25.6.15

KeSEMaT Hadiri Rapat Updating Data Potensi dan Kerusakan Pesisir Kota Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 24 Juni 2015, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Kantor Dinas Pertanian Kota Semarang, KESEMaT yang diwakili oleh Sdr. Aris Priyono (DK) dan Sdr. Ganis Riyan Efendi (Alumni) menghadiri rapat Penyusunan Updating Data Potensi dan Kerusakan Pesisir Kota Semarang. Kegiatan yang dihadiri oleh para Anggota KKMKS ini, mendengarkan hasil penyampaian materi hasil penelitian konsultan mengenai kondisi terbaru mangrove di pesisir Semarang.

Penelitian dilakukan di Kelurahan Mangkang Wetan dan Mangunharjo yang masing-masing merupakan bagian dari Kecamatan Tugu. Selain itu, juga dilakukan data ground check di Pantai Maron yang merupakan wilayah Kecamatan Semarang Barat dan Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk.

Tim ahli yang melibatkan para konsultan dan akademisi dari UNDIP memaparkan bahwa spesies yang mendominasi di pesisir Kota Semarang adalah dari jenis mangrove Avicennia marina (Api-api).
Juga dilakukan pemaparan mengenai kondisi pesisir Semarang dari udara, dengan menggunakan Citra Landsat 7 dan 8, masing-masing perekaman tahun 2010 dan 2015 untuk mengetahui kondisi luas area dan sebaran mangrove terbaru di pesisir Kota Atlas ini.

Dari data Citra Landsat tahun 2015, dapat diketahui bahwa Sebaran Mangrove di Wilayah Pesisir Kota Semarang mengalami peningkatan luasan yang diakibatkan dari banyaknya program rehabiltasi mangrove di Kota Semarang.

"Data menunjukkan bahwa luasan mangrove di Kecamatan Genuk pada tahun 2010 hanya 8,18 ha dan meningkat menjadi 15,94 ha pada tahun 2015 ini," jelas Faisal, salah satu konsultan. "Ini juga terjadi di Kecamatan Tugu, dimana di tahun 2010 hanya 18,63 ha saja dan meningkat menjadi 48,24 ha di tahun 2015," tambahnya.

Namun demikian, luasan mangrove di pesisir Semarang terbilang sangat kecil, hanya tersisa 68 ha saja.

Selain Avicennia, flora mangrove di Semarang ditemukan berjumlah 26 jenis terdiri dari mangrove mayor, minor dan asosisasi, diantaranya Acanthus, Excoecaria, Sesuvium, Calotropis, Terminalia, Pemphis, Rhizophora, Xylocarpus, Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera dan lain-lain.

Fauna mangrove di pesisir Semarang yang berhasil diteliti, terdiri dari 8 jenis krustasea, 22 jenis burung, gastropoda, polychaeta, zooplankton dan phytoplankton.

"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui updating data terbaru mengenai potensi dan kerusakan yang terjadi di pesisir Kota Semarang. Hasilnya juga akan di-share di web resmi KKMKS. Dengan hasil ini, maka nantinya masyarakat dan pemangku kebijakan terkait akan dapat mengaksesnya secara luas, sehingga pengelolaan mangrove di Semarang akan dapat lebih baik lagi di masa mendatang," pungkas Faisal. (Sumber).