19.4.16

KeSEMaT Berikan Penyuluhan Mangrove di HUT Persit Kartika Chandra Kirana dan Dharma Pertiwi

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pagi ini (22/3/16), bertempat di Maron Mangrove Edu Park (MMEP), Semarang, KeSEMaT memberikan penyuluhan mangrove kepada peserta penanaman mangrove, dalam rangka memperingati HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-70 dan HUT Dharma Pertiwi ke-52. Perwakilan KeSEMaT, yaitu Sdr. Fahmi Abdullah Basyari (DP), menyampaikan fungsi dan manfaat mangrove, juga arti pentingnya mangrove bagi kehidupan manusia, sebelum dilakukan penanaman mangrove kepada kurang lebih 50-an peserta penanaman mangrove.

"Mangrove sangat penting untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada di bumi. Selain berfungsi ekologis sebagai pemijahan anak-anak ikan, juga bermanfaat secara ekonomi, karena dapat dimanfaatkan sebagai berbagai olahan makanan dan minuman yang bergizi," jelas Sdr. Fahmi, dalam penyuluhannya. Sebelumnya, kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan.

"Kesadaran akan peranannya dalam melestarikan lingkungan amat penting untuk ditanamkan di dalam jiwa, karena hal itulah yang menjadi dasar untuk turut serta menciptakan lingkungan yang hijau, bermanfaat dan berkelanjutan." Pesan inilah yang disampaikan oleh Ibu Munik Jaswandi, selaku Ketua Persatuan Isteri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Pangdam IV Diponegoro, sekaligus Ketua Dharma Pertiwi B, pukul 07.00 WIB di MMEP.

Dalam sambutannya di aksi Tanam 5.000 Bibit Mangrove yang diselenggarakan di Pantai Maron, Semarang, Ibu Munik menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari partisipasi Persit untuk mendukung program Pemerintah Kota Semarang sebagai upaya pelestarian ekosistem mangrove, juga dalam rangka menyambut Hari Jadi Persit ke-70 dan Dharma Pertiwi ke-52. 

"Kegiatan serupa juga pernah dilakukan pada tahun 2014 silam, dan setiap tahunnya kami juga sudah menyelenggarakan kegiatan penanaman, jadi tidak hanya dalam merayakan HUT TNI saja. Kegiatan penanaman mangrove dipilih, karena tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan alternatif yang dapat digunakan dalam menghijaukan daratan," jelasnya.

"Sebagai informasi, MMEP merupakan sebuah kawasan milik Penerbad yang saat ini dikelola bersama dengan PT. Phapros dan mitra kerjanya, yaitu kami dari KeSEMaT dan Yayasan IKAMaT yang memiliki luas lahan kurang lebih 32 ha. Di kawasan ini, kita dapat melihat lalu-lalang pesawat terbang karena lokasinya memang berdampingan dengan Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang," terang Sdr. Fahmi saat ditemui selepas memberikan penyuluhan.

"Senang sekali mendapatkan kesempatan berbagi pengetahuan mangrove kepada Ibu-ibu Persit di acara ini. KeSEMaT memang memiliki misi untuk mengkampanyekan mangrove ke semua kalangan, golongan masyarakat Indonesia, tak terkecuali dengan Persatuan Isteri Prajurit, di pagi ini," pungkasnya.

Acara yang dilanjutkan dengan penanaman mangrove di MMEP ini, berjalan dengan meriah yang ditutup dengan istirahat dan ramah tamah antar peserta dengan stake holder terkait pengelolaan mangrove di Semarang dan sekitarnya. (MM).