27.1.15

Gelar MANGROVENERGY, PLN JMK dan KeSEMaT Tanam 10.000 Mangrove di Mangunharjo, Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 23 Januari 2015, KeSEMaT dan PT. PLN Jasa Manajemen Konstruksi (JMK) sukses menyelenggarakan program MANGROVENERGY (ME): PLN Mangrovekan Negeri, yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi mengenai berbagai industri mangrove kreatif, sekaligus menyelamatkan ekosistem mangrove di pesisir Mangkang Wetan dan Mangunharjo, dengan melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora.

Kegiatan diikuti oleh kurang lebih dua ratus orang peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, LSM, dinas pemerintahan, kelompok tani, warga Mangkang Wetan, dan kelompok kerja mangrove Jawa Tengah dan Kota Semarang.

MANGROVENERGY dipusatkan di lapangan sepakbola Mangkang Wetan dan Sentra Produksi Jajanan Mangrove dan Batik Mangrove KeSEMaT, yaitu Mas Jamang dan Batik Bakau. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 13.30 WIB, yang dimulai dengan sambutan-sambutan, tarian penyambutan, fashion show Batik Bakau, simbolisasi penyerahan bibit mangrove, penanaman mangrove dan penutupan.

Kegiatan diawali dengan prosesi pemberangkatan peserta dari GSG UNDIP Tembalang menggunakan dua bus. Setelah sampai di Mangkang Wetan, acara dibuka dengan beberapa sambutan. Sambutan diawali oleh Ketua Pelaksana MANGROVENERGY, yaitu Sdr. Hari Prayogi (DP) yang menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan dan harapan kedepan dari PT. PLN JMK dan KeSEMaT, sehingga bekerjasama menyelenggarakan MANGROVENERGY.

Sambutan selanjutnya adalah Presiden KeSEMaT, yaitu Sdr. Dinuarca Endra W. yang menjelaskan mengenai afiliasi mangrove KeSEMaT dalam rangka penyelamatan hutan mangrove di Indonesia. KeSEMaT mendirikan komunitas relawan mangrove KeMANGTEER, perusahaan mangrove CV. KeMANGI dan yayasan mangrove IKAMaT.

Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang (KKMKS) juga memberikan sambutannya, yang menjelaskan mengenai program kerja yang akan, sedang dan sudah dijalankan. Beberapa kegiatan penanaman mangrove lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, juga dijelaskan oleh KKMKS yang diwakili oleh Dinas Pertanian, sebagai Ketua KKMKS di tahun ini.

Sambutan dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata dari pengurus Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jawa Tengah, yang diwakili oleh Bapak Safrudin. Dalam sambutannya, Bapak Safrudin menjelaskan tentang kegiatan KKMD Jawa Tengah bersama dengan KeSEMaT, yang melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin ke titik-titik rawan abrasi di pantai utara dan selatan Jawa Tengah.

Sambutan terakhir adalah dari CSR PT. PLN JMK yang menerangkan mengenai tujuan pengalokasian dana CSR PLN untuk program rehabilitasi mangrove di Mangkang Wetan. Hasil dari program ME diharapkan dapat membantu warga Semarang dalam menyelamatkan pesisirnya, sekaligus menghijaukan pantai Mangkang Wetan. Dalam kesempatan ini, PLN JMK juga membuka ME secara resmi.

Setelah sambutan-sambutan, acara diteruskan dengan tarian-sambutan khas Semarangan dan fashion show batik mangrove, dengan tema Dahayu Warna Adhikari oleh Batik Bakau, salah satu industri mangrove kreatif dari KeSEMaT di bawah manajemen CV. KeMANGI.

Batik Bakau menampilkan empat buah koleksi terbarunya, tetap dengan ciri khasnya warna coklat, sebagai warna batik asli dari serasah propagul mangrove kering yang jatuh ke tanah.

Selesai pementasan Batik Bakau, CSR PLN memberikan bantuan berupa 10.000 bibit mangrove kepada kelompok tani mangrove Mangkang Wetan, dengan harapan agar dapat membantu program rehabilitasi mangrove yang saat ini, memang sedang marak dilakukan di sana.

Peragaan teknik penanaman mangrove adalah acara selanjutnya, yang diinformasikan secara langsung oleh KeSEMaT. Dalam peragaannya, KeSEMaT meminta peserta MANGROVENERGY untuk cermat dalam melakukan penanaman bibit dengan cara mengikatnya ke ajir menggunakan ikatan delapan.

Setelah semua acara pembukaan MANGROVENERGY selesai dilaksanakan, acara penanaman mangrove dimulai, yang diawali dengan seremonial penanaman mangrove oleh KeSEMaT, PLN JMK dan para tamu undangan.

Selanjutnya, ratusan peserta, melanjutkannya dengan melakukan aksi penanaman mangrove massal di pesisir Mangkang Wetan, Semarang. Lokasi penanaman berada di sekitar area pertambakan warga, dengan tujuan untuk menghijaukan pesisir pantai Semarang.

Peserta penanaman nampak sangat senang mengikuti MANGROVENERGY. "Acaraya keren, sebuah upaya penyelamatan pesisir Semarang dengan mangrove. Lanjutkan!" kata salah satu peserta.

Selesai penanaman 10.000 bibit Rhizophora, untuk program monitoring dan evaluasi bibit mangrove yang sudah ditanam akan dilanjutkan oleh warga dan kelompok tani setempat, dengan pengawasan langsung dari KeSEMaT.

Setelah bersih diri dan makan siang, foto bersama menutup keseluruhan rangkaian acara MANGROVENERGY yang berjalan dengan baik dan lancar.

Semoga saja, kegiatan ini dapat membantu pelestarian ekosistem mangrove di Semarang pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Amin. Semangat MANGROVER!