28.4.08

Kondisi Terakhir Bibit Mangrove Trimulyo, Semarang

Semarang - KeSEMaTBLOG. Kondisi bibit-bibit mangrove yang telah kami tanam, baik-baik saja. Lihatlah foto di samping ini. Inilah kondisi terakhir bayi-bayi mangrove yang telah kami tanam dalam program Mangrove Conservation 2007: Penyuluhan dan Penanaman Mangrove di Kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk - Semarang Jawa Tengah, pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2007, yang lalu. Setelah beberapa bulan berlalu, persentase kehidupan bibit mangrove kami mencapai 70%.

Keberhasilan mencapai kelulushidupan yang tinggi ini, tak lepas dari metode survey dan teknik penanaman yang benar. Jadi, Jangan kuatir. Jangan kuatir. Itulah sebuah kalimat sekaligus jawaban yang akhir-akhir ini sering kami “dengungkan,” juga selalu kami sampaikan kepada rekan-rekan dan masyarakat yang mengirimkan emailnya kepada kami dan menanyakan kondisi terakhir Bayi-Bayi Mangrove Trimulyo (BBMT), kami.

Sebagai informasi, pada saat kami melakukan kunjungan terakhir ke sana (25/03/08), BBMT yang tak bisa beradaptasi, terletak di beberapa titik di sekitar muara. Hipotesa kami adalah, gelombang tinggi telah merobohkan BBMT. Namun jangan kuatir, untuk mengganti BBMT yang gagal beradaptasi, KeSEMaT akan menerapkan konsep pemeliharaan mangrove secara kontinyu dan terus menerus. Konsep ini telah berhasil diterapkan oleh KeSEMaT dalam membangun Arboretum Mangrove-nya di Teluk Awur Jepara (dengan tingkat kelulushidupan 100%). Diharapkan, konsep ini mampu memacu pertumbuhan BBMT hingga 100%, layaknya di Jepara. Jadi, sekali lagi, jangan kuatir. Kami akan terus menjaga dan memelihara BBMT kami.

Untuk mengawali program pemeliharaan mangrove ala KeSEMaT. Sebuah program bernama KeSEMaT Goes To School (KGTS) 2008: Penyuluhan dan Penanaman Mangrove ke Kalangan Pelajar dan Mahasiswa akan mulai digulirkan mulai Mei 2008 ini. Walaupun sasaran utamanya adalah siswa SD sampai dengan perguruan tinggi, namun KGTS tidak hanya akan ditujukan untuk pelajar dan mahasiswa saja, melainkan juga akan melibatkan semua unsur masyarakat di Trimulyo untuk melakukan penyulaman terhadap BBMT, di setiap bulannya. Program ini, akan dilakukan selama delapan bulan ke depan. Informasi lengkap mengenai KGTS 2008, akan dijelaskan dalam artikel mendatang.

Kembali berbicara tentang BBMT, ternyata cerita sukses kami dalam mengabdi kepada mangrove, telah menginisiasi banyak organisasi lingkungan. Satu contoh, sebuah organisasi mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP Semarang bernama HMIK, meminta kepada KeSEMaT untuk mendampingi mereka dalam melakukan kegiatan bersih pantai dan penanaman mangrove di Trimulyo, guna membantu KeSEMaT dalam menjaga tingkat hidup BBMT. Tentu saja, kami senang. Semoga saja, di waktu-waktu mendatang akan ada banyak lagi organisasi lainnya yang bergabung bersama kami dalam menyelamatkan mangrove di Trimulyo Semarang.

Sebelum mengakhiri artikel ini, kiranya kami merasa perlu untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat yang ternyata telah begitu peduli dengan pekerjaan mangrove kami. Puluhan email, telah menyatakan dukungannya atas kinerja kami. Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh masyarakat terhadap kondisi BBMT kami, merupakan sebuah bukti bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya masih memilki semangat dan rasa peduli yang cukup tinggi dengan daerah pesisirnya. Mari bersama menyelamatkan mangrove kita. Sekarang!

No comments:

Post a Comment