26.3.16

Ardyan Syahputra: Kampanyekan Mangrove Indonesia Hingga ke Mancanegara

Yogyakarta - KeSEMaTBLOG.  Pada tanggal 18 - 19 Maret 2016, KeSEMaT melaksanakan program KF (KeSEMaTFAIR) di dua tempat sekaligus, yaitu di Gedung B FPIK UNDIP pada tanggal 18 Maret 2016 dan di SMAN 1 Sedayu, Yogyakarta pada tanggal 19 Maret 2016. KF ini dibagi menjadi dua tim, yaitu tim Bruguiera di Gedung B FPIK UNDIP dan tim Rhizophora di SMAN 1 Sedayu, Yogyakarta. 

Pada hari pertama, KF yang dilaksanakan di Gedung B FPIK ini dikoordinatori oleh Sdr. Alve Hadika (MENWIRA) dengan anggota timnya, yaitu Sdri. Syarabilla (MENKEU). KF yang dilaksanakan oleh KeSEMaT bertepatan dengan program Visitasi Akreditasi Program Studi Ilmu Kelautan yang dikunjungi oleh tim Asesor dari BAN-PT, Jakarta.

KF ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh DEPKOMSI KeSEMaT. Berbeda dengan KF sebelumnya, kali ini KeSEMaT menampilkan produk olahan mangrove, seperti Mas Jamang dan Batik Bakau beserta dengan bahan dasar dan proses pengolahannya masing-masing.

Tim Asesor yang datang mengunjungi stand KeSEMaT sangat antusias untuk menanyakan tentang produk olahan mangrove dari KeSEMaT dan juga mencicipi stik lindur yang berasal dari buah Bruguiera gymnorrhiza.

“Ini batik bakau? Unik, ya. Bagaimana cara pembuatannya?” tanya salah satu tim Asesor.

Sdri. Syarabilla yang saat itu berkesempatan menjaga stand-pun menjawab dengan sangat antusias, mulai dari bahan dasar, pengolahan hingga pemasarannya.

“Program ini sangat bagus, karena dengan adanya program ini, maka masyarakat akan tahu bahwa mangrove dapat diolah menjadi apa saja, tanpa mengurangi nilai konservasi dari mangrove tersebut,” ujar Sdr. Alve Hadika (MENWIRA).

Hari kedua, KeSEMaT diberikan kesempatan untuk melaksanakan KF kedua di SMAN 1 Sedayu, Yogyakarta. Tim Rhizophora yang meluncur ke Kota Gudeg Yogyakarta dikoordinatori oleh Sdr. Ardyan Syahputra (MENKOMSI).

KF ini bertepatan dengan kegiatan Expo Universitas yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Sedayu. Acara ini dibuka untuk umum, sehingga seluruh elemen masyarakat Yogyakarta dapat mendatangi acara expo ini.

Kali ini KeSEMaT tidak sendirian, bersama dengan dua UPK Ilmu Kelautan lainnya, KeSEMaT memperkenalkan jurusan Ilmu Kelautan dan tidak lupa mengkampanyekan gerakan pelestarian pesisir dihadapan para siswa-siswi se-Yogyakarta.

KF kali ini mengangkat isu tentang abrasi yang mengakibatkan terjadinya perubahan garis pantai. Banyak siswa-siswi yang aktif bertanya dan berminat untuk ikut menjaga dan melestarikan kawasan hutan mangrove di Indonesia.

“Acara ini sangat membangun, saya jadi ingin ikut melestarikan hutan mangrove agar abrasi di pesisir Indonesia dapat teratasi,” ujar salah satu siswa SMAN 1 Yogyakarta.

“Saya sangat senang sekali bisa menjadi delegasi KeSEMaT untuk mengampanyekan mangrove dan menggalakkan cinta mangrove di berbagai tempat, khususnya Yogyakarta ini. Saya akan terus mengampanyekan mangrove di seluruh Indonesia bahkan hingga ke mancanegara mengikut jejak KeSEMaTER lainnya. Memang, sudah saatnya, konsep pembangunan mangrove Indonesia didengar di luar negeri,” tekad Sdr. Ardyan. Kegiatan KF di dua tempat ini ditutup dengan sesi foto bersama pada masing-masing kota. (MEA/AS).