10.4.17

Persiapan Penelitian Mangrove, Blue Forests Kunjungi KeSEMaT

Semarang - KeSEMaTBLOG. "Hari ini (7/4/17), dari siang hingga sore hari, Blue Forests atau Yayasan Hutan Biru dari Makassar berkunjung ke Kantor KeSEMaT. Mereka berdiskusi dengan kami sehubungan dengan penelitian mangrove yang akan dijalankan di Gorontalo dan Demak," jelas Sdr. Febryadi Fajar S. (Presiden). "Rombongan Blue Forests dipimpin langsung oleh Direkturnya, yaitu Bapak Yusran dan tim, ada Bapak Ben Brown, Ibu Layla dan lain-lain," tambahnya.

Blue Forests diterima langsung oleh Presiden KeSEMaT dan founder KeSEMaT, Bapak Aris Priyono. Banyak hal yang didiskusikan dalam pertemuan ini, diantaranya mengenai teknis dan konsep program rehabilitasi mangrove yang telah dijalankan oleh kedua institusi.

"Kami banyak berdiskusi mengenai jenis alat pemecah ombak yang pernah diimplementasikan oleh KeSEMaT di pesisir Semarang. Ada juga pembahasan mengenai konsep pengembangan pemberdayaan masyarakat yang sudah diimplementasikan di area kerja masing-masing," tutur Presiden KeSEMaT.

Pada pertemuan ini, memang banyak dibicarakan mengenai konsep pemberdayaan masyarakat oleh kedua instansi. Founder KeSEMaT menjelaskan mengenai adanya perubahan sosial pada masyarakat saat pola pendampingan mulai dilaksanakan.

"Mas Aris mengingatkan perlu adanya kehati-hatian dalam mengembangakan konsep pendampingan kepada masyarakat, mengingat dapat berdampak pada pergeseran psikologis, sosial dan budaya kedepannya. Selain itu, pendampingan yang kontinyu wajib dilakukan agar konsep pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan optimal," terang Sdr. Febry lebih lanjut.

"Kami mengetahui KeSEMaT sudah sejak lama," ujar Bapak Ben dari Blue Forests. "Kami sangat mengapresiasi usaha KeSEMaT dalam mengembangkan produk-produk olahan mangrove di Indonesia," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Bapak Ben juga menceritakan mengenai Kelompok Kerja Mangrove Daerah yang sedang digalakkan oleh Blue Forests di wilayah kerjanya.

"Kami juga belajar rehabilitasi mangrove dari buku-buku yang ditulis oleh Blue Forests yang dulunya adalah Mangrove Action Project Indonesia. Beberapa konsep juga kami adopsi untuk membantu warga pesisir di Semarang, khususnya dalam menanggulangi kawasan pesisirnya dengan mangrove," kata Bapak Aris.

Harapannya, kedepan dapat terjadi kerja sama antara Blue Forests dengan KeSEMaT untuk dapat membantu konsep pengelolaan mangrove di Indonesia. (RM).