8.10.17

16 Tahun KeSEMaT, Berkarya Untuk Dunia

Magepanda - KeSEMaTBLOG. Tepat hari ini, 9 Oktober 2017, 16 tahun yang lalu, KeSEMaT didirikan di Asrama Mahasiswa, Ilmu Kelautan UNDIP, Teluk Awur, Jepara. Didirikan oleh 9 orang mahasiswa angkatan 98 Ilmu Kelautan UNDIP, pada saat itu, konsep KeSEMaT hanyalah sebagai ajang berbagi ilmu dan pengetahuan mangrove kepada sesama anggotanya dan mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP, saja.

Namun, seiring berjalannya waktu, organisasi mangrove mahasiswa milik Ilmu Kelautan UNDIP ini, mampu semakin berkembang. Walaupun berstatus mahasiswa, KeSEMaT banyak berkarya di luar tanggung jawabnya sebagai organisasi mahasiswa sehingga tak jarang dikenal sebagai LSM.

Mereka memiliki warga binaan dan area konservasi mangrovenya sendiri. KeSEMaT juga mendirikan perusahaan, komunitas mangrove di 11 kota di Indonesia dan yayasan mangrovenya, serta beragam afiliasi mangrove lainnya secara mandiri, di bidang kuliner, batik, jurnalistik, pemetaan, distro, musik, dan lain-lain hingga mengantarkan mereka menyabet puluhan penghargaan bergengsi dari dalam dan luar negeri. Sebagai informasi, KeSEMaT adalah organisasi pemuda terbaik di Indonesia dan di ASEAN.

"Dari Jepara, di 16 tahun usianya sekarang, KeSEMaT sudah berhasil menggaungkan namanya ke istana negara, bertemu Presiden Joko Widodo secara langsung hingga menjadi pembicara di ASEAN sehingga mampu merambah dunia," jelas Sdr. Febryadi F. S. (Presiden).

Banyak yang bertanya, bagaimana bisa, organisasi mangrove mahasiswa ini melebarkan sayapnya ke dunia internasional. Ditemui di Kantor KeSEMaT, Bpk. Aris Priyono, salah satu pendiri KeSEMaT menjelaskan yang terpenting adalah tidak berpikir sempit dan menghasilkan banyak karya.

"Selain berpikir sempit, hal yang paling menakutkan dalam pengembangan organisasi adalah saat organisasi itu miskin karya. KeSEMaT besar karena terus berpikir luas, berinovasi sehingga banyak karyanya. Hal ini membuka banyak ruang bagi banyak orang untuk ikut terlibat dan berkarya di dalamnya," jelasnya.

Kedepan, selain terus menghasilkan karya mangrove baru, juga konsisten dan persisten mengelola afiliasinya, para pengurus KeSEMaT juga bertekad terus merawat industri mangrove kreatifnya hingga lebih optimal lagi saat diaplikasikan ke masyarakat.

"Kami terus menjaga idealisme, integritas dan kompetensi kami secara organisasi. Kami juga menjaga budaya literasi mangrove yang baik agar informasi mangrove dapat berkembang baik di negara ini. Yang terbaru, bersama Kakak-kakak Alumni KeSEMaT atau AMaT di Mangrove Map, kami mencoba mengkampanyekan mangrove melalui aplikasi pemetaan, yaitu Mangrove Tag dan crowdfunding Mangrover Unite agar permasalahan pendanaan yang terkadang menjadi permasalahan krusial dalam program rehabilitasi mangrove, dapat diatasi. Keduanya kami aplikasikan tak hanya untuk Indonesia saja, tapi juga untuk dunia," pungkas Presiden. (AMAH/ADM).