7.4.08

Everyday is Earth Day

Semarang - KeSEMaTBLOG. Demi memperingati Hari Bumi (HB), yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 22 April, jutaan umat manusia di seluruh dunia, berlomba-lomba untuk membuat acara spesial yang didedikasikan sepenuhnya untuk penyelamatan bumi. Kegiatan-kegiatan yang diadakan, biasanya adalah seputar kampanye pelestarian bumi dan aksi langsung ke lapangan, misalnya penanaman sejuta pohon. Bagi organisasi yang bekerja di pesisir seperti kami, acara yang umum dilakukan adalah bersih pantai, penyuluhan dan penanaman mangrove, seperti yang akan dilakukan oleh KeSEMaT dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HMIK) UNDIP, pada tanggal 22 April 2008 ini, di Kelurahan Trimulyo, Semarang Jawa Tengah.

Tak hanya kami, apabila Anda berselancar ke dunia maya yaitu internet, Anda akan bisa menemukan ribuan organisasi dari berbagai penjuru bumi yang juga melakukan hal yang sama. Minggu-minggu ini, mereka gencar sekali mengkampanyekan HB di setiap negaranya masing-masing, agar manusia semakin sadar dan lebih peduli lagi dengan alam sekitarnya.

Berbagai cara dilakukan, mulai dari mengirimkan petisi ke situs-situs terkemuka semacam Friendster, Yahoo, Google dan Youtube untuk mencari dukungan penyelamatan bumi dari individu dan organisasi lainnya di seluruh penjuru dunia (yang hasilnya kemudian akan dibawa ke PBB), hingga lomba-lomba lingkungan online bertema lingkungan semacam lomba poster, fotografi, dan puisi. Selanjutnya, artikel dan esai tentang perubahan iklim dan pemanasan global (global warming) juga sedang laris-larisnya dicari untuk dikompetisikan.

Seolah tak mau kalah dengan institusi lainnya, institusi lingkungan besar seperti United Nations Environment Programme (UNEP), juga mulai memberikan awards bagi pejuang-pejuang lingkungan dunia serta mengadakan seminar internasional pelestarian bumi, demi memperingati HB, 2008 ini.

Itu hanya di internet. Di lapangan, misalkan di Semarang saja, sudah puluhan bahkan ratusan organisasi yang berencana akan mengadakan acara yang sama. Selain KeSEMaT dan HMIK, organisasi-organisasi mahasiswa dan institusi lainnya juga akan meramaikan peringatan HB di ibukota Jawa Tengah, tahun ini.

Ini baru di Jawa Tengah saja, belum lagi perayaan HB di daerah-daerah di Indonesia lainnya. Kalau mau dihitung, mungkin bisa ribuah bahkan jutaan orang/organisasi yang sedang getol-getolnya bersiap-siap menyelenggarakan event-nya masing-masing, berkenaan dengan peringatan HB 22 April 2008.

Maraknya individu dan atau institusi lingkungan yang begitu bersemangatnya menyambut HB, tentu saja membuat kita bangga atas kesadaran dan inisiasi dari mereka. Fakta ini, sekaligus menjawab kekhawatiran sebagian pihak, yang mengatakan bahwa kesadaran manusia akan alamnya semakin berkurang. Mungkin ada benarnya juga kekhawatiran itu, karena semakin hari, kerusakan lingkungan karena ulah manusia semakin menjadi dan merajalela. Namun, setidaknya kita bisa bernapas lega, karena diantara jutaan populasi umat manusia di planet ini, ternyata masih ada saja pahlawan dan pejuang lingkungan yang siap menyelamatkan bumi kita ini, dari kerusakan dan degradasi lahan demi menjaga keberadaan ras manusia di masa depan.

Selanjutnya, walaupun bertaburan kegiatan di setiap 22 April, planet hijau ini ternyata kurang menyambutnya dengan antusias. Banyak kasus perayaan HB, yang pada akhirnya menyebabkan bumi kita ini, kecewa dengan manusia. Sebuah kenyataan bahwa acara-acara peringatan HB hanyalah kegiatan seremonial belaka, tentu tak bisa dibantah oleh kita.

Perayaan HB, yang memang hanya diadakan satu kali dalam satu waktu (baca: satu kali dalam setahun) saja, seringkali berjalan tanpa pemikiran adanya keberlanjutan dan kontinyuitasnya. Penanaman pohon mangrove, contohnya. Selesai ditanam selama 3 hari di “seremonial HB,” setelah itu ditinggalkan begitu saja tanpa perawatan selama 362 hari berikutnya. Sungguh, sebuah kenyataan “buruk” yang tak seharusnya terjadi.

Maka, tentu saja akan jauh lebih baik lagi, apabila kita ini tak hanya merayakan HB sehari saja dalam setahun. Pun, bumi kita ini, sebenarnya sangat membutuhkan perawatan super ekstra dari kita, yang tak akan mungkin apabila dilakukan hanya dalam hitungan satu sampai dengan tiga hari saja, tanpa dibarengi dengan pemeliharaan dan perawatan di hari-hari berikutnya.

Kegiatan menyambut HB, walaupun tidak semuanya, terkadang hanya digunakan oleh oknum organisasi tertentu untuk menunjukkan eksistensi dan image organisasi pelaksananya, supaya terlihat “mentereng” dan “memiliki kegiatan” di mata organisasi lainnya. Kalau seperti ini yang terjadi, tentu saja patut disayangkan, karena niat yang tak tulus dalam bekerja untuk alam, justru akan semakin menambah persoalan bagi alam kita.

Acara perayaan HB berupa penanaman mangrove yang seremonial belaka dan serampangan, akan menyisakan kisah pilu bagi pesisir kita. Polibek yang dibuang sembarangan ke lokasi tapak dan pengiktan ajir yang tak benar, bisa menyebabkan hanyutnya polibek dan ajir ke sungai dan laut, yang pada akhirnya hanya akan mengotori lingkungan pesisir kita. Tak adanya kegiatan pemeliharaan dan monitoring mangrove, setelah benih/bibit mangrove ditanam, semakin memperparah kondisi mangrove. Hidup matinya seakan tak dipedulikan lagi, setelah seremonial HB terjadi. Astagfirullah!

Sewajibnyalah, peringatan HB 2008 nanti, tak boleh diadakan, dilakukan dan diselenggarakan dalam koridor konsep-yang-salah, seperti ini. Kita tak boleh lagi berseremonial-seremonial dengan alam kita. HB, sangat “haram” hukumnya, apabila dilaksanakan tanpa keberlanjutan. Bahkan, apabila mampu, sudah seyogyanya tak hanya tanggal 22 April saja kita peringati sebagai HB, melainkan setiap hari, setiap detik. Bumi, sudah sangat menderita dengan ulah kita, yang merusak dan mengotorinya hampir di setiap detik nafas kita.

Apakah kita pernah menghitung, sudah berapa kali dalam sehari kita membuang sampah secara sembarangan? Apakah kita peduli dengan “penyakit paru-paru” bumi akibat ulah “biadab” kita menghembusinya dengan asap rokok, motor, mobil dan limbah pabrik? Itu hanya dua buah contoh saja, masih tak terhitung lagi berapa banyak ulah buruk kita terhadap planet hijau nan elok ini.

Kalau kita merusaknya setiap hari, sepatutnyalah apabila setiap hari pula, kita harus memperingati HB dengan cara meminimalkan kerusakan-keruskan yang telah kita perbuat terhadapnya. Maka, bagi kami, everyday is earth day. Setiap hari adalah HB. Berusaha tak mau peduli dengan kapan tanggal peringatan HB (dan hari-hari lingkungan lainnya) sebenarnya, kami selalu berusaha memikirkan dan terus bekerja untuk menyembuhkan bumi kita ini dari penyakit kronisnya di setiap harinya, bahkan di setiap hembusan nafasnya.

Baru saja Maret kemarin, Mangrove Cultivation (MC) 2008: Seminar Global Warming, Penyuluhan dan Pembibitan Mangrove kami gelar, untuk menyuntikkan suplemen food (berupa oksigen yang terkandung di dalam ribuan bayi mangrove yang kami bibitkan) ke tubuh bumi, agar dia lebih kuat dan perkasa lagi dalam menjaga manusia dalam mengatasi efek penebangan-mangrove-liar, yang sekarang ini menyebabkan panasnya suhu di Semarang, Jepara dan sekitarnya.

April sampai dengan Agustus ini, secara silih berganti, empat buah program konservasi, penelitian, pendidikan dan dokumentasi mangrove sudah kami siapkan dan akan segera kami laksanakan untuk menyelamatkan bumi, yaitu (1) Mangrove Conservation 2008: Pengajaran, Penyuluhan dan Penanaman Mangrove (lihat foto di atas), (2) KeSEMaT Goes To School (KGTS) 2008: Pengajaran dan Penyulaman Mangrove, (3) Mangrove Training (MT) 2008: Penelitian Ekosistem Mangrove, (4) Mangrove Movie (MM) 2008: Pembuatan Film Dokumenter Spesies Mangrove dan Mangrove REpLaNT 2008: Seminar, Penyuluhan, Pelatihan dan Penanaman Mangrove. Bahkan untuk kepengurusan ini, tak hanya April sampai dengan Agustus, saja. Setiap bulan, kami selalu memperingati HB, sampai dengan akhir tahun ini.

Kami (seolah) tak peduli lagi kapan Hari Air sedunia, kapan pula Hari Keanekaragaman Hayati, hari Lahan Basah Internasional, hari Lingkungan Hidup dan hari-hari lingkungan lainnya. Bukannya tak menghargai, justru kami sangat menghormati bumi. Sekali lagi, bagi kami everyday is earth day. Setiap hari kami selalu memperingati HB dengan cara bekerja untuk kelestarian bumi kami ini.

Apabila program mangrove kami ada yang bersamaan dengan hari jadi lingkungan di bumi, kami akan bersyukur. Tapi kalau tidak? Kami memang tidak bekerja hanya pada saat peringatan hari lingkungan itu terjadi. Kami telah bekerja dan sudah memperingati hari lingkungan dan HB jauh hari sebelum, pada saat hari itu terjadi dan waktu-waktu sesudahnya. Jadi, sebenarnya bagi kami, everyday is earth day. Setiap hari adalah HB! Lalu, bagaimana dengan Anda?