4.12.13

Serunya, Mangroving Sekeluarga ke Mangrove Demak

Demak - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 24 November 2013, KeSEMaT bersama PotTrack melakukan aksi penanaman mangrove di Desa Bedono, Demak. Acara tersebut merupakan rangkaian acara Mangrove For The Future (MFTF). Pada kesempatan ini, KeSEMaT yang diwakili oleh Bpk. Sapto Pamungkas S. Kel (IKAMaT), Sdr. Amrullah Rosadi (Presiden), Sdr. Siti Nurhidayati (Menwebnet), Sdr. Dewi Komala (Staf Ahli Menkeu), dan Sdr. Elia Hendri Astuti (Staf Ahli Menwira) mengajak keluarga pecinta alam untuk mengenal ekosistem mangrove.

Saat melewati hutan mangrove, rombongan melihat tanaman mangrove yang di atas pohonnya banyak ditemui burung kuntul yang sedang bertengger. Tak hanya itu, di Demak, juga terdapat bermacam-macam fauna mangrove, diantaranya ular, ikan gelodok, kepiting, teritip yang membuat kegiatan semakin seru

Pendidikan mangrove sangat penting untuk diperkenalkan kepada keluarga. Salah satunya adalah, selain untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir ini di masa depan, juga karena dengan adanya kegiatan ini, maka hubungan antar keluarga akan menjadi lebih erat, karena dibutuhkan kerja sama tim dalam proses penanaman mangrove.

Para keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak, diajak untuk menanam mangrove. Teknik penanaman yang digunakan adalah teknik banjar harian. Terlihat antusiasme dari para keluarga

Ada beberapa anak yang segan untuk memasukkan kakinya ke dalam lumpur, namun tak sedikit yang menyukai lumpur mangrove.

“Tadi saya menangis pas masuk lumpur mangrove, karena takut. Tapi pas udah masuk ke lumpur, saya gak takut lagi,” ujar Clara, seorang anak peserta MFTF.

Selain itu, ada juga seorang anak yang terheran-heran melihat kondisi Desa Bedono yang saat ini mengalami rob, sehingga rumah-rumah warga tenggelam.

Banyak lumpur dimana-mana, dan dia bingung dengan kondisi di sekitarnya yang banyak sampah berserakan. KeSEMaTER menjelaskan bahwa asal sampah yang menyangkut di ekosistem mangrove adalah aktivitas oknum manusia yang gemar membuang sampah di laut.

Seusai penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan bersih diri dan makan siang, serta pembagian sertifikat kepada anak-anak yang sukses menempuh sesi materi selama dua hari pelaksanaan MFTF. Acara ditutup dengan foto bersama. Salam MANGROVER!