13.8.07

Reportase Mangrove REpLaNT 2007 di Jepara

Jepara - KeSEMaTBLOG. Akhirnya, perhelatan akbar Mangrove REpLaNT (MR) 2007 yang “diorganisir” oleh KeSEMaT, berhasil dilaksanakan dan dilalui dengan baik dan lancar. Kurang lebih dua ratus peserta dan panitia, turut serta dalam acara itu, untuk membuktikan jiwa dan semangat konservasinya dalam program penyelamatan Pantai Teluk Awur Jepara dari abrasi yang semakin hari semakin “menjadi.” Dibalik suksesnya MR 2007, satu hal yang saya kira perlu disorot adalah timbulnya sebuah ketakutan dan kekhawatiran (yang luar biasa) dari sebagian pihak, akan terjadinya keributan dan kerusuhan, pada saat Seminar Nasional (SEMNAS) MR 2007 yang bernuansa nuklir.

Okelah, buat berjaga-jaga, itu mah sah-sah saja. Tapi, timbulnya sebuah ketakutan yang berlebihan, tidak seharusnya terjadi. Alhamdulillah, sampai dengan selesainya MR, kerusuhan dan keributan yang dikhawatirkan, tidak terjadi, tidak terbukti.

Memang, di tahap pra MR 2007, banyak tekanan dan hambatan yang dihadapi panitia sehubungan dengan masalah ini. Hal ini mengakibatkan kerisauan dan kegundahan dalam diri panitia yang berdampak pada tidak maksimalnya konsep yang telah digodok secara matang. SEMNAS yang pada awalnya bertema “Menyikapi Pembangunan PLTN di Jepara,” “terpaksa” harus dibelokkan menjadi “Nuklir dan Lingkungan,” untuk menghormati, mengakomodir dan menghargai beberapa pihak yang agaknya khawatir dan takut akan ketidakamanan seminar tersebut.

Asal tahu saja, tema nuklir ini, awalnya memang sangat disorot. Bahkan ada pihak yang meminta kepada panitia MR agar SEMNAS (baca: keseluruhan acara MR 2007) ditunda, saking takutnya mereka akan datangnya massa yang pro dan atau kontra terhadap pembangunan PLTN Muria, (yang pada akhirnya akan mengacaukan jalannya SEMNAS itu sendiri). Namun, sekali lagi, Alhamdulillah, ketakutan yang saya pikir “tidak berdasar” itu, tidak terjadi.

Usaha keras dari para KeSEMaTers dalam melakukan lobby dengan berbagai pihak yang pro dan kontra akhirnya membuahkan hasil. Tiga pembicara utama, yaitu Dr. Lilo Sunaryo, LSM MAREM (pihak kontra PLTN), Dr. Ferhat Aziz – BATAN (pihak pro PLTN) dan Dr. Muhammad Nur, DEA - Praktisi Nuklir UNDIP (penengah) bisa bersinergi dengan baik. Mereka bertiga yang memang memiliki latar belakang akademisi, berhasil menciptakan suasana yang hangat, bersahabat tanpa secuilpun unsur ‘permusuhan.”

Kenyataan bahwa KeSEMaT telah bergaul dan berhubungan baik dengan banyak LSM, akademisi, pemerintahan, mahasiswa, masyarakat, kelompok tani, nelayan dan organisasi lainnya, selama kurang lebih enam tahun terakhir ini, mungkin belum banyak diketahui dan dimengerti oleh berbagai pihak yang khawatir dan takut, tadi. Pun, jaminan KeSEMaT akan adanya sebuah keamanan atas MR ini, juga masih (saja) disangsikan.

Namun sudahlah, tidak perlu dibahas lagi. Semuanya sudah berakhir. Panitia MR 2007 telah berhasil membuktikan bahwa dengan usaha keras, fokus, sungguh-sungguh dan percaya pada kemampuan sendiri, semua masalah bisa dilalui dengan baik.

Akhirnya, pihak yang pernah merasa takut dan khawatir, kini bisa bernapas lega. Sementara itu, pihak yang tak pernah takut dan tak pernah merasa khawatir, saat ini pastilah sedang merayakan kemenangan besarnya, atas prinsip yang dipegangnya tersebut.