21.8.15

KeSEMaT Teliti Efektivitas Metode Rumpun Berjarak di Pulau Kelapa Dua

Jakarta - KeSEMaTBLOG. Pada liburan semester ini (Agustus 2015), Sdri. Audy Ramadhani (MENDIKTAN) sebagai perwakilan dari KeSEMaT, berkesempatan mangroving ke Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu dalam rangka Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 15 hari. Kegiatan ini dibawah bimbingan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu (BTNKpS). MENDIKTAN KeSEMaT ini, melakukan pengambilan data mangrove yang ada di Pulau Kelapa Dua untuk memonitoring mangrove hasil rehabilitasi.

Terdapat hal unik yang dapat ditemukan di Pulau Kelapa Dua. Mangrove yang ada di sana, hampir semuanya adalah hasil rehabilitasi dengan metode penanaman rumpun berjarak dimana mangrove yang tumbuh terlihat bergerombol dalam satu rumpun.

Metode ini memang diterapkan di seluruh wilayah Kepulauan Seribu, dikarenakan media tanam yang berupa pasir sehingga zat hara yang terkandung di dalamnya sangat sedikit dan wilayahnya yang dipengaruhi gelombang musim barat dan musim timur.

Menurut BTNKpS, kelebihan dari metode ini adalah dapat menjaga kekokohan bibit yang ditanam agar dapat meminimalisasi tingkat kematian akibat terpaan gelombang.

Selain itu, metode ini juga dapat menjerat zat hara dan dapat memperkokoh media pada lokasi lahan berpasir/berkarang yang labil.

Sdri. Audy mengambl data jumlah batang yang ada pada tiap rumpun, tinggi dan luas area. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi, pertumbuhan dan tingkat kehidupan mangrove yang ditanam melalui hasil rehabilitasi di Pulau Kelapa Dua.

Mangrove yang ditanam sejak tahun 2005-2007 tersebut nampak tumbuh dengan baik, menandakan metode yang dilakukan efektif.

Selain mangrove, keindahan alam lain yang ada di Pulau Kelapa Dua memberi kesan menyenangkan selama PKL. Hal ini tentu saja menambah kecintaan akan mangrove yang membentang sangat indah di pulau tersebut.