, karena kondisi tanah mangrove yang anoksik (baca: beracun).

Di Indonesia, Sonneratia disebut dengan berbagai macam nama daerah seperti Prapat, Pedada, Bogem, Mange-mange dan nama daerah lainnya. Di area kerja KeSEMaT sendiri yaitu sepanjang pantai Utara Jawa, mangrove ini lebih dikenal dengan nama Bogem.

Terdapat tiga jenis Sonneratia yaitu Sonneratia alba, S. caseolaris dan S. ovata. Namun, karena yang terakhir disebut jarang dijumpai terutama di area kerja kami, maka pembahasan akan kami fokuskan untuk dua spesies terakhir. Menurut Kitamura (1997), deskripsinya adalah sebagai berikut:

Sonneratia alba
A. Umum
1. Komponen: termasuk komponen utama/mangrove mayor
2. Bentuk: pohon/perdu. Tinggi mencapai 16 m
3. Akar: akar nafas, berbentuk kerucut
4. Daun: susunan tunggal, bersilangan; bentuk oblong sampai bulat telur sungsang; ujung membundar sampai berlekuk; ukuran panjang 5 – 10 cm
5. Tipe biji: biji normal
6. Lainnya: bagian atas dan bawah permukaan daun hampir sama
7. Kulit kayu: halus, retak/celah searah longitudinal, warna kulit krem sampai coklat
8. Ciri khusus: tangkai daun pada bunga dewasa berwarna kuning, helai kelopak menyebar atau sedikit melengkung ke arah buah (pada S. ovata helai kelopak tegak pada buah)
9. Fenologi: berbunga sepanjang tahun (antara 3 – 4 bulan); berbuah pada bulan Mei – Juni dan Oktober – November; pembuahan sampai masak memakan waktu 2 – 3 bulan
10. Spesies yang mirip: S. caseolaris, S. ovata
11. Habitat: tumbuh di lumpur berpasir di muara sungai, sering ditemukan di daerah tepian yang menjorok ke laut, daerah dengan salinitas relatif tinggi

B. Bunga
1. Rangkaian: 1 sampai beberapa bunga bersusun, di ujung atau cabang/dahan pohon
2. Mahkota: putih
3. Kelopak: 6 – 8 helai, merah dan hijau
4. Benang sari: banyak, putih
5. Ukuran: diameter 5 – 8 cm
6. Lainnya: bunga sehari (ephemeral), terbuka menjelang malam hari dan berlangsung sepanjang malam, mengandung banyak madu pada pembuluh kelopak

C. Buah
1. Ukuran: diameter 3,5 – 4,5 cm
2. Warna: hijau
3. Permukaan: halus
4. Lainnya: kelopak berbentuk cawan, menutupi dasar buah, helai kelopak menyebar atau melengkung, berisi 150 – 200 biji dalam buah

Sonneratia caseolaris

A. Umum
1. Komponen: termasuk komponen utama/mangrove mayor
2. Bentuk: pohon, tinggi mencapai 16 m
3. Akar: akar nafas, berbentuk kerucut, tinggi dapat mencapai 1 m
4. Daun: susunan tunggal, bersilangan; bentuk jorong sampai oblong; ujung membundar, dengan ujung membengkok tajam yang menonjol; ukuran panjang 4 – 8 cm
5. Tipe biji: biji normal
6. Lainnya: ranting menjuntai
7. Kulit kayu: halus
8. Ciri khusus: bunga dewasa memiliki tangkai daun pendek dengan dasar berwarna kemerah-merahan, benang sari berwarna merah dan putih, akar nafas yang berkembang dengan baik dapat mencapai tinggi lebih dari 1 m, lebih tinggi dibandingkan S. alba
9. Spesies yang mirip: S. alba, S. ovata
10. Habitat: tumbuh di tepi muara sungai terutama pada daerah salinitas rendah dengan campuran air tawar

B. Bunga
1. Rangkaian: 1 sampai beberapa bunga bersusun, di ujung
2. Mahkota: merah
3. Kelopak: 6 – 8 helai, hijau
4. Benang sari: tak terhitung, merah dan putih
5. Ukuran: diameter 8 – 10 cm
6. Lainnya: bunga sehari (ephemeral), terbuka menjelang malam hari dan berlangsung sepanjang malam, mengandung banyak madu pada pembuluh kelopak

C. Buah
1. Ukuran: diameter 6 – 8 cm
2. Warna: hijau kekuning-kuningan
3. Permukaan: mengkilap
4. Lainnya: kelopak datar, memanjang horisontal, tidak menutupi buah, helai kelopak menyebar, buah lebih besar dari S. alba, mengandung 800 – 1200 biji dalam buah, dapat dimakan

Demikian secuil informasi tentang Sonneratia. Semoga bisa bermanfaat bukan hanya untuk Saudara A'yun saja, tetapi juga berguna bagi kita semua. Amiin.

3 comments:

  1. p.s. untuk anoksik:
    meskipun secara langsung bisa dikatakan kondisi anoksik adalah kondisi beracun, tapi arti sebenarnya dari anoksik adalah kurang oksigen atau tidak ada oksigen. hal ini disebabkan ketidakberadaan oksigen di satu tempat bisa membuat satu pohon (dalam hal ini mangrove) bisa mati, oleh karena itu untuk beradaptasi mangrove membuat mekanisme akar nafas

    ReplyDelete
  2. Mengapa S. ovata tidak diuraikan, padahal foto di atas adalah Sonneratia ovata?

    ReplyDelete
  3. @Anonymous : Salam MANGROVER! Kami hanya mencuplik Menurut Kitamura. Bila Anda mmeiliki informasi mengena S. ovata, bisakah Anda berbagi di sini? Kami tunggu, ya. :-) Semangat MANGROVER!

    ReplyDelete