23.8.16

KeSEMaT Trainer Pelatihan Mangrove DKP Belitung Timur

Belitung Timur - KeSEMaTBLOG. Bersama dengan Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (CEO Batik Bakau dan Mas Jamang), KeSEMaT yang diwakili Sdri. Eldita Amalia (staf MENPORSI) menjadi Trainer di program Pelatihan Pengolahan Produk dari Mangrove (10-12/8). Peserta pelatihan ini adalah Ibu-ibu warga pesisir yang memiliki usaha rumahan di Desa Lalang, Kabupaten Belitung, dengan tujuan untuk menjadikan mangrove sebagai salah satu icon makanan khas Belitung Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Belitung Timur karena melihat potensi mangrove yang terdapat di Belitung, khususnya Belitung Timur yang beragam dan belum diperhatikan dan dimanfaatkan secara optimal.

Pada pelatihan ini, jenis masakan yang diolah, diantaranya adalah kue lumpur, stik mangrove dan keripik daun Brayo. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 - 15.00 WIB.

Selanjutnya, di hari kedua dilakukan Pengajaran Mangrove pada pukul 13.00 - 16.00 WIB, mengenai Cara Menjaga Mangrove kepada Anak-anak melalui video, presentasi dan games, dengan mengenalkan ekosistem mangrove, jenis mangrove, manfaat mangrove dan cara menanam mangrove yang benar.

"Kegiatan berjalan sangat seru, karena juga dilanjutkan dengan penanaman mangrove bersama Anak-anak di Desa Lalang di Pantai Nyiur Melambai," jelas Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (CEO Batik Bakau dan Mas Jamang).

Menurut Sdri. Eldita, program ini merupakan hasil kerjasama KeSEMaT dengan DKP Belitung Timur, UNDIP Semarang dan Batik Bakau dan Mas Jamang yang memang sudah merencanakan kegiatan ini, di tahun sebelumnya.

"Pihak DKP Belitung Timur, dalam hal ini adalah Ibu Indah, sudah aktif menghubungi kami dari tahun lalu, untuk membicarakan konsep kegiatan dan segala hal yang berkaitan dengannya. Alhamdulillah, akhirnya kegiatan pelatihan ini dapat terwujud, berjalan dengan baik dan lancar," terang staf MENPORSI.

"Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, maka diharapkan akan timbulnya kesadaran masyarakat Belitung akan manfaat dan pentingnya mangrove, dan bisa diterapkan ilmu tersebut dikemudian hari," terang Drs. Sarjano selaku Kepala Dinas Desa Lalang. (RKY).