4.6.07

Sulitkah Menanam Mangrove?

Semarang - KeSEMaTBLOG. Mas Irfan, dari NAD menanyakan hal ini kepada saya. Saya sudah menjawab via buku tamunya, bahwa untuk menanam mangrove sebenarnya susah susah gampang. Satu kali kata gampang sengaja saya sebut, karena faktanya menanam mangrove itu memang mudah. Untuk penanaman dengan tujuan non rehabilitasi alias hanya bertujuan untuk membantu usaha rehabilitasi “tak resmi”, Anda tinggal pergi berkunjung ke pesisir di bulan Agustus (saat musim buah tiba) dan mengambil beberapa buah propagul (buah bertunas). Buka buah/kelopaknya, lalu tancapkan kurang lebih sepertiga bagian propagulnya ke tanah. Selesai.

Namun jangan salah, walaupun menanamnya mudah, memeliharanya yang susah (makanya, kata susah, saya sebut sampai dua kali). Seringkali program penanaman ribuah benih/bibit mangrove gagal, karena tak adanya kesadaran dalam melaksanakan program pemeliharaan. Apalagi, program-program pemeliharaan seringkali tidak melibatkan masyarakat setempat yang notabene adalah “penjaga sehari-hari” mangrove yang telah ditanam.

Jadi, ketika ada ada pertanyaan, “Sulitkah menanam mangrove?” Jawabannya adalah tidak. Yang sulit adalah memeliharanya.

Selanjutnya, seperti yang sudah saya utarakan di atas, keberhasilan penanaman mangrove bukan hanya diukur dari benar tidaknya teknik penanaman mangrovenya, tetapi juga tergantung dari seberapa serius program pemeliharaannya. Apabila antara program penanaman dan pemeliharaan ini dilaksanakan dengan baik dan benar, niscaya mangrove akan tumbuh dengan baik pula.

Ada banyak teknik penanaman mangrove. Salah satu teknik penanaman mangrove sudah dilakukan oleh KeSEMaT. Teknik penanaman yang digunakan oleh KeSEMaT adalah teknik penanaman mangrove dengan menggunakan ajir (potongan bambu berukuran kurang lebih 1/2 m). Bibit yang diambil dari bedeng persemaian-sendiri, ditanam ke sedimen. Kemudian, batang bibit diikat dengan ajir bambu menggunakan tali rafia. Jarak tanam yang digunakan adalah 1 m x 1 m yang dikelompokkan berdasarkan spesiesnya. Selain teknik ini, masih ada banyak teknik lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi daerah masing-masing.

Mangrove termasuk jenis tumbuhan yang tak terlalu rewel. Tanpa perlakuan yang khusus (misalkan pemupukan), dia sudah bisa tumbuh dengan baik. Kecuali karena serangan hama dan penyakit, mangrove bisa hidup hingga besar, asalkan tanpa banyak intervensi manusia yang terkadang menjadi penyebab gagalnya penanaman. Contohnya, belum sampai usia tiga tahun, lahan mangrove sudah dikonversi menjadi tambak. Lalu setelah berumur enam tahun, kayunya ditebang tanpa ditanam kembali sehingga tanahnya menjadi rusak, gersang dan gundul.

Informasi mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan mangrove selengkapnya dapat dibaca di buku Manual Silvikultur Mangrove karangan Taniguchi, K., Shinji, T., Oliva S. 1999. Manual Silvikultur Mangrove Untuk Bali dan Lombok. Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Japan International Cooperation Agency.

Kesimpulannya, menanam mangrove itu mudah. Ayo mulai menanam mangrove. Sekarang! Tapi jangan lupa, ya. Perhatikan juga program-program pemeliharaannya. (IKAMaT).

No comments:

Post a Comment