21.6.10

Ini Dia, Hasil Kelulushidupan Bibit Mangrove Program Ayo Tanam Mangrove Pekalongan!

Pekalongan - KeSEMaTBLOG. Lihatlah foto di samping ini. Salah seorang KeSEMaTER, yaitu Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (Anggota) nampak sedang bersama dengan Bapak Turmudi, salah seorang koordinator lapangan, program penanaman mangrove hasil kerjasama IUCN (The World Conservation Union), Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) dan KeSEMaT, serta para stakeholder mangrove se-Jawa Tengah, bertajuk “Ayo Tanam Mangrove” (ATM). Apabila Anda perhatikan dengan cermat, maka di sekeliling mereka terdapat ribuan bibit mangrove dan ajir yang nampak tumbuh subur menghijaukan area pertambakan warga pesisir di Pantai Depok yang dulunya gersang.

Memang, cukup menggembirakan, bahwa mangrove-mangrove yang ditanam oleh Bapak Fadel Muhamad selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia beserta ratusan orang peserta ATM beberapa waktu yang lalu, faktanya memiliki kelulushidupan yang optimal, yaitu mencapai 90%, di tiga bulan paska penanamannya. Optimalnya kelulushidupan bibit mangrove di bulan-bulan awal, di masa pertumbuhannya, antara lain disebabkan karena sesuainya substrat dengan jenis mangrove yang ditanam, yaitu Rhizophora dan Avicennia serta beberapa faktor lainnya seperti baiknya sirkulasi air, salinitas yang sesuai, rendahnya pencemaran, baiknya kondisi bakal bibit mangrove yang telah ditanam, berhasilnya bibit mangrove dalam beradaptasi dengan lingkungannya dan kandungan pH yang normal.

Namun demikian, nampaknya ada 10% bibit mangrove yang layu bahkan mati, karena temperatur yang cukup tinggi, yaitu rata-rata 35° C, kualitas bibit mangrove yang rendah karena didatangkan dari lokasi yang berbeda, teknik penanaman yang salah, robohnya ajir dan adanya serangan hama, seperti kepiting, scale insect dan ulat. Untuk menjaga agar kelulushidupan tetap tinggi, maka KeSEMaT dan warga Pekalongan di sekitar tapak, akan terus melakukan program monitoring dan penyulaman secara kontinyu dengan tujuan untuk mengganti bibit-bibit mangrove yang mati dengan yang baru, sampai didapatkan kelulushidupan yang optimal, sampai kurang lebih lima tahun mendatang. Semangat MANGROVER!