5.11.16

Beragam Pelatihan, Talk Show dan Seminar Internasional Warnai Mangrove REpLaNT 2016

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kegiatan MANGROVE REpLaNT (MR) 2016, di hari kedua (3/10) memiliki serangkaian acara yang sangat padat, berupa pelatihan, talk show, FGD, dan yang paling menarik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah seminar internasional yang bertemakan “Mangrove for Sustainable Development.” Para peserta tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi. Terlihat dari semangat para peserta yang sudah bangun pada pukul 04.30 WIB.

Kegiatan di hari kedua diawali dengan salat Subuh yang dilanjutkan dengan senam bersama di halaman Balai DIKLAT (Balai Pendidikan dan Pelatihan) Provinsi Jawa Tengah yang dipandu oleh Sdr. Anggi Setiabudi (Staf DEPDIKTAN) dan Sdri. Winda Ariesta (Staf DEPWIRA).

Setelah segar dengan senam pagi, kegiatan dilanjutkan dengan games yang dipandu oleh Sdri. Aulia Putri Aji (Staf DEPKOMSI).

Pelatihan Pengenalan Ekosistem Mangrove
Acara hari kedua dilanjutkan dengan Pelatihan I, yaitu Pengenalan Ekosistem Mangrove yang disampaikan oleh Sdri. Aktia Rizky Yani (AMaT) dan bertempat di Kelas Sumbing IV.

Pada pelatihan ini, peserta diberi penjelasan mengenai perbedaan bakau dengan mangrove secara detail. Juga diinformasikan mengenai pengetahuan mangrove-dasar, diantaranya mengenai definisi, taksonomi, habitat, zonasi, ekologi, fungsi dan manfaat, dan lain sebagainya, dengan harapan setelah Pelatihan I selesai, peserta dapat memahami dan mengenali ekosistem mangrove secara lebih mendalam.

Selesai pelatihan I, para peserta dipersilahkan untuk bersih diri dan sarapan pagi. Acara berikutnya adalah Seminar Internasional.

Sdr. Hatta Adi Failasuf (Staf DEPWIRA) selaku korlap pada hari kedua, memandu para peserta menuju Aula Sumbing Balai DIKLAT, tempat dilaksanakannya Seminar Internasional

MC pada seminar internasional adalah Sdr. Tito Barudin (Staf DEPKOMSI) dan oleh Sdri. Winda Ariesta (Staf DEPWIRA) yang membawakan acara secara bilingual (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris).

Seminar Internasional KeSEMaT
Seminar Internasional MR 2016 mengangkat tema Mangrove for Sustainable Development yang dibuka langsung oleh Bapak Ir. Agus Sriyanto, M.Si selaku Kepala Bandan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah.

Seminar Internasional MR 2016 ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Mr. Mariadec Sillanpaa (Green Forest Product & Tech. Pte. Ltd-Singapore), dan Bapak Victor Nikijuluw (Marine Program Director CI Indonesia).

Kedua pembicara menjelaskan secara gamblang, mengenai peranan institusi mereka dalam turut serta mengelola ekosistem mangrove di area kerjanya, masing-masing, dan menyerukan untuk menggali potensi pemanfaatan mangrove secara lebih konservatif.

Seminar internasional ini juga dihibur oleh Four Today band yang salah satunya membawakan single KeSEMaTUSTIK, yaitu Mangrove Hidup Kita.

Seusai mengikuti seminar, para peserta melaksanakan ibadah salat Zuhur dan makan siang, sebelum melanjutkan ke Pelatihan II.

Pelatihan Batik Bakau
Pelatihan II merupakan salah satu rangkaian acara yang ditunggu-tunggu oleh para peserta: Pelatihan dan Pembuatan Batik Bakau!

Seakan tak kenal lelah, para peserta begitu antusias dalam menyimak materi dari Sdri. Audy Ramadhani (DP) bahkan saat praktik langsung membuat Batik Bakau, para peserta tak sungkan-sungkan untuk turut ambil bagian dan tidak takut kotor. Seru sekali!

Usai membuat batik mangrove dan berfoto bersama Batik Bakau hasil kreasi sendiri, para peserta MR 2016 kembali menunaikan ibadah salat Asar dan dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh Sdr. Abdul Majid Al Hanif (AMaT) pada Pelatihan III.

Pelatihan Teknik Pembibitan, Penyulaman dan Rehabilitasi Mangrove
Peserta diberikan penjelasan mengenai teknik membibitkan dan menanam, serta menyulam mangrove yang baik dan benar, agar mendapatkan tingkat kelulushidupan yang optimal.

"Peserta banyak yang menanyakan mengenai permasalahan seputar program rehabilitasi di wilayahnya masing-masing, seperti bagaimana memberantas hama mangrove, bagaimana cara perlakuan propagul sebelum dibibitkan, dan lain sebagainya," jelas Sdr. Abdul Majid.

Talk Show Start Up Batik Bakau dan Mas Jamang
Acara selanjutnya adalah talk show bersama tokoh mangrover inspiratif, yaitu Sdr. Afriza Aziz (Putra Persahabatan Bahari Indonesia tahun 2014) selaku CEO Mas Jamang dan Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (Runner Up Hilo Green Leader 2015) selaku owner Batik Bakau.

"Keduanya berhasil mengispirasi para peserta MR 2016 untuk terus berkarya, terus menebar kebermanfaatan bagi masyarakat umum dengan usaha olahan makanan dan minuman serta batik mangrove yang berhasil meningkatkan tingkat mata pencaharian warga pesisir Semarang dan Indonesia, dan juga yang tidak lelah menyuarakan konservasi mangrove demi masa depan yang lebih baik," jelas Sdr. Ardyan Syahputra (MENKOMSI) selaku panitia MR 2016.

Talk show juga diisi dengan peragaan model busana Batik Bakau dan produk Mas Jamang, sehingga peserta semakin semangat dan penasaran untuk mengadopsi konsep Batik Bakau dan Mas Jamang di daerahnya, masing-masing.

FGD Reklamasi Pesisir
Acara terakhir pada hari kedua MR 2016 adalah FGD (Focus Group Discussion) yang dipandu oleh Sdri. Aulia Septine Herlintang (Staf Ahli DEPWIRA)  yang diawali dengan games yang dipimpin oleh Sdri. Nurul Ulfah (Staf DEPKEU) dan Sdri. Sulistiowati (Staf Ahli DEPDIKTAN) untuk menyemarakkan acara.

FGD bertujuan untuk memperdalam materi yang telah diterima oleh peserta selama dua hari mengikuti MR 2016.

Bertindak sebagai pemerintah dan LSM, para peserta diajak untuk memecahkan sebuah permasalahan dengan memberikan solusi dan harapan kedepan mengenai persoalan pro dan kontra kegiatan reklamasi pesisir sebagai solusi penanganan bencana rob di pesisir kota Semarang.

Acara hari kedua ditutup dengan briefing hari ketiga yang dipandu oleh Sdr. Anggi Setiabudi (Staf DEPDIKTAN) selaku korlap hari ketiga.

Selesai briefing, para peserta dipersilahkan beristirahat di kamar masing-masing. Keseluruhan acara hari kedua MR 2016 berjalan dengan baik dan lancar. (Penulis: Hatta Adi Failasuf/Foto: Tania Pusparani - KeSEMaT).