27.2.08

Mangrove Ujung Piring Jepara, Kembali Menangis!

Semarang - KeSEMaTBLOG. Lihatlah foto di samping ini. Setelah kami sempat berduka cita karena pembabatan Pemphis acidula secara serampangan, kini kami kembali mengelus dada karena Rhizophora apiculata juga ditebang. Akar dan batangnya yang seharusnya menjulang tinggi hingga 10 meter, harus terpaksa “buntung” akibat ulah oknum masyarakat Ujung Piring Jepara yang tak tahu fungsi dan manfaat mangrove. Fakta ini kami temukan pada saat berkunjung ke rumah sahabat kami bernama mangrove, beberapa hari yang lalu.

Tujuan awal kami, selain ingin lebih mengenal mereka secara lebih mendalam lagi, adalah juga untuk mengumpulkan bayi-bayi kecil mereka, untuk kemudian kami tanam di Teluk Awur Jepara, pada saat acara tahunan kami Mangrove Cultivation: Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove. Pada saat mencari dan mengumpulkan bayi-bayi inilah, kami menemukan sesuatu yang sangat mencengangkan.

Memang, apabila dilihat dari depan, vegetasi mangrove Ujung Piring sangatlah lebat. Rimbunnya pepohonan R. apiculata, pada awalnya sempat mengecoh kami akan keberhasilan regenerasi jenis ini di hutan mangrove yang terletak di pinggiran Kota Jepara. Namun, ternyata pemandangan itu hanyalah semu belaka. Apa pasal? Karena begitu kami merengsek ke dalam, semua yang lebat itu hilang seketika, berganti dengan sebuah pemandangan yang sangat mengenaskan.

Kami tak bisa berucap, sempat melongo bahkan speechless, pada saat melihat pemandangan mengerikan itu. Kalau Anda mencermati di belakang KeSEMaTERS, puluhan mangrove ditebangi, dirusak dan hanya disisakan beberapa buah saja, di bagian tepinya. Selebihnya, kami melihat potongan-potongan kayu mangrove ditumpuk di sekitar tambak yang banyak ditemukan di sekitar lokasi.

Hipotesa kami, alasan ekonomilah yang menjadi penyebab rusaknya hutan mangrove di Ujung Piring Jepara. Setelah P. acidula dibabat dan R. apiculata ditebang. Sekarang kita tunggu saja, oknum itu mau “membunuh” apa lagi? Semoga saja, dengan informasi ini, PEMKAB Jepara lebih peka lagi dalam menindaklanjuti fenomena penebangan ini. Mari lebih peduli dengan mangrove kita. Jangan biarkan Mangrove Ujung Piring Jepara, kembali menangis!