15.8.15

KeSEMaT Pembicara Jambore Mangrove Nasional di Karangsong, Indramayu

Indramayu - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 13 Agustus 2015, Sdr. Cahyadi A. Kurniawan, S.Kel dan Sdr. Kamto Wahyono, S.Kel keduanya adalah owner Batik Bakau dan Mas Jamang, dua produk industri mangrove kreatif besutan KeSEMaT, menjadi pembicara untuk materi pengenalan dan pemanfaatan olahan mangrove dalam acara Jambore Mangrove Nasional 2015 di Pantai Karangsong, Indramayu, Jawa Barat.

Acara ini diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jambore mangrove nasional yang dihadiri oleh 1500 peserta yang berasal dari sekolah menengah pertama dan menengah atas ini terlihat sangat menikmati jambore dengan tema mangrove di tahun ini. Acara berlangsung pada tanggal 12 sampai dengan 14 Agustus 2015.

KeSEMaT memperkenalkan kepada seluruh peserta mengenai produk yang berhasil diolah dengan bahan dasar dari mangrove, baik itu buahnya, serasahnya, dan bagian pohon lainnya.

"Senang sekali KeSEMaT kembali dipercaya untuk berbagi ilmu dengan Adik-adik Pramuka di sini. Mereka sangat antusias ingin mengenal lebih dekat dengan mangrove. Terima kasih kepada KKP dan Kwarnas, juga semua pihak yang telah menginisiasi kegiatan positif ini," ujar Sdr. Rohmat Kuslarsono selaku Dirut CV. KeMANGI yang juga turut hadir di acara ini.

"Mangrove sebagai pewarna batik dan mangrove sebagai olahan makanan adalah salah dua dari banyak lagi produk lain yang bisa dihasilkan dari mangrove. Jadi, mangrove jangan ditebang, harus dibudidaya, dilestarikan untuk kehidupan masyarakat pesisir," terang Sdr. Kamto kepada puluhan peserta di salah satu tenda perkemahan yang menjadi pusat kegiatan jambore mangrove.

Dalam kesempatan ini, KeSEMaT juga memaparkan proses membatik mangrove yang diawali dari tujuan konservasi hingga pemanfaatannya, dan berhasil mendapatkan respon yang positif dari seluruh peserta jambore.

Antusiasme juga ditunjukan oleh peserta ketika mendapatkan pemaparan mengenai proses pembuatan kerupuk dari buah mangrove jenis Lindur. Peserta menjadi tambah penasaran ketika sudah mencicipi lezatnya krupuk lindur.

"Krupuk mangrove ini gurih banget, gak nyangka ini dibuat dari tumbuhan pesisir di lumpur yang bernama mangrove, itu," ujar mereka keheranan.

Keseluruhan acara yang berlangsung selama tiga hari ini berjalan dengan baik dan lancar dan mendapat sambutan yang luas dari media massa di Indonesia.