11.8.15

DUMATRA 2015 Lakukan Analisis Vegetasi Mangrove di Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara

Kendari - KeSEMaTBLOG. Duta Mangrove KeSEMaT Putra (DUMATRA) 2015, Sdr. Alve Hadika, mengisi liburan dengan melakukan mangroving, berupa kunjungan ke Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kota Kendari. Kunjungan dalam rangka Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini, menjadi kesempatan bagi Sdr. Alve untuk mengenal lebih dekat dengan ekosistem mangrove yang hidup di wilayah tersebut.

“Saya memilih Analisis Vegetasi Mangrove sebagai judul PKL saya, selain ingin melihat mangrove di sini, saya juga ingin mendapatkan data-data kerapatan, keseragaman, dan lain-lain” ujarnya.

PKL ini dilakukan selama 15 hari kerja, yaitu dari tanggal 27 Juli sampai dengan 14 Agustus 2015 dimana Sdr. DUMATRA 2015 berada dibawah bimbingan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari.

Ditemani seorang teman dari universitas yang sama, Sdr. Alve melakukan pengamatan di Teluk Kendari dengan tiga titik stasiun yang berbeda. Ketiga titik tersebut terletak di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Lahundape dan Kelurahan Kambu.

Dibekali alat-alat yang disediakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari, pengamatan berjalan dengan lancar dan optimal.

Pengamatan diawali dengan menggelar transek dengan tiga ukuran yang berbeda, dimana pada masing-masing ukuran terdapat juga perbedaan objek yang diamati, yaitu pohon, sapling dan seedling.

“Jenis mangrove yang ada di sini tidak jauh berbeda dengan jenis mangrove yang ada di Pulau Jawa. Saya juga menemukan genus seperti Rhizophora, Avicennia, Sonneratia, Bruguiera dan lain-lain di sini, hanya saja ukuran dan tinggi pohonnya agak sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan mangrove yang ada di Pulau Jawa,” kisah staf MENWIRA ini, selesai melakukan pengamatan.

Lebat dan luasnya kawasan mangrove di Teluk Kendari membuat Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari berencana untuk membuat mangrove tracking agar kawasan mangrove dapat menjadi sarana rekreasi.

“Saya berharap mangrove di sini tetap lestari dan program pembuatan tracking mangrove dapat terlaksana dengan baik agar tercipta pesisir yang hijau dan jauh dari abrasi,” pungkasnya.