2.11.07

Bertemu Bapak Kami, Profesor Mangrove Suyadi

Semarang - KeSEMaTBLOG. Selama dua hari (27-28/10/07), saya dan KeSEMaTERS berkunjung kembali ke kediaman Pak Yadi, di sebuah desa kecil bernama Pasar Banggi, Rembang Jawa Tengah. Saat bertemu dengan beliau di acara KeSEMaTOUR 2007: Pelantikan Kabinet KeSEMaT 2007/2008 dan Sarasehan Mangrove, saya bersyukur pada-Nya, karena beliau dalam keadaan yang sehat, tak kurang suatu apa. Seorang bapak nan arif-bijaksana, berusia tak kurang dari 70 tahun itu, saya lihat masih tetap memiliki semangat juang yang tinggi untuk terus menjaga dan melestarikan mangrovenya, sejak dari tahun enampuluhan sampai dengan sekarang.

Lihatlah foto di atas ini, para KeSEMaTERS sebagai agen muda mangrove, berjalan tegap mendampingi seorang bapak tua yang berbaju kuning-biru dan memakai topi biru. Itulah pejuang dan panutan mangrove kami. Beliaulah Pak Yadi, Sang Pahlawan Mangrove Dari Rembang, yang sangat kami cintai.

Ketulusannya dalam memelihara dan melestarikan mangrovenya secara swadaya tanpa mengharapkan imbalan sepeserpun, kearifannya dalam memimpin kelompok tani mangrovenya, kesabarannya dalam menunggu pertumbuhan bibit-bibit mangrovenya hingga menjadi hutan seperti sekarang, kekuatannya untuk merawat bibit-bibit mangrovenya yang kadang mati dan tak mau tumbuh karena terpaan gelombang laut, selalu kami jadikan inspirasi untuk memacu semangat kami agar mampu bertahan dan berjuang demi mangrove, layaknya beliau.

Sungguh, beliau ini termasuk orang yang sangat langka. Tanpa kenal lelah, hampir seluruh bagian hidupnya, dibaktikannya untuk mengurus mangrove demi menjaga kelestariannya. Usahanya tak sia-sia, di pertengahan tahun 2007 ini, beliau mendapatkan kado manis dari Menteri Lingkungan Hidup negeri ini, berupa sebuah Piagam Penghargaan sebagai Seorang Perintis Lingkungan. “Saya senang, Mas. Tapi sebenarnya bukan itu yang saya cari. Tanpa mengecilkan arti penghargaan Pak Menteri, penghargaan terbesar buat saya adalah saat melihat benih-benih mangrove saya hidup dan tumbuh besar,” begitu kata beliau kepada saya.

Berkat usaha beliau dan kelompoknya, beberapa puluh hektar lahan mangrove yang dulunya rusak dan gundul, sekarang telah berubah menjadi sebuah kawasan hutan mangrove yang indah, penuh dengan spesies mangrove berikut binatang-binatangnya. Berbagai jenis Rhizophora (Bakau), Avicennia (Api-api), Sonneratia (Pidada) dan Bruguiera (Tancang), sudah umum terlihat di ekosistem mangrove yang telah pulih, itu. Sementara itu, puluhan jenis burung, kepiting, gastropod, keong, ikan gelodok, ular, dan beraneka jenis binatang mangrove lainnya, juga nampak memadati hutan mangrove Pak Yadi, yang terbentang di depan ladang-ladang garam.

Semangat yang terus membara dalam diri ketua kelompok tani mangrove Sidodadi Maju itu, telah banyak menginspirasi saya dan KeSEMaTERS untuk tidak berusaha berguna dan berjuang demi diri kami (baca: organisasi kami) sendiri, melainkan juga demi alam dan lingkungan sekitar kami. Pak Yadi menambah semangat dan keyakinan kami, bahwa suatu saat, usaha konservasi, penelitian, pendidikan dan dokumentasi mangrove kamipun akan bisa bermanfaat bagi alam dan kehidupan umat manusia lainnya.

Mengingat usia Pahlawan Mangrove kami yang sudah tidak muda lagi, kami hanya berdoa pada-Nya, agar beliau selalu dalam keadaan sehat, sehingga terus bisa mendarmabaktikan hidup beliau untuk kelestarian mangrove. Selanjutnya, KeSEMaT sebagai sebuah organisasi mangrove yang beranggotakan para pemuda, bertekad akan berdiri dibelakang beliau, meneruskan jejak langkah beliau, sebagai agen mangrove muda yang pantang mundur untuk terus berusaha, bekerja dan berbakti kepada mangrove.