28.7.09

Papan Nama MECoK : Berjasa dan Dijarah

Jepara - KeSEMaTBLOG. Saat sesi pelatihan pembibitan mangrove, pagi-pagi buta, pukul 06.000 WIB, para Peserta MANGROVE REpLaNT 2009 (25/07) sudah harus bangun dan berjalan kaki menuju ke Pusat Pendidikan Mangrove KeSEMaT bernama Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK). Di MECoK, para peserta dilatih oleh para Trainer KeSEMaT untuk melakukan pembibitan berbagai jenis propagul mangrove seperti Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, R. apiculata, Ceriops tagal dan C. decandra agar bisa menjadi bibit mangrove yang baik dan berkualitas.

Disaat para Peserta MR 2009 sibuk membibitkan propagul mangrove, sebuah papan nama MECoK, nampak berdiri kokoh di hadapan mereka. Lihatlah foto di atas. Ini adalah papan nama MECoK generasi ketiga, yang telah sangat berjasa dalam memberikan informasi letak MECoK bagi tak hanya para Peserta MR 2009 saja, melainkan semua orang yang telah berkunjung ke MECoK.

Papan nama MECoK ini, memang masih terbilang baru. Umurnya kurang lebih masih tiga bulanan. Papan ini dipesan di sebuah rumah percetakan di Semarang. Dan, dengan susah payah pula, KeSEMaTERS membawanya ke lokasi MECoK, Desa Teluk Awur Jepara, dengan cara menumpangkannya ke sebuah bus. Papan nama MECoK ini sebagai pengganti dua papan nama MECoK sebelumnya, yang telah dijarah oleh oknum orang tak bertanggung jawab.

Biaya pembuatan dan transportasinya yang mencapai hampir setengah juta, tak membuat kami ragu untuk memesannya sebanyak dua buah. Bagi kami, uang patungan yang kami kumpulkan tak menjadi masalah, karena papan nama MECoK ini akan sangat berguna untuk memberikan informasi letak kebun bibit dan arboretum mangrove KeSEMaT, kepada masyarakat umum.

Papan nama ini tertancap kuat berbalut semen, di tanah mangrove yang terletak di pesisir utara Laut Jawa. Tak hanya berguna dalam memberikan informasi letak MECoK, papan nama ini juga telah menjadi saksi bisu bagi ribuan orang yang telah mendarmabaktikan dirinya, dalam bekerja untuk mangrove bersama-sama dengan KeSEMaT, mulai dari tahun 2003 sampai dengan 2009, ini.

Namun sayang, walupun sudah berjasa besar seperti itu, papan nama MECoK ini, seringkali dicuri oleh oknum warga setempat, yang seringkali mencabut dan menjualnya. Dari informasi yang kami dapatkan, besi dan papan kayu sebagai bahan baku papan nama MECoK, telah dijual ke pedagang loak di pasar sekitar. Apabila informasi ini benar, ini sungguh sangat menyedihkan.

Kami berharap, semoga saja setelah generasi ketiganya ini, masyarakat Teluk Awur, mau menjaga dan mengamankan papan nama MECoK dari jarahan orang-orang yang tak bertanggung jawab, mengingat fungsinya yang sangat berguna sebagai pertanda keberadaan Pusat Pendidikan Mangrove KeSEMaT di Teluk Awur. Salam MANGROVER!