29.3.16

Penurunan Tanah di Semarang Capai 1,3 Meter

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 21 Maret 2016, mulai pukul 12.00 - 15.00 WIB, KeSEMaT kembali menghadiri rapat koordinasi Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang (KKMKS) yang membahas mengenai persiapan bahan paparan untuk audiensi dengan Walikota Semarang. Dalam kesempatan kali ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Alve Hadika (MENWIRA) dan didampingi oleh Sdr. Fahmi Abdullah Basyari (DP).

Rapat yang turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Yayasan IKAMaT, dan akademisi dari UNNES dan UNDIP ini, diadakan di salah satu resto di Semarang.

Pertemuan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pemutaran video rancangan konsep pengelolaan mangrove di Semarang yang akan dipresentasikan kepada Walikota Semarang pada saat audiensi nanti.

"Di dalam video diperlihatkan kondisi ekosistem mangrove di Kota Semarang ketika masih hijau hingga kondisi mangrove yang memburuk dari tahun ke tahun, sampai dengan kondisi terkini," jelas Sdr. Alve. Peserta rapat nampak serius memperhatikan presentasi untuk dibawa hasilnya ke sesi diskusi," tambahnya.

Setelah pemutaran video, rapat dilanjutkan dengan paparan presentasi yang dibawakan oleh Sdr. Ganis R. E. selaku Direktur Teknologi Informasi dari Yayasan IKAMaT.

Di dalam presentasi, dijelaskan mengenai perkembangan wilayah pesisir Kota Semarang, yang sebelumnya hanya sampai di wilayah Sam Poo Kong saja, namun kemudian direklamasi hingga ke Pantai Marina, dengan tujuan untuk memperbesar wilayah.

Namun, reklamasi ini berdampak buruk bagi kondisi tanah dan lingkungan di Kota Semarang. Setidaknya, dalam sepuluh tahun terakhir telah terjadi penurunan tanah sebesar 1,3 meter.

“Hal inilah yang menyebabkan maraknya abrasi di wilayah pesisir Kota Semarang,” jelas Sdr. Ganis pada saat memaparkan presentasi.

Setelah pemaparan presentasi, peserta rapat menjalankan sesi diskusi langsung, untuk mengkoreksi, mengkritisi dan memberi saran terhadap presentasi agar menghasilkan presentasi yang optimal.

Segala bentuk saran tersebut ditampung dan akan dibahas lagi pada rapat selanjutnya yang direncanakan pada tanggal 28 Maret 2016.

“Sebagai tim audiensi ke walikota dan anggota KKMKS, saya berharap audiensi ini akan berhasil dilaksanakan dan memberikan dampak baik bagi mangrove dan pengembangan kawasan pesisir di Kota Semarang,” tutup Sdr. Fahmi, setelah rapat berakhir. (AH/FAB).