23.8.16

Batik Bakau Diminati Warga Jepang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 9 - 10 Agustus 2016, KeSEMaT ditunjuk sebagai pengisi stand pameran, bertempat di Gedung Gubernuran Jawa Tengah. Pada kesempatan kali ini, stand KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Ardyan Syahputra (MENKOMSI) dan Sdr. Mahbub Murtiyoso (Presiden). Acara ini diselenggarakan oleh FORMIKAN atau Forum Peningkatan Sadar Mutu Karantina Ikan, dalam acara “Gebyar GEMASATUKATA (Gerakan Mayarakat Sadar Mutu dan Karantina Ikan) FORMIKAN Jateng Expo 2016.”

Tujuan dari acara ini adalah pengukuhan FORMIKAN Jawa Tengah dan memamerkan berbagai produk olahan ikan dan laut. Acara dibuka oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah, yaitu Ganjar Pranowo, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai stand yang berada di acara tersebut.

Pada kesempatan kali ini, KeSEMaT ikut memamerkan beberapa produk olahan mangrove, seperti kerupuk, stik, peyek dari Mas Jamang dan Batik Bakau.

Kali ini ada yang baru dari stand milik KeSEMaT, khususnya Batik Bakau. Biasanya Batik Bakau yang cenderung memiliki warna coklat atau hijau, kali ini Batik Bakau ada juga yang berwarna biru.

Bagaimana bisa berwarna biru? Ini bukan warna tekstil yang tidak ramah lingkungan, melainkan warna tumbuhan indigo.

"Pewarna indigo juga merupakan pewarna alami, dimana warna biru yang dihasilkan adalah dari warna daun-daun yang direndam dalam jumlah banyak, jadi tetap ramah lingkungan," terang Sdr. Ardyan.

Banyak pengunjung yang antusias menanyakan produk olahan mangrove. Ada pengunjung yang berasal dari Jepang, menanyakan Batik Bakau, dari mulai pengolahan, penggarapan hingga pemasaran.

Dia juga menanyakan motif dari Batik Bakau yang bertemakan ekosistem mangrove. Dia tertarik dengan batik bermotif Ikan Gelodok.

“Ini Batik Bakau, ya? Apa itu Batik Bakau? Apa bedanya dengan batik-batik lainnya? Ini motifnya bagus, ya. Ikan, seperti ada juga di negara asal saya, Jepang,” tanyanya beruntun.

Saudara Ardyan menjelaskan secara rinci hingga pengunjung tertarik dan langsung meminta kontak workshop Batik Bakau.

“Acara ini sangat baik, karena untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas, khususnya Semarang bahwa produk olahan ikan dan laut itu sangat banyak. Jadi, ini juga untuk menambah wawasan kepada para pengusaha untuk mengembangkan produk dalam bidang perikanan dan kelautan,” pungkas Presiden KeSEMaT. (VD).