3.4.16

Lolos PKM-K DIKTI, Eldita Amalia: Biji Ketapang Berprotein Tinggi

Semarang - KeSEMaTBLOG. "Biji Ketapang, berprotein tinggi," demikian ujar Sdri. Eldita Amalia (staf ahli MENPORSI) saat ditemui di kantornya, yaitu Kantor KeSEMaT, Semarang. Bersama timnya, Sdri. Eldita yang beberapa hari lalu berhasil lolos dalam seleksi Program Kreatifitas Mahasiswa - Kewirausahaan (PKM-K) dari Pendidikan Tinggi (DIKTI) ini, menjelaskan mengenai kegunaan Ketapang, salah satu jenis mangrove asosiasi yang sering dijumpai hidup di kawasan pesisir, berdampingan dengan mangrove.

"Berdasarkan beberapa literatur dan jurnal, dapat diketahui bahwa Terminalia catappa atau Ketapang ini memiliki kandungan protein yang tinggi. Tentu saja, protein ini berguna sekali bagi tubuh kita," terangnya.

Saat ini, staf ahli MENPORSI Kabinet Daniswara KeSEMaT ini sedang mengerjakan tahapan produksi tepung Ketapang yang rencananya akan dilakukan di Pusat Jajanan dan Batik Mangrove Semarang, bekerjasama dengan warga binaan KeSEMaT, yang lebih dulu memproduksi tepung Api-api dan Lindur dengan label Mas Jamang.

"Kami bekerjasama dengan warga binaan KeSEMaT, dalam hal ini Mas Jamang, yang memang lebih berpengalaman dalam memproduksi tepung buah mangrove. Dengan adanya Tepang atau Tepung Ketapang ini, maka diharapkan olahan mangrove dapat lebih bervariasi lagi, yang bertujuan untuk membantu meningkatkan mata pencaharian warga pesisir," jelasnya lebih lanjut.

Bahan baku Tepang, menurut Sdr. Eldita didapatkan dari kampusnya, yaitu FPIK UNDIP. Ketapang ternyata mampu hidup di daratan layaknya tanaman darat lainnya, walaupun sering terlihat hidup di pesisir dan hidup berdampingan dengan mangrove.

"Ketapang memang tanaman darat, jadi bisa hidup dimana saja, tak terkecuali di pekarangan rumah Saudara saya. Jadi, apabila dikembangbiakkan dan dibudidaya dengan baik, maka kita akan mendapatkan diversifikasi produk makanan dari Ketapang ini," ujarnya.

Seperti Mas Jamang yang sudah dikenal lebih dulu, maka Tepang juga akan didaftarkan ke Dinas Kesehatan di Semarang untuk mendapatkan PIRT sebagai tanda aman konsumsi juga Sertifikasi Halal dari MUI.

"Labelnya Tepang atau Tepung Ketapang. Dalam Bahasa Jawa, Tepang filosofinya bertemu atau berkenalan. Jadi, menurut tim kami, ini sebuah nama yang baik yang berarti mempertemukan sekaligus memperkenalkan penemuan baru berupa tepung Ketapang kepada masyarakat," jelasnya. "Mohon doanya, semoga Tepang dapat bermanfaat buat orang banyak. Tujuannya, selain kampanye pelestarian mangrove, tentu saja agar hutan mangrove tak lagi dianggap sebagai kawasan yang tak berguna, melainkan SDA dengan fungsi dan manfaat yang luar biasa," pungkasnya. (MM/AP).