11.8.16

Merawat Bibit Mangrove di MECoK, Jepara

Jepara - KeSEMaTBLOG. Seharian, di hari itu (9/7), kami bekerja membuat bedeng persemaian mangrove, dengan tujuan untuk memberikan rumah baru bagi bibit-bibit mangrove kami yang di bulan ini akan kami semai kembali di Teluk Awur, Jepara. Kami memiliki Mangrove Education of KeSEMaT yang kami sebut kemudian dengan MECoK. Dari sinilah, kami terus bekerja dan berkarya untuk mengkampanyekan penyelamatan mangrove di Indonesia.

Kami memulainya dengan mengumpulkan bambu, yang kamudian kami potong menjadi beberapa bagian, kemudian kami buat bedeng persemaiannya dan menatanya sedemikian rupa sehingga nyaman bagi bibit mangrove kami.

Bedeng persemaian ini, kami bangun tak jauh dari lokasi pasang surut. Mengapa demikian? Karena MECoK memang kami konsep semi alami, dimana penyiraman tidak dilakukan oleh kami, melainkan oleh alam sendiri.

Laut Jawa yang berada persis di samping MECoK, akan menyirami bibit-bibit mangrove yang akan kami semai nanti, di tiap harinya, dua kali sehari.

Kami mendapatkan bibit tak hanya dari Teluk Awur saja, melainkan berusaha mengumpulkannya dari Ujung Piring, Bulak Baru, Semat, juga Tanggul Tlare. Keempatnya adalah kawasan mangrove di sekitar MECoK yang menyimpan banyak jenis mangrove yang propagulnya bisa "dipanen" tiap tahun untuk disemaikan.

Lewat program KeSEMaT Goes To Arboretum (KGTA) yang kami punya, kami rutin berkunjung ke MECoK untuk menengok kondisinya, menyiangi lantainya dari sampah dan rumput nakal, menjaga kelulushidupan bibit mangrovenya, juga membantu menegakkan kembali ajir yang roboh demi mengoptimalkan pertumbuhan bibitnya.

"Ini adalah pekerjaan sukarela, dan kami senang melakukannya. Kami sadar bahwa apabila besar nanti, bibit-bibit mangrove yang sudah kami tanam ini, akan mampu menanggulangi abrasi pantai dan menjaganya dari kerusakan. Selebihnya, masyarakat sini juga akan dapat mendapatkan stock ikan yang melimpah, karena mangrove adalah kawasan berpijah, beranak pinak, mencari makan juga pengasuhan bagi ikan dan biota lain di dalamnya," terang Sdri. Tania Pusparani (MENPORSI). (BEP).