2.4.08

KGTA 2008 : Hasil Monitoring Bibit Mangrove MC 2008

Semarang - KeSEMaTBLOG. Foto di samping ini adalah foto KeSEMaTERS yang sedang melakukan program KeSEMaT Goes To Arboretum (KGTA) 2008, untuk memonitoring dan memelihara benih-benih mangrove yang telah dibibitkan dalam program konservasi KeSEMaT bernama Mangrove Culltivation (MC) 2008: Seminar, Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove tanggal 14 – 16 Maret 2008, yang dilaksanakan di Teluk Awur Jepara dan diikuti oleh 90 orang mahasiswa dari Semarang dan Jepara.

Seperti MC, KGTA juga selalu diadakan secara rutin oleh KeSEMaT, minimal satu kali dalam sebulan untuk melihat kondisi dan kelulushidupan benih dan bibit mangrove yang telah dibibitkan dan atau ditanam oleh KeSEMaT. KGTA adalah program pemeliharaan mangrove dengan cara menyulami benih/bibit mangrove yang mati dan atau tumbang karena terkena air pasang, dengan cara mengganti bibit mangrove yang mati tersebut dengan yang baru. KGTA juga dilakukan dengan pembenahan ajir dan pengikatan ajir kembali, ke bibit mangrove yang telah mati dan atau tumbang tadi.

Sampai dengan tanggal 26 Maret 2008, kemarin, pada saat KeSEMaT menjalankan program KGTA-nya, kondisi bibit MC 2008 masih sangat baik. Hal ini terlihat dari tidak adanya polibek bibit yang roboh atau hanyut oleh air pasang. Polibek masih terlihat tertata rapi di Bedeng Persemaian Mangrove KeSEMaT (BPMK). Sebanyak 1500 benih mangrove dari jenis Ceriops tagal, C. decandra, Rhizophora apiculata dan R. mucronata, juga masih terbagi menjadi empat bagian dan menempati petaknya, sesuai dengan spesiesnya masing-masing.

Selanjutnya, para peserta MC 2008, kiranya juga telah melaksanakan instruksi tata cara pembibitan dari KeSEMaT dengan benar. Hal ini dibuktikan dengan terlipatnya semua bibir polibek ke arah luar, untuk mencegah masuknya kristal-kristal garam air laut yang bisa menutupi sedimen dan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan matinya benih.

Kesimpulan dari hasil KGTA tanggal 26 Maret 2008 ini adalah bahwa kondisi benih-benih mangrove 100% masih sangat baik sehingga KeSEMaTERS yang menjalankan tugas hanya bertugas menyiangi sampah dan menata kembali beberapa polibek yang nampak miring ke posisi awalnya (tegak).

Setelah tiga bulan kemudian (Juni/Juli), benih mangrove akan menjelma menjadi bibit-bibit mangrove yang memiliki dua sampai tiga pasang daun dan akan digunakan oleh KeSEMaT, sebagai bakal bibit program konservasi mangrove-nya yang lain (yang merupakan kelanjutan program konservasi KeSEMaT sebelumnya yaitu MC), bernama Mangrove REpLaNT (MR) 2008: Seminar, Pelatihan, Penyuluhan dan Penanaman Mangrove.

Bagi masyarakat umum dan para peserta MC 2008 pada khususnya, KeSEMaT kembali mengundang Anda di Bulan Juni/Juli 2008 pada saat MR 2008 dan kembali menantang jiwa konservasi Anda dalam usaha penyelamatan pesisir pantai Teluk Awur Jepara, dengan cara penanaman mangrove yang bibitnya adalah hasil jerih payah Anda sendiri dan telah Anda bibitkan di Bedeng Persemaian KeSEMaT. Kami tunggu partisipasi Anda di MR 2008. Ingatlah, apabila Anda menyelamatkan ekosistem mangrove maka berarti Anda juga akan menyelamatkan kehidupan kita di masa mendatang. Marilah bersama-sama menyelamatkan ekosistem mangrove kita. SEKARANG!