14.8.15

Lolos Grand Final, Donie dan Cahyadi Wakil KeMANGTEER dan KeSEMaT di HiLo Green Leader 2015

Jakarta - KeSEMaTBLOG. Senang sekali, dua Mangrover dari afiliasi KeSEMaT, yaitu Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (Alumni KeSEMaT owner Batik Bakau) dan Sdr. Donie Latuparisa (Sekjen KeMANGTEER Indonesia) terpilih sebagai Grand Finalist HiLo Green Leader 2015 yang diselenggarakan oleh HiLo, salah satu perusahaan produk minuman kesehatan di Indonesia. Keduanya terpilih menjadi sosok inspiratif di Indonesia bersama dengan 12 anak muda lainnya, yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia.

HiLo Green Leader 2015 merupakan program lama dengan konsep baru, dimana di tahun sebelumnya, HiLo menyelenggarakan HiLo Green Ambassador. Masih berkonsep yang sama, yaitu hijau, kali ini HiLo benar-benar menghadirkan sosok inspiratif, para pejuang lingkungan yang prestatif dengan segudang karya dan prestasinya.

Sdr. Cahyadi sendiri adalah pendiri Batik Bakau yang berhasil memberdayakan perempuan, para istri nelayan di pesisir Semarang, untuk mengembangkan batik berbahan dasar buah mangrove yang telah busuk untuk kemudian diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan batik dengan kualitas yang tinggi dan dijual ke level nasional dan internasonal.

Sementara itu, Sdr. Donie tak kalah hebatnya, sebagai Sekjen KeMANGTEER Indonesia dan juga pengurus WALHI di Sumatera Utara, dia berhasil menghimpun kekuatan para Mangrover di delapan kota di Indonesia untuk melakukan berbagai aksi mangroving inspiratif, dalam upayanya menyelamatkan hutan mangrove yang ada di Indonesia.

"Saya mengenal baik keduanya dan memang keduanya pantas menjadi grand finalist yang akan menginspirasi dan memotivasi Indonesia dengan karya-karyanya di bidang lingkungan pesisir, khususnya mangrove. Donie mewakili Sumatera Utara dan Cahyadi mewakili Jawa Tengah, dan mereka lahir dari akar yang sama, afiliasi mangrove yang sama, ini luar biasa!," ujar Sdr. Faisal selaku Dirut Yayasan IKAMaT.

Setelah lolos sebagai grand finalist, keduanya akan menjalani tahap karantina dan berkesempatan mendapatkan hadiah Rp. 35.000.000,- dan menyuarakan konsep pengembangan mangrove asli Indonesia ke tingkat dunia dengan mengikuti konferensi internasional di luar negeri. Selamat dan sukses untuk keduanya. Semangat MANGROVER!